Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Tidak Rela


__ADS_3

"Sayang kamu dimana?" tanya Dela.



"Aku di rumah, kenapa?" jawab Sandi.



"Jalan yuk, aku bosen nih di rumah terus." ucap Dela.



"Besok lagi aja ya, soalnya aku lagi ngga enak badan." jawab Sandi.



"Kamu sakit apa Yang?" tanya Dela.



"Nanti saja kalau kita ketemu aku cerita, ngga enak cerita di telepon." jawab Sandi.



"Ya sudah, kamu cepat sembuh ya sayang, Love U." ucap Dela.



"Love U To." jawab Sandi lalu memutuskan panggilan nya.



"Nak, obat nya mamah taro di atas meja ya?nanti jangan lupa di minum, mamah mau pergi arisan dulu." ucap bu Rina.



"Iya mah." jawab Sandi.



Bu Rina pun pergi menghadiri arisan para sosialita sedangkan pak Bagas sudah pergi ke kantor sejak pulang dari kantor polisi.



"Bosen juga sendirian di rumah, apa Dela suruh kesini aja ya." gumam Sandi.



"Den ada tamu." teriak pelayan keluarga pak Bagas sambil mengetuk pintu kamar Sandi.



"Iya bi, siapa?" teriak Sandi.



"Katanya teman Aden, namanya kalau ngga salah tadi Dela."



"Dela." gumam Sandi, "Suruh masuk saja bi." teriak Sandi



Tidak berapa lama terdengar suara pintu kamar ada yang mengetuk nya.



"Masuk saja bi, ngga di kunci." teriak Sandi.



"Yang, kamu beneran sakit?" tanya Dela sambil membuka pintu kamar Sandi.



"Dela, sama siapa kamu kesini?" tanya Sandi sambil bangun dan duduk di atas tempat tidur.



"Sendirian, ya ampun sayang, muka kamu kenapa? Kok pada lebam begini? Siapa yang telah melakukan semua ini?" tanya Dela sambil menyentuh pelan pipi Sandi.

__ADS_1



"Aku di hajar sama si Byan semalam." jawab Sandi.



"Kok bisa? Gimana cerita nya" tanya Dela.



"Cuma masalah sepele saja kok, aku cuma deket sama Putri saja eh si Byan malah menghajar aku sampai babak belur." jawab Sandi.



"Jadi ini semua gara-gara anak junior itu? ada hubungan apa kamu sama anak junior itu?' tanya Dela.



"Ngga ada sayang, kita cuma dekat saja." jawab Sandi.



"Beneran? Awas ya kalau kamu bohong." ucap Dela sambil mengerucutkan bibir nya.



"Bener sayang, wanita yang selalu ada di hati aku cuma kamu seorang kok." ucap Sandi sambil mengelus lembut pipi Dela.



"Awas kamu ya bocah tengil, gara-gara kamu Sandi jadi babak belur seperti ini, lihat saja nanti." gumam bathin Dela.



"Sudah dong jangan cemberut, kalau cemberut gini, cantik nya hilang lo." ucap Sandi sambil menyentuh kedua pipi Dela lalu mengarahkan wajah Dela agar melihat ke wajah nya.



Sandi dan Dela pun saling menatap, dengan perlahan Sandi mendekatkan bibir nya ke bibir Dela.



Kedua bibir mereka pun bertemu, Sandi mencurahkan hasrat yang dari semalam dia tahan.




Sandi turun dari tempat tidur nya lalu berjalan menuju pintu dan mengunci nya.



Dela turun dari tempat tidur lalu menghampiri Sandi yang lagi mengunci pintu dan memeluk nya dari belakang.



"Sayang, kenapa di kunci?" tanya Dela dengan nada manja nya.



"Aku sudah ngga tahan sayang, ni rasakan sendiri." jawab Sandi sambil membimbing tangan Dela ke tempat keris nya Sandi yang sedang berdiri kokoh.



"Ya ampun sayang, ternyata udah bangun ya? Maaf kan aku ya sayang, aku ngga bisa melakukan nya." ucap Dela sambil mengelus keris nya Sandi.



"Kenapa ngga bisa, ayolah Yang, aku sudah ngga tahan ini." ucap Sandi sambil terus mencium leher Dela.



"Ngga bisa Yang, aku lagi datang bulan." ucap Dela.



Sandi sontak langsung melepaskan pelukan nya dan pergi ke kamar mandi dengan wajah kesal nya.



"Yang, mau kemana?" teriak Dela.

__ADS_1



"Mau menyelesaikan nya sendiri." jawab Sandi lalu menutup pintu kamar mandi nya.



Dela yang hasrat nya sama dengan Sandi lagi di tensi teratas pun langsung ikut masuk ke kamar mandi.



"Kamu mau apa Del?" tanya Sandi yang kaget melihat Dela masuk.



"Aku mau bantu kamu menyelesaikan nya." jawab Dela sambil berjongkok di depan Sandi.



Sandi pun pasrah dengan apa yang dilakukan Dela kekasih nya, Sandi pun dibuat melayang oleh Dela walau pun hanya sebatas mulut saja.


*


*


"Ada apa nak? Tolong bicarakan baik-baik, kamu duduk dulu." ucap Nisa.


"Maaf pak, kami mengganggu acara nya." ucap pak Rizal dengan sopan, dia ngga menyangka akan bertemu dengan pak Fadil yang mempunyai pangkat tinggi di kepolisian.



"Ngga apa-apa, silahkan duduk dulu pak Rizal." ucap Fadil.



"Begini om, tadi ada keluarga pak Bagas melaporkan kepada kita kalau anak nya sudah dianiaya oleh Byan, maka dari itu saya tidak menyetujui adik saya menikah dengan Byan, karena bagaimanapun Putri itu adik saya, dan saya ngga mau melihat Putri bersedih karena suami nya harus berada di balik sel." ucap Farel dengan jelas.



"Nak, semua yang dilaporkan keluar pak Bagas itu pasti salah, kronologi yang sesungguh nya nanti setelah acara ijab kabul ini selesai, dan bapak yakin setelah kamu mendengar cerita dari Byan, kamu akan ikut geram dan emosi dengan anak nya pak Bagas itu." ucap Fadil.



Farel pun terdiam mencerna semua perkataan dari ayah nya.



"Sudah lah pak Farel, biar mereka melanjutkan acara ijab kabul nya dulu, dan saya yakin dengan apa yang di ucapkan pak Fadil tadi." ucap Pak Rizal.



Rizal sudah kenal lama dengan Fadil, ngga mungkin seorang Fadil membiarkan lolos pelaku meski itu adalah saudara nya sendiri, berarti memang laporan keluarga Bagas saja yang terlalu drama.



"Tapi benar kamu semalam menganiaya anak nya pak Bagas? Dan mengambil mobil nya?" tanya Fadil sambil menatap tajam ke arah Byan.



"Iya benar kak, tapi saya melakukan itu karena saya ingin menyelamatkan orang yang saya sayangi." jawab Byan dengan jelas.



Putri yang mendengar ucapan dari Byan pun seketika menatap Byan dari samping.



"Kamu menyayangi ku kak? Tapi kamu tidak mencintai ku, tapi setelah kita melakukan ijab kabul ini, aku akan pastikan dan akan aku buat kamu jatuh cinta sama aku." gumam bathin Putri sambil terus menatap Byan dari samping.



"Baiklah setelah ijab kabul ini, kamu harus ikut kakak ke kantor polisi untuk menjelaskan semua nya." ucap Farel sambil menghela nafas nya.



"Tapi ngga bakalan di tahan kan kak?" tanya Putri yang tidak rela kalau Byan di tahan, karena yang dilakukan Byan juga untuk menolong dirinya.



"Kita lihat saja nanti, tapi kakak akan menolong calon suami kamu ini." jawab Farel yang ngga tega melihat wajah khawatir adik nya.


__ADS_1


"Ya sudah pak, silahkan dilanjutkan saja, maaf kan sikap saya tadi." ucap Farel pada pak Selamet.


__ADS_2