
"Ca lo dimana sih?" tanya Cintya setelah Caca menerima panggilan nya.
Farel menatap tajam Caca dengan jari telunjuk di tempel di bibir nya sambil menggelengkan kepala nya tanda Caca ngga boleh mengatakan nya.
"Gue lagi jalan Cin." jawab Caca sambil terus melirik ke arah Farel.
"Dari tadi di jalan mulu, kapan sampai nya sih." teriak Cintya.
"Tanya lagi dimana mereka." bisik Farel.
"Sabar Cin, memang nya kalian sudah kumpul?" Caca pun balikbertanya.
"Iya, kita sudah dari tadi di sini nunggin lo." jawab Cintya.
"Di rumah lo kan Cin?" tanya Caca.
"Iya ini lagi di rumah gue, kita langsung berangkat sekarang." jawab Cintya.
"Iya gue kesana sekarang." jawab Caca.
"Buruan kita tunggu." jawab Cintya lalu memutuskan panggilan nya.
"Dimana katanya Cin?" tanya Dela.
"Dia bilang lagi otw kesini." jawab Cintya sambil menyimpan kembali ponsel nya.
"Tumben ya dia lelet, biasanya dia gerak cepat lo." ucap Dela.
"Entahlah." ucap Cintya sambil mengedik kan kedua bahu nya.
"Jadi semua nya sudah berada di rumah nya Cintya?" tanya Farel.
"Iya." jawab Caca sambil menunduk.
"Ayo turun." ucap Farel sambil menarik tangan Caca karena memang sudah sampai di kantor polisi.
Farel pun membawa Caca masuk ke kantor di ikuti Byan dan Nathan.
"Perempuan cantik ini siapa? Kenapa bapak membawa nya kesini?" tanya pak Rizal yang memang sudah mulai kembali bertugas.
"Duduk." ucap Farel.
Caca pun duduk sambil menunduk kan kepala nya dengan air mata yang terus metes, sungguh dia sangat menyesal dengan perbuatah nya.
__ADS_1
"Perempuan ini salah satu yang menganiaya adik saya." jawab Farel.
"Waduh neng cantik-cantik kok kejam, padahal kejam nya sama pria saja di atas ranjang jangan kejam sesama perempuan." ucap pak Rizal.
"Pak di sini banyak jomblo, jadi jangan bahas di atas ranjang." ucap Farel sambil duduk di depan nya Caca.
"Ups iya ya, tapi kan Byan jsudah ngga jomblo, berarti kita berdua bebas ya ngga Yan?" canda pak Rizal.
Byan dan Nathan hanya tersenyum mendengar celotehan pak Rizal.
"Sudah deh pak, mending sekarang bapak tangkap teman-teman nya yang sudah terlibat dengan kasus ini." ucap Farel.
"Baik pak Farel saya akan langsung ke tkp." jawab pak Rizal sambil berdiri dan berlalu dari hadapan Farel.
"Memang nya pak Rizal tahu siapa saja yang akan di tangkap?" tanya Nathan yang heran dengan kelakuan pak Rizal.
"Entahlah, tapi paling juga dalam hitungan detik balik lagi kesini dan bertanya." jawab Farel.
"Pak Farel saya lupa, saya kan belum ada data si pelaku, jadi gimana saya mau menangkap nya." ucap pak Rizal yang baru embali lagi ke ruangan.
"Lagian bapak kebiasaan main nyelonong aja." ucap Farel.
"Ini nama-nama mereka dan sekarang mereka ada di alamat ini sedang berkumpul dan kalau bisa bapak secepat nya bergerak, karena sebentar lagi mereka akan meninggalkan kota ini." ucap Farel sambil memberikan data nama dan alamat rumah nya Cintya.
"Baik pak Farel, tugas akan saya kerjakan sekarang juga dan saya akan membawa pak Agus, dan pak Andi untuk menangkap mereka." ucap pak Rizal dengan tangan diangkat ke atasa tanda nya hormat.
"Ya cepat lah." jawab Farel.
"Oh ya pak maaf sekali lagi." ucap pak Rizal sambil membalikan tubuh nya.
"Ada apa lagi pak Rizal?" tanya Farel dengan sedikit kesal, karena menurut nya pak Rizal mengulur-ngulur waktu.
"Betah amat pak pakai baju dari calon makmum nya." ucap pak Rizal sambil tesenyum lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Dasar pak Rizal." gumam Farel sambil menggelengkan kepala nya dengan bibir sedikit tersenyum.
Farel memang belum sempat berganti pakaian, karena begitu mendengar isi rekaman yang di berikan Byan dia langsung melakukan pencarian tentang ke empat wanita yang telah menganiaya adik nya dan saudara ipar adik nya.
Farel pun langsung menginterogasi kembali Caca di saksikan Byan, Nathan dan anggota polisi yang sedang berjaga.
*
*
__ADS_1
"Kak Putri kak Dira, kita makan dulu yuk." teriak Glen sambil mengetuk pintu kamar Dira.
"Iya Glen masuk saja ngga di kunci kok." teriak Dira dari dalam kamar nya.
Dengan perlahan Glen pun membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar Dira.
"Ada apa Glen?" tanya Dira.
"Kata om dan tante kak Putri sama kak Dira di tunggu di ruang makan, loh kak Putri nya mana kak?" tanya Glen.
"Lagi di kamar mandi, kok kamu yang memanggil kita? Memang nya kak Byan kemana?" Putri pun balik bertanya.
"Kak Byan lagi ada urusan sebentar, jadi aku yang gantikan untuk memanggil kalian berdua." jawab Glen.
"Glen, makasih ya? Kamu sudah mau bersandiwara tadi siang." ucap Dira.
"Sama-sama kak, ternyata kak Nathan cinta banget ya sama kak Dira?"tanya Glen.
"Iya, kakak juga ngga nyangka kalau kak Nathan akan senekad itu karena cemburu sama kamu." jawab Dira sambil tersenyum.
"Sepertinya kak Nthan calon bucin deh kak, oh iya kak, bukan nya kak Dira itu benci ya sama kak Nathan? Tapi kenapa menerima kak Nathan jadi kekasih nya kak Dira?" tanya Glen.
"Sebenar nya semenjak kakak melihat dan bertemu kak Nathan, kakak sudah menyukai nya, tapi karena sikap kak Nathan yang seperti nya ngga perduli sama kakak jadi kakak mulai jaga jarak dan mencoba untuk membenci nya, tapi setelah melihat dan merasakan semua perhatian kak Nathan waktu di rumah kak Fani, hati kakak ngga bisa bohong kalau kakak memang nyaman dengan kak Nathan." jawab Dira.
"Oh ternyata dari awal kakak juga sudah menyukai kak Nathan, kalau gitu aku dan Galih menunggu traktiran dari kakak." ucap Glen sambil tersnyum.
"Eh ternyata ada Glen? Lagi pada bahas apa?" tanya Putri yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ngga bahas apa-apa kok, Glen kesini hanya ngajak kita turun ke bawah karena semua nya sudah menunggu kita di ruang makan." jawab Dira.
"Kok kamu Glen? Kak Byan nya kemana?" tanya Putri.
"Udah kangen ya kak, padahal kan tadi sudah bertemu sama kak Putri." ucap Glen.
"Kamu ini Glen, bukan begitu, kan kak Byan yang bilang tadi kalau kak Byan yang akan memanggil kita untuk makan." jawab Putri.
"Bilang aja kalau lagi kangen, kan masih pengantin baru, gimana kak rasa nya malam pertama?" tanya Glen.
"Ya ampun Glen, kamu itu masih di bawah umur ya? Ngapain tanya soal malam pertama." ucap Putri.
"Tapi benar juga kata Glen, aku jadi penasran juga malam pertama itu seperti apa?" tanya Dira.
"Sudah stop, sekarang kita ke bawah, karena kita sudah di tunggu." ucap Putri lalu pergi meninggalkan Glen dan Dira.
__ADS_1
"Kak tunggu." teriak Dira dan Glen sambil sedikit berlari mengejar langkah nya Putri yang sudah suluan pergi.