Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Kebaikan Putri


__ADS_3

Byan pun menyelesaikan kerjaan nya, sedang kan Putri tiduran di sofa hingga dirinya pun tertidur.


Byan tersenyum melihat istri nya yang sedang terlelap.


"Sudah paras nya cantik, hati nya pun cantik, kamu emang dari dulu suka ngga tega lihat orang lain yang sedang dalam kesusahan." gumam bathin Byan.


"Permisi pak." ucap pak Samsul dari luar.


"Masuk."


Pak Samsul pun dengan perlahan membuka pintu lalu masuk dan menghampiri Byan.


"Ada apa pak? Apa bapak sudah mentransfer uang nya?" tanya Byan.


"Sudah pak, tapi saya heran aja." jawab pak Samsul.


"Heran kenapa pak?" tanya Byan.


"Sebelum nya saya minta maaf karena sudah lancang berbicara seperti ini, saya heran saja, Sindy kan baru hari ini kerja tapi kenapa bapak sudah mentransfer uang sebanyak itu?" jawab pak Samsul.


"Itu semua karena orang yang sangat saya cintai." ucap Byan.


"Apa! Jadi bapak mencintai Sindy? Terus bagaimana dnegan ibu?" tanya pak Samsul setengah berteriak karena kaget.


"Apa! Jadi mas mencintai mbak Sindy?" tanya Putri yang memang sudah bangun karena mendengar percakapan antara suami nya dengan pak Samsul.


"Ibu." gumam pak Samsul, belum juga dirinya kaget begitu mendengar ucapan dari Byan, sudah di kaget kan lagi dengan ada nya kehadiran Putri di ruangan tersebut.


"Sayang bukan, ini salah paham, kamu salah mendengar." ucap Byan sambil menghampiri istri nya.


"Tapi barusan aku mendengar ucapan dari pak Samsul." ucap Putri sambil menatap tajam pada Byan.


"Aduh, bahaya ini, aku pasti di marahin sama pak Byan, kenapa pula aku ngomong nya kenceng, jadi ibu mendengar nya, bisa perang ke tujuh ini mah." gumam bathin pak Samsul sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Pak Samsul juga salah nangkap ucapan saya." ucap Byan sambil menatap tajam pak Samsul, karena gara-gara ucapan pak Samsul, Putri jadi salah paham.


"Maaf kan saya pak." ucap pak Samsul sambil menunduk.


"Salah nangkap nya dimana? Coba jelaskan, tapi jangan bohong kamu ya mas, kamu tahu kan konsekuensi nya." ucap Putri.

__ADS_1


"Tadi pak Samsul tanya karena merasa heran mas kirim uang pada Sindy, mas jawab, mas kirim uang karena orang yang mas cintai, nah pak Samsul salah nangkap, pak Samsul pikir mas mencintai Sindy, padahal kan mas kirim uang karena kamu orang yang mas cintai, kalau bukan karena kamu, mana mungkin mas mau kirim uang sama orang yang baru di kenal." jawab Byan.


"Benar begitu?" tanya Putri ingin memastikan.


"Maaf bu, saya yang salah nangkap." ucap pak Samsul.


"Ya sudah ngga apa-apa pak, jadi uang nya sudah di kirim?" tanya Putri.


"Sudah bu, dan saya kesini hanya ingin memastikan nya, kalau begitu saya pamit kembali ke ruangan saya." ucap pak Samsul.


Pak Samsul paham, pasti mereka akan menyelesaikan kesalah pahaman ini berdua, makanya dia buru-buru pergi dari ruangan Byan.


"Sudah lah sayang, jangan marah, kamu sudah dengar kan tadi, kalau ini hanya salah paham." ucap Byan.


"Awas ya mas kalau kamu macam-macam." ancam Putri.


"Aku hanya satu macam saja Yang." jawab Byan sambil tersenyum.


"Sudah tahu aku yang satu macam itu, sudah lah mas selesaikan lagi sana kerjaan nya, terus kita pulang." ucap Putri.


"Memang kamu itu istri yang pengertian, tapi temani mas kerja ya."ucap Byan.


"Kamu ikut memeriksa berkas nya sayang, ayo." ajak Byan sambil menarik tangan Putri dan duduk di kursi nya.


"Terus aku duduk dimana?" tanya Putri.


"Di sini." jawab Byan sambil menepuk paha nya.


"Tapi ngga akan muat kalau di depan nya ada meja, perut ku sekarang sudah besar mas." ucap Putri.


"Bisa sayang, kan yang ngerjain nya kamu, aku yang ngasih tahu." ucap Byan sambil tersenyum.


"Modus terus kamu mas." ucap Putri sambil duduk di pangkuan Byan.


Byan pun tersenyum dari belakang punggung Putri sambil terus menghirup rambut istri nya yang wangi itu.


Putri pun memeriksa berkas-berkas yang ada di meja, di bantu Byan yang sambil terus mengelus lembut rambut Putri yang panjang dengan penuh kasih sayang.


Sementara di ruangan Sindy, selagi sindy mengerjakan pekerjaan nya, tiba-tiba sebuah notifikasi di ponsel nya masuk.

__ADS_1


Cindy pun langsung mengambil ponsel nya dan membuka pesan yang masuk.


Betapa kaget nya Sindy, begitu dirinya membaca pesan dari suatu bank yang mengatakan bahwa dirinya menerima dana yang masuk sebesar sepuluh juta rupiah.


"What! Siapa yang sudah kirim aku uang sebesar ini?" gumam Sindy lalu membaca dengan detail si pengirim.


"Ini kan nama perusahaan ini? Kenapa masuk ke rekening aku ya, ini ngga bisa di biarin, takut nya ini jebakan, aku kan anak baru di kantor ini, aku harus menemui pak Samsul." gumam Sindy lalu mematikan ponsel dan menyimpan nya kembali.


Sindy pun langsung menghampiri ruangan nya pak Samsul.


"Permisi pak, boleh saya masuk?" tanya Sindy sambil mengetuk pintu.


"Masuk saja Sin, ada apa?" tanya pak Samsul.


"Maaf pak, saya mau tanya? Barusan ada notif dari m bangking kalau ke rekening saya ada masuk dana sebesar sepuluh juta, setelah saya cek ternyata pengirim nya dari perusahaan ini, apa itu salah kirim ya pak?" ucap Sindy sambil memperlihat kan ponsel nya.


"Ini ngga salah kirim, ini memang benar kalau dana sepuluh juta itu untuk kamu." jawab pak Samsul.


"Kok bisa pak? saya kan baru kerja di sini, tapi kenapa ada masuk dana sebesar itu, saya ngga mau jadi saya mau kembalikan lagi sekarang juga." ucap Sindy.


"Itu sudah rezeki kamu Sin, uang yang masuk ke rekening itu pemberian istri bos." ucap pak Samsul.


"Apa! Yang benar pak?" tanya Sindy setengah berteriak.


"Ya benar, kamu bisa tanyakan langsung, beliau ada di ruangan pak Byan." ucap pak Samsul.


"Baiklah pak, kalau begitu saya ke ruangan pak Byan dulu, terima kasih banyak." ucap Sindy lalu pergi meninggalkan ruangan pak Samsul.


"Sebenar nya apa yang telah kamu lakukan kepada istri nya bos sehingga kamu mendapat uang sebanyak itu." gumam pak Samsul sambil menatap punggung Sindy yang sedang berjalan ke luar dari ruangan nya.


"Permisi." ucap Sindy sambil mengetuk pintu.


"Masuk saja." ucap Byan.


"Mau kemana kamu Yang?" tanya Byan.


"Ada yang masuk, malu lah mas, masa aku duduk di atas kamu gini." jawab Putri.


"Udah diam saja."

__ADS_1


"Maaf pak, bu saya mengganggu." ucap Sindy lalu kembali membalikan tubuh nya.


__ADS_2