Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Tatapan Mata nya


__ADS_3

"Jadi kakak kemarin pergi sampai pulang malam menangkap mereka?" tanya Dira dengan wajah kaget nya.



"Ya, kakak sudah menangkap dan memasukan mereka ke dalam penjara." jawab Byan.



"Pah, mah, adek ingin menemui dan ingin membebaskan mereka, kasihan mereka, pasti keluarga nya sedih." ucap Dira.



"Kamu yakin nak?" tanya Ayu pada Dira.



"Iya mah, aku yakin sekali, aku tidak mau membuat masa depan orang lain hancur, betapa sedih hati orang tua mereka kalau mengetahui anak-anak nya di dalam penjara sana, sedangkan mereka adalah harapan orang tua nya." jawab Dira.



"Tapi mereka sudah membuat kamu terluka dek." ucap Byan yang tidak setuju dengan keinginan adik nya.



"Memang benar kak mereka sudah membuat adek terluka bahkan sampai pingsan, tapi coba kakak pikir kalau kita ada di posisi mereka, papah sama mamah pasti sangat terpuruk dan sedih, belum lagi masa depan kita sudah pasti nya akan hancur, satu malam di dalam penjara pasti sudah membuat mereka sadar akan kesalahan mereka." ucap Dira.



"Kalau papah sih terserah kamu saja dek, kalau kamu ingin menghukum mereka ya kita lanjutkan proses hukum nya, tapi kalau kamu ingin mencabut nya ya sudah papah ngga akan memaksa kamu, tapi papah ngga yakin kalau mereka langsung bebas begitu saja." ucap Raka.



"Kenapa begitu pah?" tanya Dira.



"Karena yang jadi korban itu kamu dan Putri, sedangkan ayah nya Putri bukan orang yang mudah untuk membebaskan orang yang bersalah apalagi kejadian nya menimpa anak nya sendiri." jawab Raka.



"Biar nanti aku yang akan bujuk bapak." ucap Putri.



"Beneran kak? Makasih ya kak." ucap Dira.



"Iya, tapi kakak ngga janji, kakak hanya berusaha saja dan keputusan nya hanya ada pada bapak sendiri." ucap Putri.



"Ya sudah lah terserah kalian saja." ucap Byan dengan wajah yang sedikit kesal.



"Ternyata kamu punya hati yang tulus nak, kamu mau memaafkan mereka yang sudah membuat kamu terluka seperti ini, mamah bangga sama kamu." ucap Ayu sambil memeluk Dira dari samping.



"Maaf mengganggu tuan, nyonya, di depan ada orang yang mencari Non Dira." ucap bibi pelayan.



"Siapa bi?" tanya Dira sambil melepaskan pelukan nya.



"Cowok tampan non, sayang lo non kalau ngga di temui." ucap bibi pelayan yang memang sudah terbiasa bercanda dengan keluarga ini.



"Kalau aku ngga menemui nya gimana bi?" Dira yang sudah hapal dengan pelayan nya itu yang suka ngajak becanda sengaja menggoda nya.



"Kalau non ngga mau menemui nya biar bibi bawa ke belakang saja." jawab bibi pelayan.


__ADS_1


"Mau ngapain di bawa kebelakang?" tanya Dira.



"Mau bibi ajak nikah." jawaban bibi pelayan membuat semua nya tertawa.



"Bibi bisa aja." ucap Ayu sambil tersenyum.



"Ya sudah adek temui tamu nya dulu ya pah, mah, takut dipaksa menikahi bibi kan sayang tuh cowok." ucap Dira sambil berdiri.



"Kalau gitu bibi ke belakang lagi, eh non kalau non ngga mau, bibi siap menampung nya." ucap bibi sambil tersenyum.



"Mau nya bibi itu mah." ucap Dira lalu pergi ke depan.



Raka, Ayu serta Byan dan Putri hanya tersenyum melihat interaksi antara Dira dan bibi pelayan nya.



"Kak Nathan? Aku kira siapa yang nyari aku pagi-pagi." ucap Dira setelah membuka pintu nya.



"Memang nya kamu kira siapa sayang?" tanya Nathan sambil tersenyum.



"Kak, jangan panggil sayang nanti kedengaran papah sama mamah malu." ucap Dira.



"Kenapa harus malu, mereka kan sudah tahu kalau kita sudah jadian." ucap Nathan.




"Belum." jawab Nathan dengan senyum jahil nya.



"Kenapa kakak belum sarapan? Ini sudah lewat jam sarapan lo kak, nanti kakak sakit, apalagi kakak suka naik motor." cerocos Dira.



Nathan hanya tersenyum mendengar ucapan dari Dira.



"Kakak malah tersenyum, ayo kita ke ruang makan, kakak harus sarapan kalau ngga nanti kakak sakit." ucap Dira lalu melangkah kan kaki nya.



"Tunggu dulu." ucap Nathan sambil menarik tangan Dira hingga membuat tubuh Dira terhuyung dan menabrak dada bidang nya Nathan.



"Kakak, bikin aku kaget saja." ucap Dira sambil menatap wajah tampan Nathan.



Nathan pun menatap wajah cantik Dira dengan tangan yang sudah berada di pinggang Dira.



Kedua pasang mata pun bertemu, terlihat di mata mereka ada cinta dan sayang yang tulus, hingga membuat mereka terlena dengan tatapan masing-masing.



Tanpa sadar kedua tangan Dira yang sedang berada di dada nya Nathan pun kini naik ke atas bahu Nathan.

__ADS_1



Mereka berdua terus saling menatap tanpa berkedip, seakan-akan mereka sedang berbicara lewat hati mereka masing-masing.



"Cantik sekali kamu sayang, andai saja aku sudah menyelesaikan kuliah, aku akan langsung melamar dan menikahi mu." gumam bathin Nathan.



Anggar dan Ara memang sudah mengetahui Nathan inggin melamar Dira, tapi Anggar meminta Nathan untuk menyelesaikan kuliah nya dulu dan meneruskan perusahaan nya baru boleh melamar Dira.



Nathan memang anak yang penurut dari sejak kecil, jadi dirinya akan memenuhi keinginan orang tua nya dan menahan keinginan nya untuk segera melamar Dira.



"Kamu tampan sekali sayang, ah aku hanya bisa mengucapkan nya di hati saja, karena aku malu harus memanggil nya dengan panggilan sayang." gumam bathin Dira.



"Mata kamu, hidung kamu, indah untuk di pandang, dan bibir kamu, ah aku ingin sekali merasakan bibir kamu yang seksi ini." gumam bathin Nathan sambil terus menatap bibir nya Dira.



"Aku suka sekali sama paras wajah kamu sayang, tatapan kamu yang seperti elang membuat aku selalu terpana, hidung kamu yang mancung seakan-akan aku ingin mencubit nya selalu, dan bibir kamu ah kenapa aku ingin merasakan bibir nya kak Nathan\>' gumam bathin Dira.



Entah dorongan darimana Nathan dengan secara perlahan mendekatkan bibir nya ke bibir Dira.



Seakan Dira sudah paham apa yang akan di lakukan Nathan dan juga entah dorongan dari mana Dira pun bukan menghindar tapi dia malah memejam kan kedua mata nya seperti dia sudah siap menyambut bibir nya Nathan.



Nathan yang melihat mata Dira terpejam pun semakin mendekatkan bibir nya.



"Ehem." Raka pun berdehem.



"Wah pah, ada yang mau di nikahin juga rupanya." teriak Byan.



Nathan dan Dira pun kaget dan langsung melepaskan pelukan nya dan menjaga jaga diantara kedua nya.



"Apa sih kak." ucap Dira dengan wajah yang sudah merah karena malu kepergok keluarga nya.



""Kenapa kalian pada berdiri, ayo duduk." ucap Ayu yang mencairkan suasana.



"Apa kabar om, tante, maaf saya sudah mengganggu waktu nya, saya kesini hanya mau melihat keadaan Dira saja.



Ucap Nathan sambil mencium telapak tangan Raka dan Ayu.



"Mau melihat keadaan Dira apa lagi kangen?" tanya Putri.



"Kakak ipar." ucap Dira dengan sedikit di tahan.



"Sudah-sudah jangan berdebat, ayo nak silahkan duduk." ucap Ayu, lalu mereka pun duduk di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2