Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Siap


__ADS_3

"Mas, aku takut lo." ucap Fani sambil menutup seluruh tubuh nya dengan selimut tebal milik nya.



"Ngga usah takut Yang, aku janji aku akan pelan-pelan." ucap Farel sambil membuka selimut yang Fani pakai.



Aksi tarik menarik selimut pun terjadi hingga membuat Farel kesal di buat nya.



"Ya sudah kalau kamu menolak nya, aku tidur di luar." ucap Farel sambil turun dari tempat tidur.



"Mas," panggil Fani.



"Sudah lah, kalau kamu memang belum siap ngga apa-apa, aku akan menunggu nya." ucap Farel lalu pergi ke kamar mandi.



"Ya ampun, apa yang telah aku lakukan, aku kan sekarang sudah menjadi istri nya, dan mas Farel berhak memiliki nya." gumam Fani.



Farel menyalakan shower nya sambil terus mengusap kasar wajah nya.



"Ah, susah banget kalau nikah sama yang benar-benar masih gadis." gumam Farel sambil mengusap wajah nya.



Farel ngga habis pikir dengan Fani, padahal dia berhak atas Fani seutuh nya, karena sekarang dia sudah menjadi suami sah nya.



Fani yang masih di dalam selimut dengan hanya menggunakan bra dan underware nya, membuka ponsel dan searching tentang menjadi seorang istri yang baik dan apa yang harus dilakukan di malam pertama nya.



Fani dengan begitu serius nya membaca artikel semua yang ingin Fani tahu.



"Ya Allah aku sangat berdosa sekali." gumam Fani.



Fani pun berpikir dan akan membuat Farel tidak marah lagi dengan diri nya.



Fani menyingkap dan melempar selimut nya ke bawah ranjang, lalu berbaring dengan pose yang dia lihat barusan, agar Farel mau memaafkan nya dan mau melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami.



"Aku akan menahan rasa malu ku ini, agar aku tidak berdosa malam ini pada suamiku." gumam Fani sambil sedikit melakukan gaya yang se menggoda mungkin.



Pintu kamar mandi pun terbuka dan menampilkan seorang pria tampan dengan rambut nya yang basah dan handuk yang menutupi bagian bawah nya saja.



Farel terkejut melihat pose Fani di atas tempat tidur, yang sangat menggoda iman nya.



Adik kecil nya yang dengan susah payah dia tidur kan, kini kembali terbangun begitu melihat tubuh seksi yang putih dan mulus milik istri nya.



"Seksi nya istriku." gumam bathin Farel sambil dengan susah payah menelan saliva nya.



"Sayang kemarilah, aku mau minta maaf." ucap Fani dengan suara yang dibuat semanja mungkin.


__ADS_1


Farel seakan terhipnotis dengan panggilan dari Fani, dirinya pun langsung menghampiri Fani tanpa berkedip sedikit pun.



"Sini duduk sayang." ucap Fani sambil menepuk kasur di depan nya.



"Ada apa." ucap Farel dengan sedikit ketus.



"Duduk dulu dong sayang nya aku." ucap Fani sambil menarik tangan nya Farel.



Farel pun duduk di depan Fani dengan posisi miring.



Fani bangun dari terbaring nya, tangan nya menyentuh dan mengelus lembut dada Farel.



"Aku minta maaf ya sayang, bukan maksud aku menolak kamu, tapi tolong mengertilah, ini untuk pertama kali nya buat aku, jadi aku masih malu dan masih takut.



Farel hanya terdiam sambil menahan gejolak rasa yang kembali muncul di tubuh nya.



"Aku tahu kalau kamu marah karena sikap ku tadi, tapi detik ini juga aku akan menyerahkan semua yang ada padaku hanya untuk suamiku tersayang ini." ucap Fani sambil duduk di atas pangkuan Farel.



Dada Fani yang menyentuh dada Farel dan adik kecil nya yang menyentuh sesuatu milik Fani semakin meronta-ronta di buat nya.



"Mas, ajari aku melakukan nya, bimbing aku sampai aku bisa mengimbangi dan memuaskan kamu." bisik Fani lalu mencium lembut bibir Farel dengan kedua tangan nya yang memeluk leher Farel.




Fani sedikit menggigit bibir Farel yang hanya terdiam saja dari tadi hingga Farel pun membuka bibir nya.



Fani berusaha untuk terus \*\*\*\*\*\*\* bibir Farel padahal baru kali ini dia melakukan nya.



"Aku beruntung mendapatkan ciuman pertama mu sayang, kaku sekali ciuman kamu ini." gumam bathin Farel,



Karena Farel yang hanya diam saja, Fani pun semakin berani untuk menyentuh adik kecil nya Farel yang sudah tegang itu.



Fani pun bermain-main di sana hingga membuat Farel sudah ngga tahan lagi.



"Sayang, apa benar kamu sudah siap melakukan nya?" tanya Farel dengan nafas yang sedikit memburu.



"Aku siap mas, tubuh ini milik kamu." jawab Fani



Farel pun tidak menyia-nyiakan nya dan langsung \*\*\*\*\*\*\* bibir Fani yang mulai menjadi candu buat diri nya.



Tubuh keduanya semakin panas, Farel pun menurunkan Fani dari pangkuan nya lalu membaringkan nya.



Tanpa terasa kini kedua nya sudah tanpa sehelai benang pun di tubuh nya dan Farel sudah berada di atas tubuh Fani.

__ADS_1



"Kamu sudah siap Yang?" tanya Farel sambil menatap wajah Fani dengan sendu.



Fani hanya mengangguk karena merasa ingin mengeluarkan sesuatu dari bawah sana,.



"Kamu tahan ya sayang, terserah kamu mau jambak mas atau mau tampar mas, karena di awal pasti sakit." ucap Farel.



Fani pun kembali mengangguk kan kepala nya.



"Siap ya Yang." ucap Farel, lalu mulai melancarkan aksi nya.



Dengan perlahan dan penuh kelembutan Farel melakukan nya.



"Aduh kok susah ya sayang, tahan sedikit ya sayang." ucap Farel yang sudah kedua kali nya masuk tapi belum sepenuh nya karena masih sempit.



Dengan tanpa ragu lagi dan sedikit menghentak kan nya, akhir nya Farel pun berhasil memasukan adik kecil nya dan membuat Fani sedikit menjerit karena kesakitan, dan tanpa terasa air mata nya turun.



Farel pun terdiam menahan nya, karena melihat Fani yang kesakitan sampai menangis.



"Maaf kan aku sayang, sakit ya?" tanya Farel sambil menghapus air mata Fani.



"Ngga apa-apa mas lanjut saja." ucap Fani sambil tersenyum.



"Kamu yakin Yang?"



Fani pun mengangguk, "Lanjut saja mas."



Farel pun kembali bersiap untuk melancarkan aksi nya yang akan membawa Fani mencapai nikmat nya surga.



Farel sedikit demi sedikit menggerak kan tubuh nya dengan secara perlahan hingga rasa sakit yang Fani rasakan berubah menjadi rasa yang benar-benar baru Fani rasakan.



Kedua nya menikmati malam pertama mereka menjadi suami istri, Fani terus dibuat melayang oleh Farel hingga suara ponsel terdengar nyaring di telinga Fani, karena ponsel Farel berada tepat di samping telinga nya.



"Mas, Putri." ucap Fani sambil memberikan ponsel nya kepada Farel.



Farel menghentikan sejenak aksi nya lalu menerima panggilan dari Putri karena takut ada apa-apa.



"Iya dek." ucap Farel sambil mengatur nafas nya tanpa melepas kan adik kecil nya dari dalam goa.



"Udah unboxing belum kak?" tanya Putri.



"Ini lagi tanggung, jadi jangan ganggu." ucap Farel lalu mematikan ponsel nya.

__ADS_1


__ADS_2