Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Ide Caca


__ADS_3

Akhir nya ijab kabul pun selesai dan kini Putri sudah sah menjadi istri nya Byan.



"Terimakasih banyak pak penghulu sudah menikahkan anak kami, jika berkenan mari kita mencicipi hidangan yang sudah kami sediakan." ucap Raka.



"Sama-sama pak, itu sudah menjadi kewajiban kami, dan mohon maaf sekali bukan nya kami menolak rezeki, tapi kami sudah ditunggu sama pengantin lain nya yang mau menikah hari ini juga." jawab pak Selamet.



"Sekali lagi terimakasih banyak ya pak." ucap Fadil.



"Sama-sama pak, kalau begitu kami permisi, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah." ucap pak Selamet lalu pergi meninggalkan kediaman Raka.



"Kita makan dulu, sebab kita semua sudah melewatkan sarapan pagi kita." ajak Raka.



Farel sudah ngga sabar sebenar nya ingin segera mendengar cerita yang sesungguh nya dari Byan, tapi demi menghormati Raka pemilik rumah serta sahabat orang tua nya, Farel pun dengan sabar menunggu waktu yang tepat untuk membawa Byan ke kantor polisi.



Kini mereka semua sedang menikmati sarapan yang sudah terlewatkan, Putri pun mengambilkan makanan buat Byan yang sudah menjadi suami nya kini.



Kedua orang tua mereka saling menatap dengan senyuman yang mengembang di bibir nya melihat perlakuan Putri.



Sambil malu-malu Putri memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan itu.



"Ini kak, makan dulu." ucap Putri sambil memberikan piring yang sudah di isi makanan.



"Makasih Put." jawab Byan singkat, padahal hati nya bahagia banget di perlakukan seperti itu sama Putri.



"Ngga salah aku selalu menjaga kamu dari kecil, dan kini kamu sudah menjadi bagian dalam hidup ku." gumam bathin Byan sambil menatap Putri.



"Kapan makan nya kak? Jangan di tatap terus, ngga bakalan kenyang." Dira pun menggoda kakak nya.



"Apa sih dek." jawab Byan dan langsung menyantap makanan nya.



Mereka semua yang ada di ruang makan tersebut tersenyum melihat kelakuan anak-anak nya termasuk Farel dan pak Rizal.



"Aku percaya seratus persen kalau Byan tidak melakukan apa yang dilaporkan oleh pak Bagas, aku melihat keluarga ini semua nya baik dan erat sekali kekeluargaan mereka." gumam bathin pak Rizal sambil menikmati makanan nya.

__ADS_1



"Mudah-mudah han semua yang dilaporkan keluarga pak Bagas tidak benar, aku ngga sanggup harus melihat Putri sedih." gumam bathin Farel sambil melihat ke arah adik nya yang selalu tersenyum.


*


*


"Dira sama Putri kemana ya? Kok dari pagi aku ngga melihat nya?" gumam bathin Nathan sambil melihat ke sekeliling kantin.


"Byan sama Sandi juga pada ngga ada, pada kemana sih mereka, di hubungi ngga ada yang menerima nya satu pun." Nathan terus bertanya-tanya dengan keberadaan mereka kini.



Ini memang hari Minggu, tapi mereka tetap masuk karena ada tambahan kelas sebelum Yudisium.



"Nat, kamu lihat Byan ngga?" tanya Caca.



"Ngga, ini juga aku lagi nyariin mereka, tapi memang dari pagi juga ngga masuk kelas, mungkin mereka memang ngga masuk kali." jawab Nathan.



"Hai Ca, hai Nat, lagi pada ngapain kalian berdua?" tanya Cintya sedikit cemburu melihat Caca lagi bersama Nathan.



"Ngga usah cemburu Cin, aku cuma nanyain Byan kok." jawab Caca sambil tersenyum.



"Apa sih Ca, kita ngga ada hubungan apa-apa ya." ucap Nathan lalu pergi meninggalkan Caca dan Cintya.




"Sabar saja, Byan juga sama seperti itu, dia ngga pernah melirik aku walaupun sedikit saja, tapi kita ngga boleh menyerah begitu saja, bila perlu kita melakukan yang lebih biar kita mendapat kan mereka." ucap Caca.



"Melakukan yang lebih bagaimana?" tanya Cintya yang belum paham dengan perkataan Caca.



"Sini aku bisikin." ucap Caca pelan, Cintya pun mendekatkan telinga nya ke bibir Caca.



"Gimana?" ucap Caca setelah membisikan sesuatu pada Cintya.



"Gila, ide mu sungguh gila Ca, aku ngga berani aku takut." ucap Cintya.



"Ngga perlu takut kita kan bisa pakai pengaman sebelum melakukan nya." ucap Caca.



"Ngga, aku ngga setuju dan ngga mau melakukan nya, bisa-bisa aku di coret dari kartu keluarga kalau melakukan nya." jawab Cintya.

__ADS_1



"Ah payah, asal kamu tahu aku sudah pernah melakukan nya dulu bareng mantan aku." bisik Caca.



"Serius? Terus gimana?" tanya Cintya yang penasaran.



"Serius, ya ngga gimana-gimana, kita menikmatinya dan itu perlu kamu coba, rasanya nagih lo." jawab Caca.



"Gila kamu Ca." ucap Cintya.



"Sudah lah kamu ngga usah polos juga Cin, agresif dikit ngga apa-apa, kalau kamu mau lihat tutorial nya pasti kamu ingin melakukan nya." ucap Caca.



"Memang nya ada tutorial nya gitu?" tanya Cintya.



"Ada lah, kalau kamu ingin melihat nya, pulang dari kampus kamu ke kontrakan ku, akan aku kasih lihat kamu, aku punya banyak koleksi." jawab Caca.



"Gila ternyata kamu suhu juga ya? Ucap Cintya.



"Dengarkan aku ya Cin, wanita yang ada di sini setengah nya sudah ngga perawan lagi, aku yakin itu, dan bahkan tujuh puluh persen bisa jadi mereka sudah ngga perawan." ucap Caca dengan pelan.



"Ngga mungkin lah Ca, masa sih seperti itu?" tanya Cintya.



"Ya, dan kalau kamu sudah melihat tutorial nya, aku yakin kamu ingin mencoba nya." jawab Caca.



"Memang nya kamu dulu sebelum melakukan nya kamu melihat tutorial dulu?" tanya Cintya.



"Ya, waktu itu aku lagi di kos san pacar ku, dia memutarkan tutorial itu, dan aku yang baru pertama kali melihat nya merasakan getaran aneh pada tubuh ku, di dalam tubuh ku ini serasa ada yang ingin meledak keluar, dengan perlahan pacarku membimbing aku untuk mencoba tutorial yang sudah kita tonton itu, awal nya aku menolak nya dengan keras tapi pacarku terus meyakinkan aku kalau semua akan baik-baik saja dan semua akan terasa nikmat dan ingin melakukan lagi setelah nya." jawab Caca.



"Terus pas begitu melakukan nya kamu merasakan sakit ngga?" tanya Cintya yang makin penasaran dengan cerita dari Caca.



"Awalnya memang sakit, karena itu adalah yang pertama buat aku, tapi sakit nya cuma sebentar saja, setelah itu aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, dan setelah semua hasrat tersalurkan tubuh kita terasa enteng dan pikiran kita terasa ringan." jawab Caca.



"Apa benar semua yang diucapkan Caca? Kenapa aku jadi penasaran begini ya?" gumam bathin Cintya.


__ADS_1


"Sudah ngga usah banyak berpikir, nanti kamu ikut aku ke kontrakan aku, aku akan kasih lihat kamu semua koleksi yang aku punya." ucap Caca.


__ADS_2