Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Perasaan Nathan


__ADS_3

"Glen, Galih kalian ikut kesini juga." teriak Dira sambil tersenyum.



"Ya kesini lah sayang, aku kan ingin melihat keadaan kamu." ucap Glen yang sengaja ingin membuat Nathan cemburu, Glen pun langsung memeluk Dira.



"Apa-apaan sih, sok peduli padahal datang kesini juga ngga langsung melihat nya, cowok seperti ini di pertahankan." gumam bathin Nathan dengan wajah cemburu nya.



Sedangkan keluarga Andre dan keluarga Raka sangat aneh melihat tingkah Glen yang seolah-olah dia adalah kekasih nya Dira.



Andre pun menatap tajam ke arah G;len anak nya, tapi Glen langsung memberi kode dengan lirikan matanya yang membuat Andre langsung paham apa yang telah di lakukan anak nya.



"Kalian ngga punya etika ya? di depan banyak orang main peluk-peluk saja." ucap Nathan dengan nada suara yang menahan kesal.



"Memang nya gue salah ya meluk dia?" tanya Glen.



"Ngga salah sih kalau lo memang sangat serius sama Dira, tapi kalau lo cuma main-main mending lepaskan saja Dira." jawab Nathan.



Semua yang hadir di ruang makan untuk makan bersama malah asik nonton drama percintaan diantara mereka bertiga.



"Apa urusan lo? Gue mau serius atau ngga itu urusan gue." ucap Glen.



"Glen, apa-apaan sih kamu ini." bisik Dira.



"Kakak diam saja, aku ingin melihat dia itu benar ngga menyukai kakak." jawab Glen sambil berbisik juga.



"Ya gue sih kasihan saja sama Dira nya, kalau ternyata kekasih nya ini hanya mempermainkan nya." ucapan Nathan membuat mereka yang menonton drama nya tersenyum.



"Ternyata anak kita lagi cemburu pah." bisik Ara sambil tersenyum.



Ternyata anak kamu lagi bermain sandiwara." bisik Raka pada Andre.



"Kita lihat saja ending nya gimana." ucap Andre.



"Kak, kak Nathan seperti nya lagi cemburu deh." bisik Putri.



"Sebenar nya Nathan suka sama adek tapi dia masih gengsi untuk mengakui nya." jawab Byan pelan.



"Mempermainkan nya bagaimana? gue ini sangat menyayangi nya sampai kapan pun." ucap Glen.

__ADS_1



"Kalau lo benar-benar menyayangi nya kenapa lo tinggal dia waktu itu di cafe sehingga dia harus pulang malam sendirian? Terus begitu Dira menghilang kenapa lo ngga nyari dia? Dan sekarang lo datang kesini cuma duduk doang dan ngga ada sama sekali wajah khawatir lo ke Dira." ucap Nathan dengan nada sedikit agak tinggi.



"Gue sibuk, lagian sekarang kan gue udah berama dia, jadi ngga ada masalah dong, dia aja ngga komplain dan ngga marah sama gue, kenapa lo yang sewot." ucap Glen.



"Sudah lah Dir, kamu lepaskan cowok seperti ini, dia ngga akan pernah ada buat kamu, yang dia penting kan hanya kesibukan nya sendiri." ucap Nathan dengan penuh emosi.



"Terus yang akan selalu ada buat aku siapa kak?" tanya Dira yang terbawa drama dari Glen.



"Aku, aku akan selalu ada buat kamu, aku akan selalu menyayangi kamu, Dira sekarang lepaskan cowok itu dan jadilah pacar ku." ucap Nathan.



"Apa benar lo akan menjaganya? Apa benar lo mencintai nya?" tanya Glen.



"Ya gue akan menjaga nya sebisa dan semampu gue, dan gue sangat mencintai nya, jadi lo lepaskan saja Dira urus saja kesibukan lo itu." ucap Nathan dengan wajah serius nya.



"Gimana kak? Apa kakak mau menerima cinta pria pencemburu ini?" tanya Glen sambil tersenyum karena dia berhasil membuat Nathan mengungkap kan perasaan nya.



"Kak? Maksud lo?" tanya Nathan dengan wajah heran nya.



"Ya kakak, dia kan kakak sepupu gue." jawab Glen sambil tersenyum.




Semua orang pun tersenyum dengan tingkah laku Nathan dan Glen.



"Ternyata benar yang ada di pikiran mamah pah." ucap Ayu pada Raka.



"Kita bakal punya mantu lagi mah." ucap Raka sambil menggenggam tangan Ayu.



"Ternyata anak kita bisa bucin juga ya seperti papah nya." ucap Ara.



"Ya kan dia anak papah mah, kalau ngga bucin kayak papah nya berarti Nathan bukan anak papah." jawab Anggar.



"Kamu ini mas, bucin aja bangga." ucap Ara.



"Biarin yang penting bucin nya sama istri sendiri bukan sama istri orang." jawab Anggar.



"Berani-berani nya bucin sama istri orang mamah ngga bakalan kasih jatah selama nya." ucap Ara.

__ADS_1



"Ngga lah sayang, mas kan bucin nya hanya sama kamu." jawab Anggar lalu mencium tangan nya Ara.



"Pak, yang mengutarakan perasaan nya mereka kenapa bapak yang mencium tangan istri bapak?" tanya Fadil yang melihat kemesraan mereka berdua.



"Ya saya hanya mewakili nya, dari pada saya mencium tangan istri bapak." ucap Anggar sambil tersenyum jahil.



"Saya tembak anda kalau anda berani-berani nya mencium istri saya meskipun hanya tangan nya saja." ucap Fadil.



"Wah ternyata yang hadir di sini pada bucin semua ya sama istri nya." ucap Anggar.



Mereka pun tersenyum mendengar ucapan dari Anggar.



"Nah kan, akhirnya kak Nathan mengungkapkan perasaan nya, ah kak Nathan gentle sekali berani mengungkapkan perasaan nya di depan orang banyak, bahkan di depan para orang tua mereka." ucap Putri dengan pelan.



Byan yang merasa tersindir langsung mengambil bunga yang ada di meja sudut dan memberikan nya kepada Putri sang istri sambil bersimpuh.



Nathan yang melihat apa yang sedang di lakukan Byan pun berlari ke arah sudut yang di mana di setiap sudut tersimpan meja dan bunga plastik.



Nathan pun bersimpuh di depan Dira dengan bunga plastik milik dokter Mery.



"Dira, semenjak kamu masuk kampus dan aku melihat kamu, aku sudah menyukai kamu, perasaan ini ngga bisa di bohongi, aku memang sudah mencintai kamu, tapi selama ini aku mencintai kamu dalam diam, tapi pada kesempatan ini di depan mereka semua nya aku ungkap kan perasaan aku, Dira mau kah kamu jadi kekasih bahkan jadi istri aku?" tanya Nathan yang masih bersimpuh di depan Dira.



Dira pun merasa terharu dengan apa yang di lakukan Nathan, dengan perlahan Dira mengambil bunga yang di pegang oleh Nathan.



"Kakak menyatakan perasaan kakak sudah benar, tapi ini bunga dokter Mery yang kakak ambil dan ini ngga benar sama sekali, kakak kan dari orang berada, masa menyatakan perasaan bunga nya milik orang lain, ngga modal banget." ucap Dira.



"Ya kan ini darurat Dir, nanti setiap kakak bertemu sama kamu, kakak akan belikan bunga untuk wanita cantik yang selalu ada di hati kakak." ucap Nathan.



"Jangan diterima kak, dia ngga bermodal." ucap Glen.



Nathan yang kesal pun hanya menatap tajam pada Glen.



"Bagaimana Dir, apa kamu mau menerima kakak?" tanya Nathan sekali lagi.



"Aku mau kak." jawab Dira sambil mengangguk.


__ADS_1


Mereka pun semua tersenyum bahagia melihat nya.


__ADS_2