Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Lapor Balik


__ADS_3

"Kamu sudah siap menjelaskan semua nya di kantor polisi?" tanya Farel pada Byan.



"Saya siap kak." jawab Byan dengan jelas.



"Kalau begitu kamu ikut kakak sekarang juga." ucap Farel.



"Kita semua ikut." ucap Raka.



"Tapi kita hanya membutuhkan penjelasan dari Byan saja om." ucap Farel.



"Kamu salah nak, kamu bukan membutuhkan penjelasan dari Byan saja, tapi juga dari adik kamu Putri." ucap Fadil.



"Kenapa Putri ikut dalam masalah ini pak?" tanya Farel.



"Karena Byan melakukan semua itu karena menolong adik kamu Putri." jawab Fadil.



Sungguh Farel di buat bingung dengan masalah ini, dia hanya diam sambil berpikir.



"Ya sudah kalau begitu kita semua sekarang pergi ke kantor polisi, biar semua nya lebih jelas lagi." ajak pak Rizal.



"Sebentar aku ganti baju dulu, masa iya ke kantor polisi aku pakai kebaya." ucap Putri.



"Ya sudah kamu ganti baju dulu, pinjam baju Dira saja dulu nak." ucap Ayu.



"Ayo kakak ipar kita ganti baju." ajak Dira.



"Apa sih kak." ucap Putri malu-malu.



"Aku juga ganti baju dulu ya." ucap Byan lalu pergi ke kamar nya.



"Kak, aku takut kalau kak Byan masuk sel nanti nya." ucap Putri sambil mengganti baju nya.



"Tenang saja, aku yakin kakak ngga bersalah kok." jawab Dira.



"Kakak ipar bantu kak Byan ganti baju sana, kasihan lo kak Byan, masa udah punya istri tapi dia masih menyiapkan nya sendiri." ucap Dira.



"Jadi aku harus ke kamar nya kak Byan sekarang ya?" tanya Putri.



"Ya iya lah, kan semalam juga kakak sudah masuk ke kamar kak Byan, pelukan lagi sambil tidur." ucap Dira sambil tersenyum.



"Apa sih kak, ya sudah kalau gitu aku ke kamar kak Byan dulu." ucap Putri.



"Jangan lama-lama ya kakak ipar, soalnya kita sudah di tunggu di bawah, jangan bermesraan dulu tahan ya" Dira pun menggoda Putri.


__ADS_1


"Apa sih kak, udah ah aku pergi dulu." ucap Putri lalu pergi menuju kamar Byan.



"Kak, ada di dalam ngga?" teriak Putri sambil mengetuk pintu kamar Byan.



"Masuk saja ngga di kunci." jawab Byan dari dalam.



Putri pun dengan perlahan membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar Byan.



"Kak, udah selesai?" tanya Putri.



"Sudah, kenapa?" tanya Byan.



"Ngga, ya udah kalau gitu ayo kita ke bawah." jawab Putri.



"Tunggu dulu Put." ucap Byan.



"Ada apa kak?" tanya Putri.



"Kita bareng ke bawah nya, masa suami istri jalan nya pisah." jawab Byan.



Putri pun hanya mengangguk kan kepala nya lalu berjalan di samping Byan.



Mereka berjalan melewati kamar nya Dira, dan mereka tidak menyadari kalau Dira masih ada di kamar nya dan kini sedang berjalan dengan melangkah secara perlahan.




Dengan gerakan perlahan Dira menarik tangan mereka berdua, lalu menautkan nya sehingga mereka kini saling berpegangan.



"Ehem, permisi numpang lewat." ucap Dira sambil tersenyum.



Seketika itu juga Putri melepaskan tangan nya, karena merasa kepergok oleh Dira.



"Eh, kenapa di lepas? Kalian kan udah sah, kalian itu sudah halal mau ngapain juga, dan bagus nya kalau pengantin baru itu jalan nya seperti ini." ucap Dira sambil menarik tangan Byan dan di letakan di pinggang Putri.



Putri pun hanya diam dengan kelakuan ipar nya, mau berontak pun percuma karena apa yang diucapkan Dira benar adanya.



"Ayo kita berangkat bulan madu, eh salah kita berangkat ke kantor polisi." ucap Dira sambil tertawa.



Semua yang mendengar celotehan Dira pun tertawa termasuk Byan dan Putri sambil menahan rasa malu nya.


*


*


Sandi dan Dela pun keluar dari kamar mandi bersamaan.


"Kurang enak lo Sayang kalo cuma gitu doang?' ucap Sandi sambil mengeringkan rambut nya yang masih basah.



"Ya mau gimana lagi? Nanti kalau aku sudah selesai aku kasih kamu yang lebih." jawab Dela.

__ADS_1



"Beneran ya? Awas jangan bohong." ucap Sandi.



"Bener lah, masa aku bohong, asal kamu mau bertanggung jawab." ucap Dela.



"Iya nanti aku akan bertanggung jawab, kamu tenang saja." jawab Sandi lalu mencium pipi Dela.



"Terus rencana hari ini mau kemana?" tanya Dela.



"Kita di rumah saja, lagian muka aku saja masih biru-biru begini gimana ketemu sama orang lain nanti." jawab Sandi sambil melihat muka nya di kaca.



"Ya sudah kalau gitu aku temani kamu saja lah." ucap Dela sambil meng gelayutkan tangan nya dengan manja.


*


*


Kini keluarga Byan dan keluarga Putri sudah berada di kantor polisi, dan Byan sedang menjelaskan yang sebenar nya terjadi.


"Nah itu lah yang sebenar nya terjadi, dan saya mengakui nya kalau saya yang telah menganiaya Sandi sampai babak belur." ucap Byan dengan jujur.



"Breng sek, andai kakak lagi ngga pakai seragam ini kakak akan bunuh dia sekarang juga." teriak Farel dengan penuh amarah.



"Sabar kak." ucap Fadil sambil mengelus punggung anak pertama nya itu.



"Kalau begini cerita nya kakak akan tuntas kasus ini sampai selesai, dan kakak jamin dia yang akan berakhir di balik jeruji." ucap Farel.



"Benar dugaan ku, ngga mungkin pak Fadil sesantai itu kalau Byan yang bersalah." gumam bathin pak Rizal.



"Ya sudah kalau begitu sekarang kita lapor balik, ayo nak, kita laporkan cowok itu biar tahu rasa." ucap Fadil.



Akhirnya Putri melaporkan semua yang terjadi dari awal sampai dia terbangun dan berada di kamar nya Byan.


"Begitulah pak, hingga saya sekarang telah sah menjadi istri nya kak Byan." ucap Putri pada pak Rizal yang mencatat semua laporan dari Putri.


"Pak Rizal kita tuntaskan kasus ini, saya mau anak nya pak Bagas di hukum." ucap Farel.



"Pak Farel tenang saja, kita akan menuntas kejahatan sampai akar nya." jawab pak Rizal.



"Apakah ini pak Bagas yang dari perusahaan xxxx?" tanya Raka.



"Iya benar pak." jawab pak Rizal.



"Baik kalau begitu hari ini juga saya akan memutuskan kerja sama dengan dia." ucap Raka sambil mengambil ponsel nya.



"Thanks ya Yan, kamu sudah menolong Putri, dan aku minta maaf atas sikap aku tadi." ucap Farel.



"Ngga apa-apa kak, aku ngerti kok. Andaikan aku juga ada di posisi kakak, pasti sama seperti kakak." jawab Byan.



"Kakak minta kamu selalu menjaga Putri, jangan sakiti hati dan fisik nya, kalau kamu sedang marah sama Putri lebih baik kamu pergi menghindar dari Putri." ucap Farel sambil menepuk bahu Byan.

__ADS_1



"Baik kak, aku akan selalu menjaga Putri adik kakak sebisa dan semampu ku." jawab Byan.


__ADS_2