Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Mencari Pelaku


__ADS_3

"Pah, kalian dengar kan rekaman ini, ternyata pelaku nya teman-teman kita." ucap Byan sambil memberikan ponsel nya kepada Raka.



Raka pun memutar rekaman pengakuan dari Dira dan Putri, Farel terlihat marah ketika mendengar semua penuturan dari adik nya.



"Brengsek wanita-wanita itu, kamu tahu rumah mereka?" tanya Farel.



"Kalau rumah nya aku ngga tahu, tapi mereka juga anak kampus bahkan ada yang sekelas sama Byan." jawab Byan.



"Kalau begitu kamu datangi pihak kampus lalu minta alamat mereka masing-masing." ucap Fadil.



"Benar yang dibilang pak Fadil, kalian cari tahu alamat mereka lewat pihak kampus, pasti ada data-data mereka di sana." ucap Andre.



"Ya sudah sekarang kita ke kampus, kita cari malam ini juga sebelum mereka melarikan diri." ucap Farel lalu berdiri.



"Baiklah aku temani kakak." ucap Byan sambil ikut berdiri.



"Kalau begitu kita pamit dulu ya pak, om." pamit Farel lalu mencium telapak tangan Raka dan Fadil.



"Om minta kamu tangkap semua perempuan itu, belum tahu mereka berhadapan dengan siapa." ucap Raka dengan tatapan amarah nya.



"Baik om, akan saya usaha kan, saya juga merasa sakit hati mendengar semua ini." ucap Farel.



Farel pun pergi bersama Byan dengan harapan ke empat wanita itu tertangkap malam ini juga.



"Cemilan nya datang." teriak Ayu sambil menatap cemilan yang dia bawa.



"Lo, Farel kemana pak?" tanya Nisa sambil menata minuman.



"Farel sama Byan pergi mencari alamat para wanita yang sudah menganiaya Putri dan Dira." jawab Fadil.



"Memang nya mereka sudah mengetahui para pelaku nya?" tanya Siska.



"Sudah, tadi Putri dan Dira menceritakan semua kejadian nya kepada Byan." jawab Raka.



"Bagus lah biar cepat di tangkap mereka, seenak nya saja membuat anak orang babak belur sampai pingsan." ucap Sandra.



"Terus Putri dan Dira nya sekarang dimana?" tanya Ayu.



"Tadi kata Byan lagi pada istirahat di kamar nya Dira." jawab Raka.


__ADS_1


Ayu pun mengangguk tanda mengerti, mereka pun berbincang-bincang ditemani hasil cemilan para istri nya.



Sedangkan di dalam kamar Dira, Putri dan Dira ngga bisa tidur, mereka malah berbincang-bincang sambil rebahan.



"Kak, kak Nathan soswit ya, nembak kakak secara langsung di depan keluarga kita." ucap Putri.



"Kakak juga ngga nyangka, ini semua campur tangan dari Glen, kalau saja Glen tadi ngga bersikap seperti itu mungkin saja kak Nathan ngga bakalan mengungkap kan perasaan nya." ucap Dira.



"Kelihatan ya kak kalau kak Nathan cinta banget sama kakak, belum jadian saja cemburu nya sudah seperti itu, apalagi kalau sudah jadian." ucap Putri.



"Entahlah Put." ucap Dira sambil meraih ponsel nya karena ada panggilan yang masuk.



"Siapa kak?" tanya Putri



"Kak Nathan." jawab Dira sambil memperlihatkan layar ponsel ke Putri.



"Angkat kak, cie yang sudah punya pacar, pasti setiap hari teleponan." ucap Putri.



Dira hanya mendelik sambil menerima panggilan dari Nathan.



Sementara Farel dan Byan baru saja sampai di kampus nya.




"Gue lagi mau mencari alamat Cintya dan teman-teman nya." jawab Byan dengan wajah yang menahan amarah nya.



"Memang nya lo mau ngapain dengan mereka?"tanya Nathan heran.



"Asal lo tahu, yang melakukan penganiayaan terhadap Putri dan Dira adalah Cintya dan teman-teman nya." jawab Byan.



"Brengsek tuh si Cintya, kalau gitu gue ikut." ucap Nathan.



Farel, Byan dan Nathan pun masuk ke dalam kampus, pihak kampus pun melayani mereka dengan baik.



Setelah mendapat kan alamat ke empat wanita tersebut, mereka pun langsung menemui mereka ke alamat masing-masing.



"Kita ke kontrakan Caca dulu, soalnya rumah dia yang paling dekat diantara mereka." ucap Byan.



"Oke." jawab Nathan, karena untuk pencarian mereka Nathan lah yang membawa mobil nya, untuk tidak membuat khawatir orang tua nya, sebelum berangkat mecari ke empat wanita sadis itu Nathan menghubungi Anggar dan Ara.



"Kalian tahu apa motif dari penganiayaan yang sudah di lakukan mereka pada Putri dan Dira?" tanya Farel.

__ADS_1



"Ngga tahu kak, yang aku tahu kita ngga ada masalah apapun sama mereka, apalagi Putri dan Dira, mereka kan anak baru jadi ngga mungkin lah mereka berdua membuat ulah." jawab Byan.



"Benar yang di bilang Byan kak, selama ini kita baik-baik saja kok." ucap Nathan.



Farel pun terdiam, dia tidak habis pikir dengan kelakuan ke empat wanita tersebut.



"Nat, kayak nya yang itu deh rumah nya." ucap Byan sambil menunjuk sebuah rumah.



Nathan pun menepikan mobil nya lalu mematikan mesin nya.



"Coba kita tanya orang itu, barangkali dia mengenal nya." ucap Nathan sambil turun dari mobil.



"Permisi, maaf mengganggu apa benar ini rumah nya Caca?" tanya Nathan sopan.



"Ini bukan rumah nya neng Caca, tapi ini rumah haji Romli yang di kontrak sama neng Caca." jawab orang yang menempati kontrakan sebelah kontrakan nya Caca.



"Iya kali pak, soal nya saya ngga tahu," jawab Nathan sambil tersenyum.



Terdengar suara pintu kontrakan Caca terbuka dan menampak kan Caca yang sudah rapih dengan koper yang berukuran sedang gi tangan nya.



"Kak, itu yang bernama Caca, seperti nya dia mau pergi." ucap Byan sambil menunjuk ke arah Caca.



"Kita samperin dia sebelum dia pergi, seperti nya dia mau melarikan diri." ucap Farel lalu turun dari mobil nya di ikuti oleh Nathan.



"Mau pergi kemana lo Ca?" tanya Nathan sambil menatap tajam ke arah Caca.



Caca sungguh kaget melihat sosok Nathan yang ada di hadapan nya kini, spontan dia mau kembali masuk, tapi sebelum pintu nya tertutup Nathan sudah menghadang dengan kaki dan tangan nya.



"Mau kemana kamu, buka pintu nya, jangan lari kamu." teriak Nathan sambil berusaha membuka pintu nya.



"Mas ada apa ini? Jangan seperti itu ya, kalau ngga saya akan panggil warga di sini karena mas sudah membuat keributan." ucap bapak yang tadi berbicara sama Nathan.



"Saya polisi, saya kesini mau menangkap saudara Caca karena terlibat penganiayaan terhadap dua mahasiswa." ucap Farel sambil menunjuk kan kartu kepolisian nya.



Bapak itu langsung terdiam dan hanya bisa melihat apa yang terjadi di depan nya.



"Kak aku sudah menangkap nya." ucap Nathan sambil memegang kedua tangan Caca yang dia simpan di belakang punggung Caca sendiri.



"Lepaskan, aku tidak salah." teriak Caca sambil berontak berusaha untuk melepaskan tangan nya dari pegangan Nathan.

__ADS_1



"Bawa dia ke kantor." teriak Farel dengan menahan amarah nya.


__ADS_2