Kala Cinta Melanda

Kala Cinta Melanda
Menikah untuk beribadah


__ADS_3

"Ada apa Abi?" tanya Umi Fadilah yang sempat sekilas mendengar pembicaraan suaminya lewat telepon dengan seseorang.


"Ustadz Bilal barusan nelepon. Dia membatalkan perjodohan Furqon dan Yasmin" jawab Abi Munzir.


"Kenapa?" tanya Umi Fadilah kaget.


"Katanya putrinya yang lain tersakiti dengan perjodohan itu. Abi juga kurang mengerti maksudnya bagaimana" jawab Abi Munzir lagi.


Umi Fadilah mengerutkan keningnya."Apa Furqon sudah mengetahuinya?."


"Abi gak tau, tapi sepertinya belum."


Umi Fadilah pun terdiam sambil berpikir, kemudian berbicara." Bagaimana kalau kita pergi ke rumah Ustadz Bilal?. Kita tanyakan ada apa sebenarnya?. Kenapa memutuskan perjodohan Furqon dan Yasmin secara tiba tiba begini?."


"Katanya putrinya yang lain tersakiti dengan perjodohan ini. Apa adik Yasmin yang di maksud Ustadz Bilal." Ustadz Munzir menjeda kalimatnya sebentar." Umi, apa Furqon dan adik Yasmin menjalin hubungan secara diam diam?. Telephon Furqon sekarang, Umi."


"Maksud Abi?."


"Telephon Furqon sekarang, Umi. Abi rasa Furqon pasti mengetahui sesuatu."


Dengan gerakan cepat, Umi Fadilah pun meraih handphonnya dari atas meja nakas, dan langsung melakukan panggilan telepon kepada Furqon.


"Assalamu alaikum, Umi" sapa Furqon langsung dari sebrang telephon, setelah panggilan teleponnya tersambung.


"Walaikum salam" balas Umi Fadilah.


"Ada apa, Umi?" tanya Furqon mengulas senyumnya di balik telepon.


"Ini, Abi kamu mau bicara." Umi Fadilah langsung memberikan handphonnya kepada Abu Munzir.


"Assalamu alaikum" sapa Abi Munzir saat benda pipih itu menempel di telinganya.

__ADS_1


"Walaikum salam, Abi. Ada apa Abi. Apa Abi ingin menitipkan sesuatu?" tanya Furqon, berpikir ada apa dengan kedua orang tuanya yang menghubunginya secara tiba tiba, padahal Furqon Baru sampai di Mesir.


"Ustadz Bilal membatalkan perjodohanmu dengan Yasmin" ucap Abi Munzir.


Furqon yang berada di balik telepon langsung terdiam, dan menunggu Abi Munzir melanjutkan kalimatnya.


"Alasannya, putrinya yang lain tersakiti dengan perjodohanmu dengan Yasmin. Yang ingin Ayah tanyakan, apa kamu mengetahui sesuatu, atau kamu menyembunyikan sesuatu kepada Abi dan Umi kamu?."


Furqon yang berada di balik telephon terdiam sejenak dengan kening mengerut mengingat tentang Annisa yang sering mengganggunya. Annisa yang dia tau mencintainya, yang akhir akhir ini patah hati karena mengetahuinya sudah di jodohkan dengan Yasmin.


"Furqon, kenapa kamu diam, Nak?" tanya Umi Fadilah karena tidak mendengar suara Furqon menjawab pertanyaan sang Abi.


"Kalau memang itu lebih baik, gak apa apa Umi, Abi" jawab Furqon.


"Yang Abi tanyakan, apa kamu mengetahui sesuatu atau menyembunyikan sesuatu dari Abi dan Umi kamu?" tanya ulang Abi Munzir.


**


Di tempat lain, setelah menelepon Abi Munzir, Ustadz Bilal pun melakukan panggilan telepon kepada putri sulungnya yang melanjutkan pendidikannya di Mesir.


Yasmin yang berada di balik telepon, dari tadi terdengar menangis terisak.


"Gak apa apa Yah!" ucap Yasmin lirih.


Setelah mengetahui perjodohan itu, selama ini Yasmin sudah belajar untuk mencintai Furqon. Selalu mengingatkan dirinya, kalau dia akan di serahkan kepada laki laki yang bernama Furqon, akan di nikahkan dengan laki laki itu.


Mendengar tangisan Yasmin dari tadi, berhasil membuat hati Ustadz Bilal terasa perih.


'Ya Allah, ampuni kesalahanku, sudah mendahului MU. Melakukan perjodohan kepada putriku, lupa dengan kepastian takdir yang akan ENGKAU berikan kepada putriku. Kalau jodoh, maut dan rejeki itu adalah ketetapan MU ya Allah. Ampuni aku, ampuni aku, ampuni aku.'


Tanpa sadar Ustadz Bilal menangis terisak, sadar sudah melakukan kesalahan besar, telah membuat hati ke dua putrinya terluka karena perjodohan itu.

__ADS_1


"Ayah!" Annisa yang dari tadi berdiri di ambang pintu kamar orang tuanya, berlari dan langsung menghambur memeluk Ustadz Bilal." Ayah gak perlu membatalkan perjodohan itu Yah. Kak Yasmin juga mencintai Ustadz Furqon, begitu juga dengan Ustadz Furqon Yah. Sedangkan Ustadz Furqon tidak mencintai Annisa sama sekali. Mereka saling mencintai Ayah" tangis Annisa.


"Annisa yang salah Ayah, Annisa yang gak bisa menjaga hati Annisa. Jangan menghukum Kak Yasmi karena kesalahan Annisa, Yah" ucap Annisa lagi.


"Tapi Ayah juga gak mau melihatmu terluka, Nak. Kalian putri putri kesayangan Ayah, tidak adil rasanya, jika Ayah membiarkan salah satu putri Ayah terluka demi kebahagiaan salah satunya. Lebih baik perjodohan itu di batalkan" balas Ustadz Bilal.


Yasmin yang masih setia mendengarkan di balik telepon, semakin terisak isak mendengar suara Annisa yang meminta Ayah mereka untuk tetap melanjutkan perjodohan itu. Annisa mengalah demi kebahagiaannya.


"Annisa, Kakak gak apa apa" ucap Yasmin dengan suara tercekat.


"Ustadz Furqon bilang sama Annisa, kalau dia mencintai Kakak. Ustadz Furqon mencintai Kak Yasmin. Aku yang salah" balas Annisa di selah selah tangisnya.


"Tapi bagaimana bisa Kakak menikah dengannya ?. Jika itu akan melukai hati kamu, Annisa. Ayah benar, lebih baik perjodohan itu di batalkan. Kakak gak apa apa, Kakak ikhlas. Mungkin kami tidak berjodoh." Yasmin mencoba menabahkan hatinya, untuk ikhlas melepas laki laki yang sudah terlanjur di simpannya di dalam hatinya selama ini. Laki laki yang sudah sempat di impikannya selama ini. Menghilangkan semua angan angannya selama ini, menjalani pernikahan dengan Furqon, pria tampan, pintar dan Soleh, beserta baik Budi pekertinya.


"Annisa juga sudah menemukan pria yang tulus mencintai Annisa, Kak. Dia juga sudah melamar Annisa kepada Ayah. Kalau Ayah mengijinkan, Annisa juga akan menikah dengan cowok itu. Orangnya tampan, pintar, kulitnya putih, dia mirip Opa Korea. Orangnya juga baik dan Soleh. Huh! coba cowok itu lebih cepat mengungkapkan perasaannya pada Annisa. Pasti Annisa tidak sampai salah jatuh cinta" oceh Annisa mencoba mengulas senyumnya, meski hatinya sakit karena terpaksa harus berdusta.


"Annisa hanya jatuh cinta Kak. Tapi belum tentu mencintai" ucap Annisa lagi kepada Kakaknya, Yasmin."Annisa hanya butuh waktu saja, Kak Yasmin tidak perlu berkorban sebesar ini untuk Annisa. Ustadz Furqon gak cinta sama Annisa. Dia mencintai Kakak, dia jatuh cinta dengan Kakakku yang cantik dan baik ini." Annisa melap air matanya saat mengatakan itu.


"Ayah, jangan membatalkan perjodohan mereka. Kak Yasmin dan Ustadz Furqon saling mencintai" ucap Annisa lagi kepada Ustadz Bilal.


"Tapi Nak...."


"Aku akan menikah dengan Shaka. Aku yakin, seiring berjalannya waktu, aku bisa move on dari Ustadz Furqon. Aku mohon sama Ayah, terima lamaran Shaka untukku, Yah." Annisa menurunkan tubuhnya di depan Ustadz Bilal, lalu meraih sebelah tangan Ayahnya itu, dan mengecupnya.


"Ayah, aku mohon." Annisa memandang Ayah nya dengan tatapan memohon.


"Kamu belum lulus SMA, Nak. Bagaimana bisa Ayah menikahkan mu secepat itu?." Ustadz Bilal menggeleng gelengkan kepalanya.


Menikah bukanlah perkara mudah. Menikah butuh kematangan pikiran, harus siap mental lahir dan batin beserta materi. Karena menikah bukan hanya menjalin hubungan sehari dua hari saja. Tapi mengikat diri untuk mencintai satu orang untuk selamanya.


"Kamu tidak mencintai Shaka, Nak. Kamu hanya menjadikan Shaka pelampiasan. Nanti kamu bisa menyakitinya, sayang."

__ADS_1


"Jika aku menikah karena cinta, maka jika rasa cinta itu hilang, pernikahanku pun akan hancur, Yah!" balas Annisa." Tapi di sini aku berniat menikah, untuk beribadah Yah." Annisa kembali menangis.


*Bersambung


__ADS_2