Kala Cinta Melanda

Kala Cinta Melanda
Benar benar mencintainya


__ADS_3

"Annisa, kamu di sini?."


Annisa yang memegang sapu halaman langsung menoleh ke arah Shaka yang baru keluar rumah.


"Udah mau berangkat?" tanya Annisa melihat Shaka sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


Hari ini dan sampai seminggu ke depan, Annisa libur sekolah, karena kelas tiga melaksanakan ujian kelulusan.


"Mau ngajak kamu sarapan" jawab Shaka mendekati Annisa.


"Sarapan apa?, kan kamu gak masak" ujar Annisa.


"Kita cari sarapan di luar aja." Shaka menarik tangan Annisa ke arah mobilnya yang masih berada di dalam garasi.


Setelah di dalam mobil, Shaka membingkai wajah Annisa dengan kedua telapak tangannya, lalu mengecup ngecup gemas bibir Annisa."Ngapain kamu lihatin si Bapak tukang sayur itu? Hm!."


"Ck! kan lihat doang, dan juga tadi si Bapak itu nanya, 'mau beli sayur Dek?' katanya. Aku jawab' gak Pak!' gitu. Setelah itu aku mikir, apa aku belajar masak aja ya?, gitu" jelas Annisa berbicara dengan bibir mengerucut.


"Tapi aku cemburu tau" Shaka ikut mengerucutkan bibirnya. Annisa menjadi mengulas senyum melihat wajah tampan Shaka begitu menggemaskan.


"Masa suamiku yang tampan bin ganteng ini cemburu sama si Bapak tukang sayur?" ucap Annisa.


"Kan si Bapak tukang sayur itu, cowok. Wajar dong aku cemburu. Mana tau selera istriku ini udah berganti sama cowok matang" jawab Shaka.


"Kalau cowoknya tampan, bisa jadi" balas Annisa.


"Merajuk nih aku" Shaka semakin mengerucutkan bibirnya.


Cup!


"Ayo jalan, nanti ke sekolahnya telat loh. Kan mau ngantar aku ke rumah mertua lagi" ucap Annisa setelah mengecup singkat bibir Shaka.


"Annisa" panggil Shaka tanpa melepas pandangannya dari wajah cantik Annisa.Annisa mengerutkan keningnya menunggu Shaka berbicara. Dan Shaka pun mengangkat satu tangannya, meletakkannya di dada Annisa.


"Apa aku sudah ada di dalam sini?" tanya Shaka. Berhasil membuat Annisa terdiam dan semakin menajamkan pandangannya ke wajah Shaka dengan jantung yang berdegub kencang.


Shaka pun menurunkan tangannya dari dada Annisa dan tersenyum masam.


"Gak apa apa, biar aku aja yang mencintaimu"ucap Shaka terlihat pasrah. Kemudian melakukan kendaraannya perlahan keluar dari pekarangan rumah.


Cup!


Kini Annisa mengecup pipi Shaka dari samping."Trimakasih sudah mencintaiku" ucapnya tersenyum, dan mengecup pipi Shaka lagi, bukan hanya sekali tapi bertubi tubi, berhasil membuat Shaka merekahkan senyumnya sampai menampakkan giginya yang berjejer rapi. Shaka pun meraih tubuh Annisa untuk bersandar di dadanya, kemudian mengecup kening Annisa sambil memperhatikan jalan di depannya.

__ADS_1


"Aku yang harus berterima kasih, karena sudah mendampingi hidupku, Annisa. Aku sangat berharap, kita mampu mengarungi rumah tangga ini sampai tua nanti" ucap Shaka.


Annisa mendongakkan wajahnya ke arah Shaka dan melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya itu.


"I lopiu!" ucap Annisa tersenyum manis.


Cup!


Satu kecupan pun mendarat di bibir Annisa yang imut.


"I lopiu juga!" balas Shaka.


Annisa semakin merekahkan senyumnya, dan terus memperhatikan wajah Shaka dari bawah dagu pria itu.


'Aku tidak menyangka, setelah pernah jatuh cinta kepada Ustadz Furqon, aku bisa mencintai pria lain. Hasna dan Salwa benar, mungkin aku waktu itu hanya jatuh cinta saja kepada Ustadz Furqon. Tapi kepada Shaka, aku benar benar mencintainya. Shaka sangat baik padaku, dengan sabarnya dia mencintaiku, meski ia tau sendiri awalnya aku tidak mencintainya' batin Annisa.


'Aku sangat mencintaimu, Annisa. Sampai aku rela mengorbankan masa remajaku demi bisa memiliki mu. Sampai aku gak peduli dengan diriku, demi membuatmu bahagia, Annisa. Semenjak mengenalmu, kau sudah menjadi tujuan hidupku selama ini, sayang. Di siang dan malam ku, hanya kamu yang ku minta pada Tuhan' batin Shaka.


Shaka pun menghentikan laju kendaraannya di sebuah warung penjual sarapan pagi di pinggir jalan.


"Ayo turun, kok masih diam?" ucap Shaka. Ia sudah membuka pintu di sampingnya, namun Annisa masih diam bersandar di dadanya sambil memandanginya.


"Semenjak kapan kamu mencintaiku?" tanya Annisa.


"Sekarang!" kekeh Annisa penasaran.


Shaka berdecak," setelah sarapan" ucapnya.


"Kelamaan"balas Annisa.


"Ceritanya panjang, sayang ku." Shaka mencubit gemas hidung Annisa."Lihat tuh, orang pada lihat ke sini semua. Mereka penasaran apa yang kita lakukan di dalam mobil ini."


Annisa langsung melepas pelukannya dari tubuh Shaka, menjauhkan tubuhnya dan langsung turun. Di ikuti Shaka keluar dari pintu sebelahnya.


"Eh dek Annisa dan Shaka?. Gak masak lagi kalian?" tanya si Bapak yang membantu istrinya berjualan sarapan pagi.


"Hehehe... iya Pak" jawab Annisa tertawa cengengesan.


Penjilat sarapan itu sudah sangat mengenali Annisa dan Shaka selama empat Bulan ini. Karena hampir setiap hari mereka membeli sarapan di tempat itu.


"Yang sabar Dek Shaka, nanti istrinya pasti bisa masak kok" ucap si Bapak penjual itu pada Shaka.


"Iya, Pak" balas Shaka tersenyum ramah, kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping Annisa.

__ADS_1


"Kalian pesan apa, Dek?" tanya si Bapak penjual itu sambil menyiapkan gelas dan air minum untuk Shaka dan Annis.


"Nasi uduk nya dua, Pak" jawab Annisa.


"Itu aja?" tanya si Bapak itu lagi.


"Itu aja Pak" balas Annisa.


Di Bapak penjual sarapan itu pun, langsung menyiapkan pesanan suami istri yang masih sangat muda itu. Tak lama menunggu si Bapak itu pun meletakkan dua piring nasi uduk di depan Shaka dan Annisa.


"Silahkan menikmati, Dek. Semoga kalian cepat dapat momongan" ucap si Bapak itu bergurau.


"Trimakasih, Pak. Doa kan saja, semoga istriku ini cepat hamil" balas Shaka lalu tertawa cekikikan sendiri.


"Amin!" sambung Annisa menyuapkan makanan ke mulutnya setelah membaca doa makan.


"Nanti malam kita berikhtiar ya" bisik Shaka ke telinga Annisa yang tertutup hijab.


"Uhuk uhuk uhuk!" tiba tiba Annisa terbatuk mendengar bisikan Shaka ke telinganya. Shaka yang duduk di sampingnya langsung meraih air minum di meja mereka dan langsung meminumkannya kepada Annisa.


"Pelan pelan aja makannya, sayang" ucap Shaka, menepuk nepuk lembut punggung Annisa.


"Ingat janji" balas Annisa berbisik ke telinga Shaka setelah batuknya reda.


"Iya, sayang" balas Shaka tersenyum manis.


"Jangan di godain dong istrinya lagi makan" ucap si Bapak ikut campur urusan rumah tangga orang.


"Gak kok Pak, Annisa nya memang suka makan terburu buru" balas Shaka tersenyum, manis banget, tampan lagi. Oh Tuhan!


Selesai Sarapan di warung penjual sarapan yang sudah menjadi langganan mereka itu. Mereka pun segera meninggalkan tempat itu, Shaka mengantar Annisa ke rumah orang tuanya, setelah itu baru Shaka berangkat ke sekolah.


"Assalamu alaikum, Ma! Salwa!" seru Annisa sembari melangkah masuk ke rumah mertuanya.


"Walaikum salam!, Annisa!" balas Ibu Drabia tersenyum ramah, merentangkan kedua tangannya untuk memeluk menantunya itu.


"Apa kabar, sayang?" tanya Ibu Drabia mencium kedua pipi Annisa bergantian.


"Alhamdulillah, baik Ma" jawab Annisa.


"Shaka memperlakukan mu dengan baik kan sayang?. Dia gak menyakitimu kan?. Jangan takut untuk mengatakan sama Mama, kalau dia menyakitimu, biar Mama patahkan tangannya" oceh Bu Drabia, membuat Annisa semakin mengulas senyumnya.


Masya Allah, nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan. Selain mendapat suami yang sangat mencintainya, Annisa juga mendapat mertua yang baik dan menyayanginya.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2