Kala Cinta Melanda

Kala Cinta Melanda
Bumbu Cinta


__ADS_3

"Maafkan kemarahanku tadi, aku cemburu" jujur Shaka.


Annisa yang tidak betah di dalam selimut lagi, membuka tiba tiba selimut yang menutup kepalanya berpindah menutup kepala Shaka.


"Kamu menuduhku selingkuh Shaka!, bukan cemburu!" teriak Annisa setelah mendudukkan tubuhnya.


Shaka pun menari selimut yang menutup kepalanya itu dan mendudukkan tubuhnya.


"Jelas aku cemburu, kamu menyimpan surat Ustadz Furqon. Kamu membawanya kemana mana. Dan kalian ketemuan di kamar mandi. Suami mana yang tidak marah" ucap Shaka bernada merajuk, bibirnya juga terlihat mengerucut saat berbicara.


Annisa menatap Shaka tajam dengan air mata mengalir di pipinya."Aku gak tau masalah surat itu, bahkan aku gak tau kapan surat itu sampai di kamar ku."


"Gak mungkin, kalau memang kamu gak tau. Seharusnya surat itu sudah hangus. Atau jangan jangan Ustadz Furqon memberikannya sama kamu setelah kita menikah."


"Astaqfirullohal azim" Annisa menggeleng gelengkan kepalanya mendengar tuduhan Shaka pada Ustadz Furqon."Kamu udah salah sangka, Shaka."


Kesal melihat Shaka, Annisa kembali membaringkan tubuhnya dan membelakangi Shaka. Ternyata sangat sulit menghadapi Shaka kalau lagi mode cemburu dan marah.


"Terserah kamu aja, aku gak bisa memaksa mu untuk percaya sama aku" cetus Annisa."Ya, aku adalah cewek murahan seperti yang ada di pikiran mu. Aku tidak punya moral dan harga diri. Kalau kamu gak suka, kenapa masih menahan ku di rumah ini. Seharusnya kamu membiarkan ku pergi. Atau jangan jangan kamu yang selingkuh, tapi kamu memanfaatkan situasi ku untuk menyembunyikan perselingkuhan mu."


Annisa mengoceh sambil menghapus air matanya yang terus mengalir. Bukankah barusan Shaka meminta maaf, tapi kenapa cowok itu masih mengajaknya berdebat dan mengajak ribut?.


Shaka terdiam mendengar tuduhan Annisa yang memutar balik fakta. Darimana istrinya itu bisa menuduhnya selingkuh?.


"Kamu yang selingkuh malah menuduh aku" Shaka tidak terima di tuduh selingkuh.


"Ya! aku selingkuh!. Kenapa? Kenapa kamu masih mau sama aku?." Annisa duduk kembali dan berteriak pada Shaka.


Menyebalkan sekali.


"Kamu masih mencintai Ustadz Furqon, kan?" tuduh Shaka lagi.Untuk berbaikan kembali, semua harus jelas di bicarakan. Dan Shaka juga ingin tau pasti bagaimana sebenarnya perasaan Annisa Padanya. Shaka ingin mendengar kalau Annisa mengatakan sangat mencintainya."Apa kamu gak bisa mencintai ku Annisa?."


Annisa menghapus air matanya yang terus mengalir dari tadi tanpa melepas netranya dari wajah Shaka yang juga sudah basah. Ya, Shaka menangis juga, Cowok berwajah tampan itu menatapnya teduh wajahnya sangat sedih.


Annisa mengulurkan tangannya untuk mengambil satu tangan Shaka, membawa tangan itu ke bibirnya lalu mengecupnya.


"Beri aku kepercayaan Shaka. Jangan menuduhku atau curiga padaku.Hati ini sangat sakit rasanya" ucap Annisa setelah melepas kecupannya di tangan Shaka."Aku mencintai mu."

__ADS_1


Annisa mendekati Shaka, mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah pria itu dengan lembut.


"Aku mencintai mu" ucap Annisa lagi. Perlahan Annisa mendekatkan wajahnya dan langsung meraup bibir Shaka dengan bibirnya."Aku sangat mencintai mu Shaka" ucap Annisa lagi saat melepas sebentar kecupannya."Aku mencintai mu."


Shaka melapas ciuman mereka dan menarik cepat tubuh Annisa ke dalam pelukannya.


"Trimakasih" balas Shaka." Trimakasih Trimakasih."


**


Pagi hari, Annisa membuka kelopak matanya setelah terbangun dari tidur lelapnya. Yang pertama Annisa lihat di setiap paginya adalah wajah tampan Shaka yang terlelap di depan wajahnya. Sudah lima Bulan lebih' wajah itu membuat paginya menjadi indah. Lantas bagaimana bisa pria itu tidak percaya padanya?.


Annisa mengecup bibir Shaka, berhasil membuat pria itu terusik dari tidurnya. Shaka semakin memeluk erat tubuhnya.


"Sebentar lagi ya" gumam pria itu.


Tadi malam mereka sudah berbaikan.Shaka memberikan kesempatan menjelaskan semuanya pada Annisa. Mulai dari masalah kamar mandi, tasbih dan surat Furqon. Akhirnya Shaka memilih percaya pada Annisa, dan akan ikut mengusut siapa yang menjebak istrinya itu.


"Ayo bangun, nanti rejekinya dipatok ayam loh, kalau lama lama bangun" ucap Annisa dengan suara membujuk.


Perlahan Shaka membuka matanya, memandang wajah Annisa yang berada tepat di depan wajahnya. Shaka mengulas senyumnya melihat betapa cantik dan manisnya wajah istrinya itu. Shaka sangat bersyukur besar untuk itu. Allah memberinya perhiasan Dunia secantik bak bidadari surga. Sangat banyak pria yang menyukai istrinya itu, tapi Shaka lah yang beruntung bisa mendapatkannya.


"Aku minta maaf sudah menyakiti mu" ucap Shaka dengan suara parau nya sambil tangannya mengelus lembut wajah Annisa.


Annisa mengangguk sembari tersenyum."Aku juga minta maaf."


Cup!


Shaka mengecup kilas bibirnya,"Aku mencintai mu."


"Aku juga mencintai mu" balas Annisa.


"Aku sayang kamu" ucap Shaka lagi.


"aku juga sayang kamu" balas Annisa lagi.


Bertengkar, marahan itu adalah bumbu cinta dalam berumah tangga. Karena setelah bertengkar, biasanya suami istri akan terlihat semakin mesra seperti Annisa dan Shaka.

__ADS_1


Dan saat bertengkar, di situlah waktu yang tepat mengukur seberapa dalam cinta kita pada pasangan kita. Dan bertengkar juga bisa meningkatkan rasa cinta antara suami istri, asalkan jangan ada pihak ke tiga yang masuk ke ranah mereka.


Subuh itu, Shaka menjadi imam shalat untuk Annisa. Berhasil membuat wajah Annisa berbinar, merasa rumah itu seperti surga kembali.


"Bersiaplah, aku akan mengantar mu ke sekolah" ujar Shaka setelah mereka selesai Shalat subuh.


"Bukankah kamu sudah melarang ku ke sekolah?"tanya Annisa. Mengingat semalam Shaka melarangnya keluar rumah.


"Itu aku sedang marah. Sekarang gak lagi" jawab Shaka. Annisa pun mengulas senyumnya.


"Trimakasih"


Setelah menyimpan peralatan shalat mereka, Shaka memeluk Annisa dari belakang."Tapi berjanji tidak akan tebar pesona lagi pada laki laki lain. Aku cemburu tau." Shaka berbicara manja pada Annisa.


"Iya, aku janji. lagian sudah ada pangeran tampan di rumah ini. Untuk apa lagi aku tebar pesona."


"Mulai hari ini aku akan bekerja satu hari full. Aku pasti kangen sama kamu."


Begitulah kalau sedang jatuh cinta, rasanya tak ingin berjauhan walau sedetik pun. Meski semalam sempat bertengkar, marah, bersedih, gundah dan dilema diantara keduanya. Tapi setelah berbaikan keduanya semakin jatuh cinta. Malah cinta itu tumbuh semakin besar.


"Nanti pulang sekolah aku bagaimana?" tanya Annisa. Biasanya kan dia pulang bersama


Shaka. Dan waktu belum menikah, ada supir yang mengantar jemputnya.


Shaka diam berpikir tidak langsung menjawab. Shaka belum sempat memikirkan itu.


"Kamu bisa nyetir gak?" tanya Shaka.


"Gak"jawab Annisa.


Padahal Shaka berniat memberikan mobilnya pada Annisa kalau saja istrinya itu bisa menyetir. Shaka pun berpikir kembali, bagaimana caranya istrinya itu pulang sekolah.


"Gini aja, nanti kamu pulang bersama Salwa aja. Nanti aku akan minta tolong sama supir yang akan bertugas mengantar jemputnya untuk mengantarmu pulang ke rumah. Bagaimana?."Shaka memberi solusi.


"Ya udah, tapi bagaimana kalau nanti pulang sekolah aku ke rumah kamu?. Nanti pulang kerja kamu menjemputmu ke sana."


"Hm baiklah."

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2