Kala Cinta Melanda

Kala Cinta Melanda
Cerewet


__ADS_3

"Kalau begitu, cium bibirku" ucap Shaka sambil tangannya meremas kedua bokong Annisa.


Perlahan Annisa pun menempelkan bibirnya di bibir Shaka. Dan pelan pelan menggerakkan bibirnya menyapu bibir cowok berwajah tampan bak aktor Korea itu.


Shaka langsung melepas bibirnya kemudian memeluk erat tubuh Annisa. Shaka sangat takut jika ia tidak bisa mengendalikan dirinya jika mereka berciuman lama lama. Dia sudah berjanji tidak akan menggauli istrinya itu sampai lulus sekolah. Shaka harus bisa memegang janjinya itu.


"Kamu berhak sepenuhnya atas diriku Shaka." Annisa tau kenapa Shaka memeluknya erat. Shaka sedang mengendalikan birahinya supaya tidak sampai menyentuhnya lebih jauh.


Shaka menggelengkan kepalanya," Nanti Annisa, setelah kamu lulus sekolah" ucapnya.


"Tapi kamu tersiksa Shaka, akulah yang berdosa di sini jika membiarkan suamiku tidak bisa memenuhi hasratnya" ucap Annisa lagi.


Shaka mengulas senyumnya, kemudian menjatuhkan tubuh Annisa ke atas kasur.


"Ayo kita tidur, besok aku harus ujian lagi." Shaka pun menarik selimut untuk menutup tubuh mereka. Setelah membaringkan tubuhnya, Shaka membawa Annisa ke dalam pelukan hangatnya. Tubuh istrinya itu empuk sekali, terasa padat dan berisi.


"Padahal aku juga penasaran rasanya." Annisa menenggelamkan bibir atasnya ke arah Shaka.


"Jangan menggodaku lagi, Annisa sayang" gemas Shaka menarik hidung istrinya itu. Dia sudah mati matian menahan hasratnya, malah istrinya itu menggodanya lagi.


Annisa mengulas senyumnya, kemudian membalas pelukan Shaka dan meletakkan kepalanya di atas lengan suaminya itu.


"Aku nanti pengen punya banyak anak" ucap Annisa.


"Iya, kita akan memiliki tiga belas anak nanti, Biar pas satu tim sepak bola" balas Shaka.


"Pasti seru, rumah ini akan rame dan bising setiap hari."


"Iya, sayang, ayo tidur, besok kita lanjut ceritanya ya." Shaka pun mengecup kening Annisa, lalu mengusap usap rambut panjang istrinya itu dengan lembut sampai membuat Annisa ketiduran, baru Shaka menyusul istrinya itu ke alam mimpi.


**


Pagi hari, Annisa yang baru selesai shalat subuh mengarahkan pandangannya ke arah tempat tidur. Di sana Shaka masih tertidur pulas bergulung di dalam selimut. Padahal tadi Annisa sudah membangunkannya pas azan subuh, dan Shaka sudah bangun, tapi ternyata tidur lagi, selalu seperti itu setiap pagi. Annisa yang gemas pun berdiri dari sajadahnya melangkah kan kakinya ke arah Shaka yang masih bobo ganteng.


Tepat di samping kasur sebelah Shaka, Annisa pun mengambil handphonnya yang terletak di atas meja nakas. Setelah menghidupkan layarnya, Annisa pun membuka aplikasi musik, kemudian memutar sebuah lagu irama kasidah menyambungkannya ke sebuah speaker.

__ADS_1


🎵 Bila israil datang memanggil


jasad terbujur di pembaringan


seluruh tubuh...akan menggigil


seluruh badan.. kan kedinginan🎶


Shaka yang mendengar lagu itu langsung bangun dan terduduk.


"Ya ampun, sayang! apa gak ada lagu lain lagi?. Udah kaya di kuburan aja ini kamar." Shaka mengusap kedua lengannya yang tiba tiba merinding si bulu roma.


"Setiap hari kamu selalu aja malas dibangunin shalat subuh" ucap Annisa."Jangan jangan selama ini kamu gak pernah shalat subuh" ucap Annisa lagi.


"Siapa bilang? Aku shalat ya setiap pagi" sangkal Shaka wajahnya nampak kesal.


"Buktinya kamu malas di bangunin shalat" ucap Annisa.


"Ya tapi aku kan tetap bangun sebelum habis waktu subuh" balas Shaka.


Shaka turun dari atas tempat tidur dan langsung memeluk Annisa dari belakang dan menjatuhkan satu kecupan di pipi istri perawannya itu.


"Jangan dong sayang, ini aku udah bangun kok, ini mau wudhu baru shalat" ucap Shaka merayu.


Annisa mendengus lalu melepas pelukan Shaka dari tubuhnya.


"Aku pikir kamu akan membingbing ku, tapi ternyata kamu lupa dengan kewajiban mu sebagai suami" ujar Annisa membuka mukenanya lalu menyimpannya bersama sajadahnya tadi, kemudian merapikan kasur mereka yang berantakan.


"Kamu itu cerewet sekali, dosa tau marah marah sama suami" cetus Shaka, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Di bilangin yang benar, gak terima" gerutu Annisa lagi. Empat bulan menjalani pernikahan dengan Shaka, semakin hari sifat asli suaminya itu semakin kelihatan. Malas bangun subuh dan tidak terima kesalahannya dibilangin.


Selesai membersihkan kamar, Annisa pun menyiapkan sajadah, kain sarung dan baju kokoh untuk Shaka dan juga menyiapkan seragam sekolah dan meletakkannya di atas kasur lalu Annisa keluar kamar untuk melakukan aktifitasnya setiap hari.


Selesai membersihkan rumah, Annisa pun melangkahkan kakinya ke dapur dan mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas. Annisa akan membersihkan bahan makanan itu, dan nanti Shaka yang akan memasaknya, karena Annisa masih takut berhadapan langsung dengan kompor.

__ADS_1


Cup!


Tiba tiba Shaka datang dan langsung mengecup pipinya.


"Jangan cemberut terus, iya deh! besok aku akan bangun lebih dulu" ucap Shaka mengambil sayuran yang sudah di potong potong Annisa.


"Selalu ngomong gitu, tapi prakteknya gak pernah" balas Annisa.


"Cerewet" ucap Shaka mulai menumis bumbu masakannya di kuali.


Istrinya itu selalu saja berkicau setiap pagi. Dah macam burung walet lagi berkumpul dalam gedung, ribut semua.


Setelah bumbu wangi, Shaka pun memasukkan sayur kangkung yang sudah di cuci bersih, terus mencampurnya dengan udang dan sosis. Tak lupa kasih garam dan penyedap rasa. Aduk aduk, masak deh! siap di santap. Shaka pun memindahkannya ke atas piring saji dan membawanya ke meja makan.


"Shaka"


"Hm?" Shaka menoleh ke arah Annisa yang berdiri di depan penanak nasi.


"Lupa masak nasi" ucap Annisa.


Shaka langsung menghembuskan napasnya kasar. Pasti istrinya itu mengoceh sendiri sepanjang membersihkan rumah.


"Ya udah, gak apa apa. Tunggu di sini, biar aku beli nasi uduk aja ke tempatnya, pak Haji" ucap Shaka langsung melangkahkan kakinya keluar rumah.


Annisa yang masih berdiri di tempatnya, pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil memperhatikan punggung Shaka yang semakin menghilang. Kemudian Annisa pun melangkahkan kakinya ke arah meja makan dan mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi kosong. Tepatnya di depan tumis kangkung masakan suaminya itu. Annisa menyangga dagunya dengan kedua telapak tangan sambil memperhatikan masakan Shaka di depannya.


'Shaka kok bisa masak ya?. Dia kan cowok. Dan di rumah mereka ada pembantu. Masa Shaka masih di suruh masak oleh orang tuanya?' batin Annisa.


Tak lama kemudian, Shaka pun sudah kembali dengan membawa kotak makanan berwarna putih di tangannya. Shaka pun langsung memindahkannya ke tas dua piring, dan memberikannya sepiring untuk Annisa, dan sepiring untuknya.


"Jadi kapan pembantu kita datang?" tanya Annisa kemudian menyuapkan nasi ke mulutnya.


"Rumah kecil begini, masa harus pake pembantu" jawab Shaka tanpa melihat wajah Annisa yang sudah cemberut.


"Untuk baju kotor kita, gak perlu kamu cuci. Aku akan mengantarnya ke loundry aja. Ngepel gak usah setiap hari, cukup sekali tiga hari aja atau sekali seminggu. Rumah kita gak kotor juga. Dan juga halaman, gak ada sampah pun kamu sapu. Piring kita juga hanya dua yang kotor kalau makan. Lalu apa yang mau di kerjakan pembantu di sini istriku sayang?" ujar Shaka panjang lebar.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2