Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 110


__ADS_3

"Tidurlah sayangku, aku disini."


Dikecupnya puncak kepala Bunga, dielusnya punggung itu naik turun dengan gerakan lembut dan teratur. Beberapa saat kemudian gadis itu pun tertidur disusul dengan Sastra yang juga ikut terlelap. Ia kelelahan, sejak kemarin Sastra belum sempat tidur dan beristirahat sama sekali.


*****


Bu Marni baru saja sampai dan bertemu dengan Nadine yang sudah menunggu di depan lobi, mereka menaiki lift menuju ruang perawatan Bunga. Dengan hati-hati mereka membuka pintu dan saat mereka masuk, dilihatnya Bunga terlelap dengan damainya di pelukan Sastra yang juga ikut tertidur.


"Sebaiknya kita menunggu di luar saja Tante, biarkan mereka beristirahat." Nadine menggenggam tangan Bu Marni dan mengajaknya keluar dari kamar itu. Mereka duduk di bangku yang ada di selasar rumah sakit.


"Dokter, sebenarnya apa yang terjadi pada putriku?" tanya Bu Marni.


"Saya juga belum tahu, Sastra belum mengatakan apapun, dini hari tadi mereka baru sampai di sini dan saat diperiksa sepertinya Lia mengalami kekerasan fisik."

__ADS_1


Bu Marni menangis tersedu-sedu, dia sangat sedih, mengapa putrinya harus mengalami hal seperti ini di saat kondisi Bunga baru saja membaik.


"Lalu bagaimana dengan Dokter Rama, apakah dia sudah ditemukan juga? Kemarin Lia pergi makan malam bersama adik Anda tapi tak kunjung kembali hingga larut malam. Saya mencoba menghubungi ponsel mereka berdua tapi Lia tidak mengangkat panggilan saya dan nomor Dokter Rama tidak bisa dihubungi. Semalam saya juga menelepon Anda berkali-kali namun tidak ada jawaban, untuk itu saya menghubungi Nak Sastra untuk meminta bantuan."


"Rama?" Nadine mengerutkan keningnya.


Tunggu, tunggu. Jadi kemarin malam Lia pergi bersama Rama?" Nadine mulai cemas karena sejak tadi Sastra tidak menyebutkan hal tentang Rama, Bunga ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan. Lalu bagaimana dengan nasib adiknya, apakah mereka di rampok dan dianiaya? dan dimanakah Rama sekarang?


Tiba-tiba ada panggilan masuk tapi dia tidak mengenali nomornya.


"Hallo selamat pagi."


"Selamat pagi, benar ini dengan Dokter Nadine?"

__ADS_1


"Benar Pak, maaf ini dengan siapa?"


"Saya dari kantor polisi, Dokter Rama adik anda di tangkap dengan tuduhan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan. Kami menangkapnya di villa keluarga Anda dekat pegunungan tadi malam setelah pelapor menghubungi kami. Pelapornya adalah Pak Sastra Prawira dan korbannya adalah Nona Lia pemilik Flower's Cake & Bakery, saya harap anda bisa segera datang ke kantor polisi sebagai wali terdakwa."


Seluruh tubuh Nadine langsung lemas, dia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Benarkah adiknya berbuat seperti itu pada Bunga? Bukankah adiknya juga tahu kondisi gadis itu seperti apa?


Rama yang dikenalnya adalah sosok yang selalu menolong orang trauma untuk kembali sembuh, tetapi kenapa sekarang Rama malah membuat mental seseorang semakin parah?


Nadine berlari keluar rumah sakit tanpa memperdulikan Bu Marni yang melihatnya dengan seribu tanya, dia memanggil taksi dan langsung menuju ke kantor polisi.


*****


Sesampainya di kantor polisi Nadine meminta izin untuk bertemu dengan adiknya. Dia duduk di ruang tunggu, dan datanglah beberapa polisi membawa Rama dengan tangan terborgol. Nadine begitu sedih melihat keadaan adiknya yang terlihat kusut dan acak-acakan dengan perban di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2