Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 39


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Bunga baru saja sampai di kamarnya setelah ikut meninjau lokasi proyek pembangunan bersama Sastra dan semua tim. Bunga bersama tim pulang lebih dulu ke hotel, sedangkan Sastra dan Fajar masih berada di sana untuk menyelesaikan urusan yang lainnya.


Gadis itu menjatuhkan dirinya menelungkup di atas ranjang, kakinya terasa lelah dan pegal-pegal dengan padatnya aktivitas hari ini. Seluruh tubuhnya juga terasa lengket oleh keringat karena dia memakai syal di hari yang terik untuk menutupi jejak-jejak bibir yang dibuat oleh Sastra.


Bunga melihat ke arah kolam renang, air kolam yang jernih benar-benar menggiurkan menggoda dirinya untuk bermain-main disana. Lalu ia memutuskan untuk berenang sejenak sebelum mandi, Bunga membongkar kopernya mencari bikini dan membereskan pakaian yang dibawanya ke dalam lemari.


Namun, saat hendak membereskan baju tidurnya ia tidak menemukannya, yang ada di dalam kopernya hanyalah gaun-gaun tidur seksi yang dibelikan oleh Sastra. Bunga memijit mijit pelipisnya karena rasa jengkel menjalar hingga ke ubun-ubun dan dia pun berteriak.


"Sastra Prawiraaaaaaaaaaa...!"


Pantas saja saat itu dia ingin mengepak koperku, ternyata dia memang sengaja ingin mengganti baju-bajuku dengan pakaian seksi ini, tunggu pembalasanku sayang.


*****


Sastra baru saja sampai di hotel sore hari dan langsung naik menuju lantai kamar hotelnya. Di dalam lift si tampan berlesung pipi itu membuka ponselnya untuk menghubungi Bunga karena tadi kekasihnya itu pulang terlebih dahulu tapi masih belum memberi kabar padanya, padahal Sastra berpesan untuk mengabarinya jika sudah sampai di hotel.

__ADS_1


"Halo," terdengar suara Bunga mengangkat telepon darinya


"Sayang kenapa kamu belum mengabariku?"


"Maaf, aku lupa saking asyiknya bermain air di kolam renang." Terdengar kecipak suara air yang sengaja ditepuk oleh kaki dan tangan.


"Kamu sedang berenang?" tanya Sastra setelah mendengar bunyi air tadi.


"Iya, rasanya menyegarkan."


"Tentu saja, bukankah ini Bali? aku harus menyesuaikan outfitku dengan tempat di mana aku berada." Bunga sengaja agak mendesah untuk memprovokasi.


"Bagaimana kalau kita berenang bersama?" usulnya bersemangat


"Benarkah? aku memang sedang ingin berenang bersamamu sayang," ujar Bunga manja.

__ADS_1


"Tunggu aku, sebentar lagi aku akan sampai di kamarmu," sahut Sastra yang sudah tak sabar ingin segera sampai.


"Cepatlah datang, aku menantikanmu." Bunga berkata dengan nada sensual menggoda.


Sastra berlari keluar dari lift dan langsung menuju kamar Bunga, dari dalam kamar terlihat gadisnya yang sedang duduk di ban renang yang mengapung di atas kolam. Bunga memakai bikini berwarna biru navy yang sangat seksi hanya terdiri dari bra dan panty.


Sastra langsung berdesir melihat pemandangan di depannya. Mungkin dia sering melihat para wanita yang memakai bikini di pantai, tetapi yang dilihatnya kali ini adalah gadis yang paling diinginkannya, memakai bikini seksi di depan matanya membuat darah kelelakiannya semakin bergejolak.


Bunga yang melihat Sastra langsung memasang senyum termanisnya, melambai-lambaikan tangannya dan melemparkan fly kiss membuat Sastra makin tidak sabar ingin segera bergabung ke dalam kolam.


Sastra melucuti pakaiannya lalu melemparnya ke lantai dan hanya menyisakan boxernya, terpampanglah tubuh tinggi atletis itu dengan sixpack dan bulu-bulu halus di dadanya. Ia segera menuju ke kolam renang dimana Bunga berada, tetapi saat hendak membuka pintu kaca yang memisahkan kamar dan kolam ternyata pintunya terkunci dari luar.


Sastra menggedor gedor pintu kaca itu, lalu ponselnya berbunyi dan tertera nama Bunga di layar.


"Sayang buka pintunya, ini terkunci," pinta Sastra dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Tidak sayangku, aku tidak akan membukanya. Itu adalah hukumanmu karena telah mengganti baju-baju tidurku, jadi nikmatilah mmmuach."


__ADS_2