Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 153 end


__ADS_3

Pak Arya, Bu Marni beserta keluarga besar kedua keluarga semuanya datang beramai-ramai ke rumah sakit, mereka semua antusias dan bersukacita menyambut anggota baru dalam keluarga mereka.


Nana bersama Rasya juga datang ke rumah sakit, bahkan Nana begitu bersemangat mengambil gambar si kecil menggunakan ponselnya, kemudian ia mempostingnya di laman media sosial miliknya.


"Bunga, bayimu sangat mirip dengan suamimu. Bahkan dia memiliki lesung pipi yang sama, padahal kamu yang mengandungnya, tapi tidak ada sedikitpun bagian yang mirip denganmu," ledek Nana pada Bunga.


"Tentu saja dia mirip dengan Sastra karena dia adalah sumbernya, mana mungkin anakku mirip James Bond!" Bunga bersungut-sungut mencebikkan bibirnya dan Nana tergelak senang karena berhasil menggoda Bunga.


Bunga begitu senang ketika Bu Marni datang, ibu dan anak itu berpelukan penuh haru melepas rasa rindu. Pak Arya dan Bu Marni sudah tidak sabar ingin menggendong sang cucu, Bunga dan Sastra hanya terkekeh melihat kedua orang tua itu saling berebut.


"Sas, kamu sudah menyiapkan nama untuk anakmu?' tanya Pak Arya pada Sastra sementara tangannya menggendong bayi mungil itu.

__ADS_1


"Sudah Pa, aku ingin memberinya nama Arion, Arion Prawira. Bagaimana sayang?" Sastra bertanya pada Bunga.


"Arion itu artinya mempesona, aku suka nama itu, aku setuju denganmu." Bunga mengangguk, bibirnya tersenyum dan matanya berbinar bahagia.


"Selamat datang Arion Prawira, semoga menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Menjadi kebanggaan keluarga, berbudi pekerti luhur, bermanfaat bagi sesama. Panjang umur dalam kesehatan yang baik, dan selalu mengingat Tuhan," ucap Pak Arya dengan penuh rasa syukur.


Kini kebahagiaan mereka lengkap sudah, Sastra dan bunga sudah menjadi keluarga yang utuh dengan hadirnya si buah hati di tengah-tengah mereka. Perjalanan cinta mereka pernah melewati jalan terjal dan berliku, tetapi takdir kembali mempersatukan mereka dalam ikatan suci yang sakral di hadapan Tuhan.


END


Terimakasih yang tak terhingga Author ucapkan pada my beloved readers yang selalu setia mengikuti perjalanan cerita ini, Author berharap dari cerita ini kita dapat memetik pelajaran hidup dari semua kejadian.

__ADS_1


Jangan pernah menggunakan mulutmu atau jarimu untuk mengatakan hal yang hanya menyakiti orang lain, seperti kapan menikah? Kenapa sudah berumur masih belum punya pasangan? Atau kenapa sudah menikah masih belum mempunyai anak? Karena bagi sebagian orang kata-kata itu mampu menyakiti hingga melukai psikis mereka, tanpa disadari kata-kata yang sepertinya sederhana itu lebih terdengar seperti penghakiman.


Sebagai orang tua haruslah bijak dalam memahami anak-anak mereka, jangan karena terhasut oleh kata-kata orang di luar kita mengabaikan perasaan anak kita sendiri dan memaksakan kehendak agar anak kita melakukan sesuai dengan apa yang diinginkan publik.


Buat para perempuan dimanapun, jangan pernah menyerahkan kehormatan kalian sebelum menikah hanya atas dasar cinta, sehingga kita menodai yang namanya cinta dengan ukiran dosa, karena seyogyanya hal seperti itu dilakukan oleh pasangan yang sah sebagai suami istri.


Ingat! Perempuan adalah pihak yang paling dirugikan jika kita tidak mampu menjaga diri dari godaan syetan, perempuan akan mempunyai bekas dan itu tidak bisa diperbaiki lagi. Percayalah jika cinta kita dihiasi dengan dosa maka akan ada harga penderitaan yang harus dijalani untuk menebus semua kesalahan itu. Dan mirisnya banyak anak muda zaman sekarang menganggap s*ks sebelum menikah adalah hal yang biasa untuk dilakukan, padahal itu adalah perbuatan yang sangat tercela, baik di mata Tuhan ataupun masyarakat.


Tidak semua laki-laki seperti Sastra Prawira ya readers, yang menyesali dan bertanggung jawab penuh terhadap perbuatan yang dilakukannya. Karena sekarang ini banyak sekali yang sembarangan menebar benih tapi kabur begitu saja dan lari dari tanggung jawab. Jadi jangan mudah baper dengan kata-kata manis yang membuai ya girls.


Sampai jumpa lagi di ceritaku yang lainnya. Setelah ini nantikan extra part untuk cerita keseharian Sastra dan Bunga setelah menjadi orang tua.

__ADS_1


Salam hangat


Senjahari 💕😘


__ADS_2