
Sementara menunggu proses kuret, Sastra menghubungi sopir pribadinya untuk mengantarkan pakaian ganti ke rumah sakit untuk dirinya, tubuhnya saat ini sudah lengket dengan keringat dan darah serta berbau amis.
Proses kuretase berjalan lancar dan sekarang Bunga sudah berada di ruang NICU. Pukul tiga dini hari Bunga dibawa dari ruang NICU ke ruang ICU karena kondisinya yang masih belum stabil.
Kuretase merupakan proses operasi di mana serviks (leher rahim) dibuka dan bagian dalam rahim dibersihkan. Kuret setelah keguguran dilakukan untuk membersihkan rahim dengan mengangkat jaringan janin yang masih tersisa dalam rahim.
Pengangkatan jaringan yang tersisa dilakukan agar tidak terjadi pendarahan lebih lanjut yang akan memperburuk kondisi pasien, dan menghindari infeksi rahim dikemudian hari.
Di ruang ICU hanya satu orang yang diperbolehkan masuk dan itupun hanya pada waktu-waktu tertentu serta harus memakai pakaian khusus.
Bunga masih belum sadarkan diri, bahkan saat proses kuretase berlangsung dokter tidak menggunakan anastesi karena kondisi Bunga yang masih terbius efek over dosis dari obat tidur yang diminumnya.
Dokter menjelaskan pada Sastra bahwa pasien masih belum melewati masa kritisnya, jika esok pagi kondisi Bunga stabil tanpa gangguan penurunan fungsi organ vital maka sudah dipastikan masa kritisnya terlewati dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
"Pak semoga istri anda bisa melewatinya dengan kuat, banyaklah berdo'a," ucap dokter.
__ADS_1
"Terimakasih atas bantuannya Dok."
"Sama-sama, hanya saja masih ada satu lagi hal penting yang harus diperhatikan."
"Apa itu Dokter?" Sastra mengerutkan keningnya.
"Tentang kondisi psikis pasien. Dia mencoba bunuh diri namun tidak berhasil, tetapi justru bayinya tidak bisa diselamatkan. Kami khawatir kenyataan itu akan membuat pasien semakin terguncang mentalnya saat siuman nanti dan yang kami takutkan adalah biasanya pasien dengan riwayat seperti ini cenderung akan mencoba mengulanginya. Jadi mari kita sama-sama untuk memberi perhatian ekstra pada pasien agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." Dokter menjelaskan secara terperinci.
"Baik Dok, saya akan selalu memperhatikan kondisinya, dan bolehkah saya menunggu di dalam?" tanya Sastra.
"Baik Dok, terima kasih."
Dokter beranjak dari sana, Sastra langsung mencari toliet dan membersihkan diri dengan cepat, lalu berganti dengan pakaian bersih yang dibawa sopirnya tadi.
Sastra masuk ke ruang ICU setelah memakai pakaian khusus, aroma desinfektan menguar kuat di dalamnya. Bunga terbaring dengan alat-alat medis yang menempel di seluruh tubuhnya, pakaian Bunga yang penuh darah sudah berganti dengan baju rumah sakit yang bersih.
__ADS_1
Dipandanginya wajah kekasihnya itu, matanya terpejam,wajahnya masih pucat tetapi bibirnya sudah tidak membiru seperti tadi.
Diusapnya kening Bunga dengan punggung tangannya, kemudian Sastra merapikan anak rambut yang menutupi pelipis dan dahi Bunga, dikecupnya kening itu dengan rasa penuh penyesalan yang teramat dalam.
Hatinya perih seperti di sayat belati karena telah membuat gadis yang dicintainya mengalami hal buruk karena dirinya. Dia merasa menjadi laki-laki paling brengsek yang ada di muka bumi.
Sastra POV
Aku baru menyadari bahwa luka yang kutorehkan di hati dan jiwamu terlalu dalam, bahkan aku tidak pantas untuk di maafkan.
Beribu maaf dan penyesalan dariku tidak akan cukup untuk mendapatkan pengampunanmu.
Tetapi Bunga, kumohon tetaplah berjuang untuk hidup. Hukumlah aku semaumu, marahlah padaku sesukamu, pukul aku sepuasmu, tapi jangan menghukumku dengan cara seperti ini.
Aku akan terus memohon maaf padamu, aku rela menghabiskan seluruh hidupku untuk meminta pengampunan darimu, jadi kumohon bangunlah.
__ADS_1