
Bunga sudah selesai didandani, ia tidak memakai kacamatanya dan menggerai rambut bergelombangnya yang telah dipotong sepinggang. Gaun berwarna navy blue itu begitu cantik membalut tubuhnya dilengkapi heels warna gold yang tidak terlalu tinggi dan juga tas kecil berwarna senada.
Orang yang meriasnya begitu terpukau, ternyata gadis yang tadi datang seperti itik buruk rupa kini menjelma menjadi wanita cantik nan anggun. Bunga membayar ke kasir dan menunggu dijemput oleh Rama di ruang tunggu salon.
Kasir di salon itu memperhatikan Bunga dengan intens dan melirik ke foto yang dipegangnya. Tadi saat gadis itu datang dia tidak terlihat menarik perhatian sama sekali, tetapi setelah didandani barulah dia menyadari bahwa gadis ini mirip dengan orang yang ada di foto, lalu kasir itu terlihat seperti menghubungi seseorang.
"Pak Tommy saya menemukan seseorang yang sangat mirip dengan orang yang anda cari selama ini, hanya saja dari informasi yang di dapat teman saya namanya adalah Aulia bukan Bunga, dia pemilik Flower's Cake & Bakery, saya akan kirimkan fotonya."
Tak lama setelah kasir itu menghubungi Tommy datanglah Rama hendak menjemput Bunga, Rama celingak celinguk mencari Bunga ke dalam salon tapi tidak menemukannya, ia malah melewati seorang gadis yang tengah duduk di kursi tunggu yang tak lain adalah Bunga. Bunga memperhatikan Rama lalu menepuk pundak pria itu.
"Kak."
Rama berbalik, dia menelisik gadis cantik dihadapannya, melihat dari ujung kepala hingga kaki, lalu membulatkan matanya.
"Lia?" Rama begitu terpesona, karena baru kali ini dia melihat gadis itu berpenampilan cantik bak dewi.
__ADS_1
"Kenapa Kak?" Bunga mengerutkan keningnya melihat Rama malah melongo.
"Eng-enggak, kamu beda banget, aku sampai gak ngenalin kamu," sahutnya tergagap.
"Apa aku terlihat aneh?" Bunga merasa tak percaya diri.
"Kamu cantik, cantik sekali." Rama sampai tidak mengedipkan matanya melihat keindahan di depannya mrmbuat Bunga tersipu malu ditatap seperti itu.
"Kak, berangkat sekarang yuk, nanti terlambat!" Bunga membuyarkan keterpanaan Rama.
"Ah iya, ayo berangkat."
*****
"Pak Tommy, gadis itu pergi dijemput seorang pria, sekarang saya sedang mengikutinya." Kasir tadi kembali menghubungi Tommy.
__ADS_1
"Bagus, terus pantau dan laporkan padaku!"
"Pak Sastra gadis itu pergi dijemput seorang pria dan orang kita sedang mengikutinya." Tommy melapor pada Sastra.
"Seorang pria?" Tiba-tiba rasa cemburu membakar dirinya. Baru kali ini Sastra bisa menemukan gadisnya, tetapi saat di temukan dia malah sedang bersama seorang pria.
"Siapa pria yang sedang bersamanya?!" Sastra mengepalkan tangannya.
"Mereka akan mendapat informasinya segera, semua orang-orang kita bergerak cepat sekarang."
"Tommy minta lokasi mereka sekarang juga! Aku akan menyusulnya sendiri." Sastra sudah tak bisa bersabar lagi.
Saat akan keluar ruangan, terdengar MC memanggil namanya ke podium untuk memberikan sambutan sebagai CEO Prawira Grup. Langkahnya terhenti, ia begitu gusar dan frustasi karena takut kehilangan lagi jejak pujaan hatinya.
"Pak Sastra, sebaiknya untuk saat ini anda memberi sambutan dulu saja. Ini adalah acara yang sangat penting, sudah ada orang kita yang membuntuti mereka, saya pastikan orang-orang kita tidak akan gagal," ucap Tommy meyakinkan.
__ADS_1
Sastra mengembuskan nafasnya kasar. "Baiklah, aku serahkan semuanya padamu, setelah acara selesai aku sendiri yang akan pergi menyusulnya."
Sastra memang tengah bimbang, tetapi ia tetap harus profesional, akhirnya Sastra mendengarkan saran Tommy dan naik ke podium.