
Sastra mengepalkan tangannya saat melihat foto yang dikirimkan oleh orang-orang suruhannya. Di foto itu terlihat Bunga sedang duduk berhadapan dengan Caroline.
"Usahakan untuk menguping dan rekam pembicaraan mereka. Tapi ingat, jangan sampai mengundang kecurigaan," seru Sastra kembali menyambung teleponnya.
"Baik Tuan."
Sastra mengotak-atik ponselnya mencari kontak teman-temannya saat di Harvard, lalu menghubungi seseorang dan memintanya untuk mengerjakan sesuatu.
Beberapa saat berlalu orang-orang suruhannya mengirimkan rekaman suara yang ditunggu-tunggunya. Setelah selesai mendengarkan, Sastra mengetatkan rahangnya dan ekspresi wajahnya berubah menggelap. Sekarang ia tahu bahwa Caroline telah mengancam dan memprovokasi Bunga melalui kelemahan istrinya itu.
*****
Bunga duduk di sofa yang ada di dalam ruangan khususnya di cafe, ia termenung. Ucapan Caroline masih terngiang-ngiang di telinga Bunga.
"Kutunggu jawabanmu secepatnya, aku bukan orang yang punya banyak kesabaran, jika sampai besok kamu belum mengambil keputusan maka kupastikan semua rekam medis ini akan berada di setiap headline surat kabar di negeri ini dan juga di jejaring sosial serta siaran televisi," ancam Caroline.
Bunga menghela napasnya dalam dan berat, ia masih bimbang antara memberitahukan yang sebenarnya pada Sastra atau tidak. Caroline mengancam jika Bunga membuka mulut pada Sastra maka semua kabar tentang sakit mental yang pernah dideritanya akan langsung disebarkan saat itu juga, Bunga tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
Memang semalam Sastra sudah meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja. Bunga bukannya tidak percaya pada suaminya, tetapi justru ia tidak percaya pada dirinya sendiri, jika hal buruk terjadi pada keluarga Sastra Bunga tidak yakin bisa menanggung beban mental itu atau tidak.
*****
Malam harinya terlihat Caroline melenggang dengan santainya masuk ke sebuah club, ia duduk di meja bartender sambil bersenandung terselip nada senang dan kepuasan di sana, lalu ponselnya berdering dan tertera nama Sastra di layar.
Matanya berbinar, setelah sekian lama baru kali ini Sastra menghubunginya terlebih dahulu. "Halo Sastra sayang, apa kamu merindukanku?" jawab Caroline.
"Bisakah kita bertemu, ada hal penting, sekarang kamu di mana?" tanya Sastra datar.
"Aku akan tiba sebentar lagi." Sastra langsung tancap gas menuju club yang disebutkan Caroline tadi.
Lima belas menit berlalu terlihat Sastra sudah melangkah masuk ke dalam club dan langsung menghampiri Caroline.
Caroline begitu senang karena kali ini Sastra yang lebih dulu mengajaknya bertemu, wanita itu menyambut dan merangkulkan tangannya ke lengan Sastra dengan manja namun Secara refleks Sastra menepis tangan Caroline dan lebih memilih untuk segera duduk di kursi dekat meja bartender.
"Mau minum apa Sas?" tanya Caroline sambil mendudukkan dirinya di kursi sebelah Sastra.
__ADS_1
"Tidak terima kasih, aku kesini bukan untuk minum, tapi untuk memberikan ini." Sastra menyerahkan sebuah kotak pada Caroline.
"Apa ini?" Caroline mengernyitkan dahinya.
"Bukalah dan lihat, itu kejutan spesial untukmu." Sastra menyeringai menakutkan, tetapi karena Caroline terlalu senang dia gagal menangkap ekspresi wajah Sastra yang penuh dengan kemarahan.
Caroline membukanya, dan isinya adalah sebuah ipad. "Untuk apa kamu memberiku ini, apanya yang spesial?" Caroline membolak-balikkan benda itu.
"Nyalakan, ada sesuatu yang menarik di dalamnya, kamu pasti suka." Sastra masih fokus menatap Caroline dengan tatapan membunuh.
Caroline menyalakannya. Di dalamnya ada sebuah video, dia kemudian memutar video tersebut. Namun, setelah diperhatikan lebih lama lagi matanya membelalak dan wajahnya memucat.
"Bagaimana, isinya menarik bukan? itu adalah harga yang harus kamu bayar jika berani menyebar luaskan tentang riwayat rekam medis istriku. Sekarang semuanya terserah padamu, jika kamu menghubungi media maka aku akan menyerahkan video mesum tak senonoh ini pada media juga."
*****
Terimakasih Author ucapkan pada semua readersku tercinta yang selalu setia menemani perjalanan novel 'Kapan Menikah', terimakasih juga untuk dukungan bintang, like dan poinnya, semua itu sangat-sangat berarti 💕😘🙏
__ADS_1