Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 90


__ADS_3

PRANG....


Gelas kaca yang sedang dipegangnya jatuh ke lantai hingga pecah berkeping-keping.


"Sa-Sastra?"


Tubuh gadis itu gemetar, wajahnya memucat dan bulir-bulir keringat mulai membasahi pelipisnya.


Napas Sastra tercekat seperti mencekik dirinya, dadanya sesak hingga terasa nyeri saat sang kekasih hati kini benar-benar berdiri di hadapannya. Ia mengulurkan tangannya mencoba menyentuh gadisnya untuk memastikan bahwa semua ini nyata.


"Bunga... sa-sayang...."


Namun, saat tangan Sastra hampir menyentuh wajahnya Bunga kembali melangkah mundur dan hendak berlari, dengan cepat Sastra segera mencekal tangan Bunga dan menariknya keluar dari ruangan itu, ia tidak akan membiarkan gadis itu kabur lagi darinya.


Rama merasa kebingungan dengan situasi yang baru saja terjadi. Dia masih terdiam di tempatnya berdiri tadi, mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Namun, ia teringat tadi Sastra memanggil Lia dengan sebutan sayang, Rama kemudian tersadar dan segera menyusul keluar.


Nadine mendengar seperti ada kegaduhan, dia menghampiri lalu melihat seorang pekerja sedang membersihkan pecahan kaca dari gelas yang terjatuh. Ia juga melihat Tommy yang tergesa-gesa menuju pintu aula diikuti oleh Rama.


Nadine penasaran apa yang sedang terjadi pada mereka kemudian ikut berlari keluar dari ruangan.

__ADS_1


*****


Sastra setengah menyeret Bunga keluar dari aula pesta, Bunga meronta-ronta ingin melepaskan diri. Sastra menarik Bunga melewati lorong yang sepi menjauh dari hiruk pikuknya pesta.


"Sas, lepasin! Tanganku sakit!"


Sastra terus menariknya dan tidak memperdulikan kata-kata Bunga, gadis itu mencoba menyentakkan tangannya tapi cekalan Sastra malah semakin kuat.


Lalu setelah benar-benar jauh dari aula Sastra memeluk Bunga dengan eratnya hingga Bunga membentur tembok.


"Sastra lepas, lepaskan aku brengsek!"


Bunga berteriak, tangannya memukul-mukul punggung Sastra, menjambak rambut pria itu dan menendang-nendangkan kakinya.


"Aku bukan milikmu, aku bukan milikmu!!" Bunga berteriak dengan tersengal-sengal.


"Tapi aku akan selalu membuatmu menjadi milikku!!"


Sastra menarik kedua tangan Bunga keatas kepalanya dan menahannya di tembok, ia mencium Bunga dengan paksa. Dilumatnya bibir candu yang dirindukannya, dipagutnya dengan kasar penuh kecemburuan.

__ADS_1


Bunga mulai menangis, hatinya sakit merasa dilecehkan padahal ini adalah pertama kalinya mereka bertemu lagi setelah sekian lama. Bunga mengigit bibir Sastra hingga berdarah agar pria itu menghentikan ciumannya dan akhirnya Sastra melepaskan bibirnya.


"KENAPA KAMU PERGI MENINGGALKANKU DAN MENGHILANG SELAMA INI! KENAPA SAYANG, KENAPA?"


Sastra mencengkeram bahu Bunga dan mengguncangkannya, suaranya parau dan serak sarat dengan rasa putus asa, lelaki itu menangis.


Rama dan Tommy yang sejak tadi mencari akhirnya menemukan Sastra dan Bunga, Rama melihat Bunga yang sudah berurai air mata dan Sastra yang juga sama acak-acakanya.


Sastra kembali mencoba memeluk Bunga, namun tiba-tiba_.


Bugh....


Rama memukul Sastra hingga terjungkal.


"Lepasin Lia! Lo nakutin dia Bang!"


Rama kembali mendaratkan pukulannya dengan membabi buta, Sastra membalas pukulan Rama tak kalah sengitnya. Tommy mencoba memisahkan tapi mereka berdua seperti banteng yang mengamuk membuat Tommy kewalahan.


"Apa hak lo ngelarang-larang gue buat deketin dia!" Sastra menunjuk-nunjuk tepat di wajah Rama.

__ADS_1


"Karena dia adalah cewek yang gue suka Bang! Dan lo pasti cowok brengsek yang udah bikin Lia menderita iya kan? Lo B*ngsat! Lo b*jingan Bang!"


Rama kembali berkelahi dengan Sastra, mereka tidak memperdulikan Bunga yang menangis berurai air mata dan terduduk di lantai memeluk dirinya sendiri dengan tubuh yang gemetaran.


__ADS_2