Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 87


__ADS_3

"Aku memang memesan sebagian kue dari dia, dan sebetulnya Rama menyukai gadis pembuat kue itu." Nadine sedikit berbisik pada Sastra.


"Hahaha... oh ya? tidak kusangka akhirnya anak itu bisa menyukai seorang gadis. Kupikir dia hanya akan menyukai profesi dokternya saja, mengingat saat kuliah dulu dia lebih suka berkunjung ke rumah sakit jiwa daripada bermain dengan para gadis atau pergi ke klub."


"Hahaha, kamu benar. Hanya saja gadis itu mempunyai trauma yang mendalam terhadap laki-laki, sepertinya Rama harus berusaha lebih giat lagi."


"Trauma?" Sastra memicingkan matanya.


"Iya gadis itu mengalami traumatis yang cukup berat. Saat pertama kali bertemu dengannya kondisi psikisnya sangat memprihatinkan, dia mengalami keguguran saat jiwanya tengah terguncang. Gadis itu sering mencoba bunuh diri dan bahkan menjadi histeris setiap kali melihat bayi. Akan tetapi dari penelaahanku selama konseling, gadis itu masih menyimpan rasa cinta yang mendalam terhadap laki-laki yang sudah membuat dirinya terpuruk dan rapuh, semoga saja Rama mampu menggeser posisi pria itu dihatinya."


"Sepertinya akan rumit?" ujar Sastra.


"Kamu benar, ini rumit. Maka dari itu ajarkan Rama tentang cara menaklukkan perempuan! Dia harus banyak belajar darimu, kamu adalah guru terbaik mengenai hal-hal seperti itu, iya kan?" Nadine mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Dasar kau Nad, kamu itu sedang memujiku atau mengejekku?" Sastra menjitak kepala Nadine.


"Dua-duanya Sas, hahaha, tapi memang begitu kenyataannya kan? buktinya Caroline sejak kuliah dulu sampai sekarang dia selalu berusaha mengejar-ngejarmu. Belum lagi para budak cintamu yang lainnya, sebenernya kamu kasih mereka obat apaan sih? sampai mereka begitu tergila-gila padamu?"


"Entahlah...." Sastra malah menggedikkan bahunya.


Ditengah perbincangannya dengan Nadine, Caroline datang dan merangkul lengan Sastra yang kembali ditepis oleh pria itu.


"Sas, kenapa sih kamu kabur terus dariku? Dari tadi aku mencarimu, nggak tahunya kamu malah sedang bersama si janda kembang yang hobinya main sama orang gila," tunjuknya pada Nadine. "Memangnya kamu gak takut ketularan gila juga?" ucap Caroline dengan angkuh.


"Kamu!" Caroline setengah berteriak membuat orang-orang menoleh padanya, untung saja Andrew dengan sigap segera menarik tangan adiknya sebelum terjadi keributan.


"Carol hentikan, kita disini sebagai perwakilan dari firma hukum untuk Prawira Grup, kamu jangan sampai mempermalukan lembaga hukum kita dengan berbuat onar disini." Andrew mencekal tangan adiknya dan tidak melepaskannya walau sang adik berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


Acara pembukaan telah dimulai, diawali dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan sambutan dari Arya Prawira. Namun tiba-tiba Tommy tergesa-gesa gesa menghampiri Sastra.


"Pak, ada kabar yang sangat penting."


"Ada apa?"


"Tentang pencarian itu, orang yang kita tugaskan menemukan seseorang yang wajahnya sangat mirip dengan Nona Bunga, hanya saja dari informasi yang mereka dapatkan namanya adalah Aulia. Ini adalah foto-foto yang baru saja mereka dapatkan." Tommy menunjukkan foto di ponselnya.


DEG.....


Jantung Sastra seperti berhenti berdetak, laju napasnya tercekat. Itu adalah seseorang yang selama ini dicarinya, perempuan yang sangat dirindukannya walaupun terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


"Dimana... dimana mereka melihatnya?" Sastra terlihat begitu panik dan juga gembira.

__ADS_1


"Disini Pak, di Banjarmasin."


"Disini? suruh orang-orang kita untuk terus mengikutinya jangan sampai kehilangan jejaknya!"


__ADS_2