Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 45


__ADS_3

Sejak malam itu Sastra memindahkan koper dan pakaian Bunga ke kamarnya. Mereka akhirnya memutuskan untuk menginap di kamar yang sama dan setiap malam mereka habiskan untuk memadu kasih tak henti-hentinya seakan tak pernah puas untuk kembali mengulanginya.


Hari ini adalah hari terakhir dinas mereka di Bali, saat ini Bunga tengah membantu Sastra memakaikan dasinya.


"Sas, kira-kira hari ini meetingnya selesai jam berapa?" Sambil tangannya dengan terampil mengikat dasi Sastra.


"Mungkin sebelum jam makan siang pekerjaan kita disini akan selesai, semoga sesuai perkiraan, memangnya ada apa?"


Sastra berbicara sambil mengamati wajah cantik yang sedang mengikat dasinya itu, sementara tangannya melingkar manis di pinggang Bunga.


"Aku ingin berjalan-jalan ke pantai dan membeli souvenir, sejak kita tiba disini aku belum sempat untuk berkeliling dan berjalan-jalan menikmati keindahan Bali."


"Kalau begitu selepas makan siang kita berjalan-jalan bersama, aku akan selalu menemani kemanapun tuan putri ingin pergi," ucap Sastra menggoda.


"Benarkah? hmm manisnya... terimakasih pengawal kerajaan," sahut Bunga sambil mencebik.


Sastra terkekeh. "Apakah kita harus pergi meeting sekarang juga?"

__ADS_1


"Tentu saja, sepertinya mereka semua sudah menunggu." Bunga merapikan kemeja yang dipakai Sastra dan memakaikan jasnya.


"Tapi aku lebih tertarik mengurung diri bersamamu disini." Sastra mulai merengek.


"Bukankah semalaman kamu tidak melepaskanku hah? bahkan untuk sekedar ke kamar mandipun kamu mengikutiku seperti anak ayam yang mengekori induknya!"


"Itu karena berdekatan denganmu membuatku gila dan ingin terus mendekapmu dalam pelukanku."


"Hentikan Bos! Sekarang saatnya bekerja. Lagipula kenapa akhir-akhir ini kadar kemesumanmu berada di level waspada? bahkan sepertinya lebih darurat dari gunung Merapi! sebaiknya kita berangkat sekarang."


Bunga mengambil tasnya dan berjalan menuju pintu, tetapi Sastra menghadang dan menghalanginya. "Berikan dulu aku semangat pagi ini, setelah itu baru aku akan berangkat."


Tiba-tiba Sastra meraih tengkuknya dan langsung menciumnya membuat Bunga gelagapan dengan ciuman yang tiba-tiba itu. Lalu setelah beberapa saat Sastra melepaskan pertautannya dan Bunga masih berusaha menetralkan napasnya.


"Morning kiss, itu semangat pagi yang ku minta darimu." Sastra menyapukan jemarinya di bibir Bunga yang telah diciumnya dan kemudian berlari keluar kamar karena takut dengan amukan kekasihnya.


"Sastra Prawiraaaaa...." teriaknya jengkel.

__ADS_1


****


Sastra dan semua tim sudah menyelesaikan semua pekerjaan mereka dengan para investor dan juga mitra perusahaan yang akan bekerja sama dengan Prawira Grup untuk proyek mereka di Bali.


Mereka menutup kegiatan dinas di Bali dengan perjamuan makan siang bersama-sama. Setelahnya Sastra memperbolehkan Fajar dan tim untuk pulang lebih dulu, sedangkan ia dan Bunga baru akan pulang esok hari.


Bunga kembali ke hotel untuk mengganti baju kerjanya dengan pakaian yang lebih santai karena hendak pergi berjalan-jalan, sedangkan Sastra lebih memilih untuk memakai pakaiannya yang sekarang hanya saja jas dan dasinya ia tanggalkan.


Tak lupa ia membawa serta kamera mahal kesayangannya Phase One XF 100 Mega Pixel untuk mengabadikan momen mereka berdua di Bali.


Gadis itu memakai dress santai tanpa lengan, memakai topi pantai dan tak lupa kaca mata hitam beserta tas selempang, Sastra yang melihat kekasihnya sudah berganti pakaian berdecak kagum karena kecantikan alaminya semakin terpancar saat Bunga berpenampilan seperti sekarang ini.


"Kamu sangat cantik."


"Ehm... terima kasih." Bunga tersipu dipuji cantik dengan terang-terangan.


"Ayo kita berangkat sekarang." Sastra menggandeng lengan Bunga dan turun menggunakan lift. "Mau ke pantai dulu atau membeli souvenir?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau membeli souvenir dulu?" Kita ke pantai menjelang sore hari saja sambil melihat matahari terbenam," sahutnya.


"As you wish baby."


__ADS_2