Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 63


__ADS_3

Bunga menyeret kopernya keluar dari gedung apartemen tanpa arah tujuan, ia bingung tidak tahu harus pergi kemana. Gadis itu berjalan dengan tubuh yang lemah hingga mencapai halte dan duduk di sana dengan tatapan kosong. Rambut panjangnya acak-acakan, matanya sembab dan wajahnya pucat pasi.


Bunga POV


Kau buai aku dengan kata-kata cintamu yang mengalun indah hingga menyentuh kalbuku,


kau puja aku bagai dewi membuatku merasa menjadi wanita yang paling dicintai dan diinginkan di muka bumi ini. Kau membawaku dan mengajariku mencicipi rasa manis dan indahnya cinta yang baru pertama kali kurasakan.


Kaulah pria pertama yang menyentuh kalbuku dan menyentuh jiwaku, dan kau jugalah pria pertama yang menyentuh ragaku, hingga ku patrikan namamu sebagai satu-satunya pemilik hatiku.


Kau membuatku menjadikanmu tempat berbagi cinta, berbagi duka, menjadi tempatku mengadu, tempatku bersandar dan berlindung.


Kau limpahkan kasih sayangmu padaku membuat harapanku membumbung tinggi menjulang ke angkasa. Kau lambungkan aku hingga menyentuh langit, kau manjakan aku dengan harta yang berlimpah ruah hingga aku terlena, dan tak disangka kau hempaskan aku hingga ke dasar lautan tanpa ampun.


Semua harapan yang kubangun hancur berkeping-keping musnah tenggelam tak bersisa dan semua mimpiku tentang menghabiskan seluruh hidupku dalam pernikahan yang suci denganmu kini hanya tinggal angan-angan saja.

__ADS_1


Sekarang aku harus pergi kemana? Aku tak punya tujuan, jika aku pulang ke rumah ibuku dan orang-orang tahu aku sedang hamil tanpa suami, aku hanya akan mencoreng dan mempermalukannya.


Dan juga aku tidak rela jika anakku dipergunjingkan sebagai anak haram, sudah cukup aku dihina karena tak kunjung menikah, jiwaku tidak akan sanggup lagi menerima yang lebih dari itu.


Anakku... maafkan Mamamu ini Nak, kamu hadir karena kebodohku. Papamu tidak menginginkanmu, tapi kamu jangan khawatir karena aku selalu mencintaimu semenjak kamu hadir di rahimku sayangku.


Anakku... sekarang Mama harus bagaimana? Kemanakah kita harus pergi? Adakah tempat dimana tidak akan ada yang mengenali kita dan tidak akan ada yang mempergunjingkan kita.


Apakah kita harus pergi ke tempat kakek saja sayang? Mungkin disana tidak akan ada yang menghujat kita. Akan tetapi apakah kakekmu mau bertemu dengan kita? Mama sudah mengecewakannya dan juga tempat kakekmu sungguh jauh sekali.


Karena terbuai cinta, terbuai rupa, terbuai harta, hancurlah sudah diriku hingga tak bersisa.


Bunga bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju apotek yang tidak jauh dari halte, entah apa yang ingin dibelinya sehingga dia sempat berdebat dengan pekerja apotik.


Setelah keluar dari apotik Bunga memesan taksi online, saat ini hanya tempat kost Nana satu-satunya tujuan yang terlintas di benaknya dan sepanjang perjalanan air matanya kembali jatuh disertai isakan yang tertahan.

__ADS_1


Hatinya perih dan sakit tak terperi saat pria yang sangat dicintainya membuatnya merasa terhina dan terbuang.


*****


Setelah dua jam perjalanan Bunga sampai di depan tempat kostnya Nana, ia berharap semoga Nana sedang libur bekerja.


Tok_tok_tok.


"Permisi...."


"Iya sebentar." Nana menyahut dari dalam dan tak lama pintupun terbuka.


"Bunga!" Nana terperanjat kaget karena Bunga datang pagi-pagi sekali dan berdiri dihadapannya dengan penampilan yang sangat berantakan dengan menyeret koper.


"Kamu... kamu kenapa?" Nana memeluk Bunga dan membawanya masuk ke dalam.

__ADS_1


"Duduklah, kamu pucat sekali Bunga, sebentar aku buatkan minum." Nana beranjak ke dapur dan membuat teh manis hangat dengan cepat lalu membawanya dan menyajikannya di meja.


Bunga mengambil cangkir teh lalu meminumnya, tapi kemudian perutnya kembali bergolak dan rasa mual itu kembali melanda dengan hebatnya.


__ADS_2