Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM part 40


__ADS_3

Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya. Dukungan kalian selama ini membuatku semakin semangat menulis 💕


Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412 untuk mendapatkan kabar seputar novel yang kutulis.


Terima kasih, selamat membaca 😊


With Love,


Senjahari_ID24


*****


"Sayang buka pintunya, ini terkunci!"


"Tidak sayangku, aku tidak akan membukanya, itu adalah hukumanmu karena telah mengganti baju-baju tidurku, jadi nikmatilah mmuach."

__ADS_1


Bunga mengedipkan matanya dengan genit ke arah Sastra dan mematikan sambungan telepon, ia langsung memakai headset untuk menutup telinganya karena sudah dipastikan lelaki itu tengah berteriak-teriak sambil menggedor-gedor pintu kaca pembatas.


"Sayang kamu sungguh tegaaaa... arghhhh....!"


Sastra menyugar dan menjambak rambutnya frustasi, ia sungguh tersiksa karena hanya bisa memandang kemolekan gadis cantiknya tanpa bisa menyentuhnya.


*****


Bunga beranjak dari kolam renang dan masuk kembali ke dalam kamarnya lalu mengunci dobel pintunya menggunakan kunci manual, karena jika hanya mengunakan kunci kartu sudah di pastikan Sastra bisa masuk kedalam kamarnya dengan mudah.


Ia tersenyum puas setelah berhasil membalas kejahilan kekasihnya itu, untung saja tadi Sastra tidak berlama-lama berteriak-teriak di dalam kamarnya karena Fajar menghubungi bosnya bahwa ada investor yang ingin bertemu dengannya.


Gadis itu menikmati guyuran air hangat dari shower yang membasuh tubuhnya sambil bersenandung dengan riang. Setelah selesai mandi dia memakai gaun tidur seksi yang terpaksa dipakainya karena memang hanya itu baju untuk tidur yang ada saat ini, sebuah gaun tidur di atas lutut berwarna merah marun dengan aksen berukat transparan berbelahan dada rendah.


Bunga lalu mengeringkan rambut panjangnya dan setelah selesai dia berbaring di ranjang menutupi dirinya dengan selimut. Terasa sungguh nyaman, ia pasti akan tidur nyenyak dan bermimpi indah malam ini.

__ADS_1


Sedangkan di kamar sebelah tampak Sastra sedang gelisah membolak-balikkan dirinya yang tak kunjung tertidur, ia masih kesal dengan kejadian sore tadi. Bunga menggoda hasratnya membumbung tinggi hingga ke angkasa lalu melemparnya dari ketinggian tanpa ampun.


Tiba-tiba hujan turun mengguyur dengan derasnya disertai dengan petir yang menyambar memekakkan telinga, membuatnya semakin resah dalam kesendiriannya. Sastra berusaha memejamkan matanya agar bisa tertidur dan melupakan rasa jengkel yang berkecamuk di hatinya.


Saat dia hampir jatuh tertidur terdengar suara ketukan di pintu kamarnya, Sastra bangkit dan bertanya-tanya dalam hati siapa yang mengetuk pintunya larut malam begini.


Saat pintu terbuka tampaklah seseorang yang membuatnya kesal setengah mati sore tadi, Bunga berdiri di ambang pintu dengan wajah yang ketakutan sambil memeluk bantal dengan erat, sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak pada Sastra saat ini.


"Ada apa? ini sudah larut untuk apa kamu ke kamarku?" Sastra bertanya dengan datar dan dingin.


"Sas, aku... aku takut petir, bolehkah... bolehkah aku ikut tidur disini?" Bunga menatap Sastra penuh harap dengan mata berkaca-kaca karena saat ini dia benar-benar ketakutan.


Sastra menghela napasnya dalam-dalam. Memijat pangkal hidungnya sembari memejamkan mata. Tadi sore gadis ini sudah berhasil membolak-balikkan dan mengaduk-aduk emosinya seperti roller coaster, tetapi sekarang Bunga ada di hadapannya memohon dengan paras yang menggemaskan, membuat rasa marahnya melangkah mundur dan menguap tersisih oleh rasa sayang yang memenuhi relung hatinya.


"Masuklah!" Sastra membuka pintunya lebar-lebar dan gadis itu langsung masuk tanpa merasa ragu.

__ADS_1


__ADS_2