Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
Extra Part 10


__ADS_3

Anita mengulurkan tangannya pada Bunga, Bunga menaruh sendok yang dipegangnya lalu menyambut tangan Anita dan bersalaman dengannya.


"Namaku Bunga." Lalu mengurai jabatan tangannya dengan Anita.


"Di mana Sastra? aku tidak melihatnya, apa kamu kesini sendiri?" Anita menyilangkan kaki dengan santai dan menyandarkan punggungnya di kursi.


"Tentu saja aku ke sini bersama suamiku, Sastra sedang mengajak putra kami bermain karena tadi dia agak rewel, mungkin sedang berjalan-jalan di sekitar villa ini. Anita seorang model ya? aku pernah melihat gambarmu di muat di majalah fashion," ucap Bunga dengan senyum manisnya.


"Ah, benar sekali, matamu sungguh jeli. Wah, ternyata kalian sudah mempunyai momongan, aku ikut senang." Anita tersenyum penuh kepalsuan, padahal di dalam hatinya ia mengumpat karena kehilangan tambang emasnya.

__ADS_1


"Iya, usianya baru tiga tahun." Mata Bunga selalu berbinar ketika membicarakan tentang Arion, sang buah hati kesayangannya.


"Aku sudah mengenal Sastra sejak dia masih di Amerika, tapi sebelumnya aku belum pernah bertemu denganmu, apa kamu salah satu adik kelasnya Sastra di kampus? bagaimana kalian dipertemukan," tanya Anita penasaran.


"Oh, aku bukan adik kelasnya. Tapi maaf, mengenai informasi pribadiku dan juga keluargaku aku tidak bisa menjawabnya karena aku tidak ingin berbagi dengan orang lain tentang hal itu," ujar Bunga berusaha tetap sopan dalam menanggapi pertanyaan Anita, walaupun sejujurnya ia tidak suka karena yang ditanyakannya mulai menjurus ke ranah pribadinya.


"Bersama denganmu? maksudnya?" Bunga memicingkan matanya pada Anita, raut wajahnya dipenuhi sejuta tanya.


"Ah, iya bersamaku. Apakah kamu belum mengetahui, jika dulu Sastra adalah playboy yang handal, bahkan banyak perempuan yang rela menjadi teman kencannya walaupun hanya sekedar menjadi ONS nya saja. Kukira kamu sudah mengenal dengan baik siapa suamimu sebenarnya, dan aku adalah salah satunya yang paling sering menemaninya dulu," ucap Anita bangga.

__ADS_1


"Apakah kamu yakin jika sekarang Sastra sudah tidak seperti itu lagi? bagiku sepertinya mustahil, karena Sastra adalah tipe yang mudah bosan dan tidak bisa terus menerus hanya bersama dengan satu perempuan yang sama dalam rentang waktu yang lama," papar Anita dengan sombongnya, seolah hanya dialah yang paling memahami Sastra.


Anita memang sengaja memprovokasi Bunga, berharap hubungan keduanya retak sehingga dia bisa mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalamnya dan bisa kembali menikmati pundi-pundi dari Sastra yang dulu pernah dicicipinya.


Bunga tertegun dan berusaha mencerna dengan kepala dingin apa saja yang didengarnya barusan. Ia menarik napasnya dan mengembuskannya perlahan dengan mata terpejam lalu melemparkan tatapan tajam pada Anita.


"Anda seorang model Nona, anda begitu cantik, tapi sayang sekali tak kusangka ternyata anda tidak lebih dari seonggok wanita murahan! Apa maksudmu dengan menceritakan tentang masa lalu suamiku, kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan ceritamu? tentu saja tidak! Lagipula jika mungkin benar di masa lalu Sastra seperti itu sama sekali bukan urusanku," tegas Bunga.


"Semua orang pernah berbuat salah bukan? tapi yang jelas sekarang dia adalah suamiku, milikku, lelakiku, dan ayah dari anakku, camkan itu Nona." Bunga begitu berapi-api, ia berdiri dan beranjak meninggalkan Anita yang masih duduk terpaku di sana.

__ADS_1


__ADS_2