
Menjelang sore Sastra akhirnya tiba di
Bandara Soekarno-Hatta dengan membawa serta Tommy pulang ke Indonesia, Sastra meminta pada ayahnya untuk menjadikan Tommy sekertaris pribadinya karena hasil kerja Tommy yang sangat memuaskan.
Sastra mengirim pesan pada Bunga bahwa dia harus mampir ke kantor dulu untuk menyimpan berkas-berkas yang dibawanya dari New Zealand, diperkirakan dia akan tiba di apartemen Bunga sedikit agak larut.
Sayang, sepertinya aku akan terlambat, jika mengantuk tidurlah, jangan menunggguku, love you baby.
Oke pak bos, love you too.
Setelah membaca pesan dari Sastra, Bunga memilih untuk bersantai di sofa ruang TV dan membaca buku seputar kehamilan yang dibelinya sepulang dari tempat spa. Bunga begitu antusias membaca lembar demi lembar buku tebal itu, dia ingin belajar agar bisa memberikan yang terbaik untuk janin yang dikandungnya.
Bunga sangat yakin kalau Sastra pasti akan segera meresmikan hubungan mereka saat tahu tentang kehamilannya, mengingat bahwa kekasihnya itu sangat mencintainya dan selalu berada disisinya dalam situasi apapun selama ini.
__ADS_1
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan tapi Sastra masih belum tiba, Bunga memasukkan makanan yang di pesannya kedalam kulkas dan jika Sastra ingin makan ia tinggal menghangatkanya menggunakan microwave, kemudian Bunga beranjak ke kamar dan duduk di ranjang untuk melanjutkan membaca.
*****
Pukul sebelas malam Sastra baru sampai di apartemen. Ia langsung masuk dan menuju kamar Bunga karena Sastra sudah sangat rindu pada gadisnya dan ingin segera memeluknya.
Saat pintu kamar terbuka, terlihat Bunga yang sudah tertidur lelap dengan damainya bergelung selimut sambil memeluk sebuah buku. Sastra duduk di sisi ranjang dan menatap wajah cantik yang sangat dirindukannya, dia mengambil buku itu dengan hati-hati dan menaruhnya di nakas tanpa memperhatikan buku tentang apa yang sedang dipeluk Bunga, kemudian ia menyampirkan untaian rambut Bunga yang menutupi pelipisnya dan mencium keningnya.
Bunga terusik dari tidurnya merasakan ada benda kenyal dan dingin di keningnya, saat membuka mata tatapannya langsung bersirobok dengan mata sang kekasih yang sangat dirindukannya itu. Gadis itu tersenyum bahagia dan langsung menarik Sastra kedalam pelukannya.
"I miss you more baby, aku baru saja tiba, maaf jika aku malah membangunkamu." Sastra menenggelamkan dirinya di ceruk leher gadisnya dan menghirup aroma favoritnya. Setelah beberapa saat Sastra melonggarkan pelukannya dan menciumi seluruh wajah cantik Bunga membuat si empunya kegelian.
Lalu Sastra menatap wajah yang selalu memenuhi hati dan pikiranya yang membuat dirinya di landa rindu yang menyiksa.
__ADS_1
"Kenapa kamu memandangiku seperti itu hmm?" Bunga tersenyum merekah.
"Satu bulan tidak bertemu kenapa kamu semakin cantik saja? dan aku merasa kalau kamu makin berisi dan seksi." Sastra mencubit hidung Bunga.
"Apakah kamu sedang merayuku? bukankah di New Zealand juga banyak wanita bule yang cantik-cantik." Bunga mengerucutkan bibirnya.
"Tapi bagiku hanya kamu yang paling cantik." Sastra mengedipkan matanya.
" Hahaha... dasar gombal".
"Kamu menyukainya?"
"Sangat, aku selalu menyukai gombalanmu." Bunga terkekeh. "Kamu sudah makan?"
__ADS_1
"Sudah, aku makan malam dengan sekertarisku tadi, yang aku butuhkan sekarang adalah mandi. Tidurlah kembali sayang, aku akan membasuh diri di kamar mandi."
Sastra mengusap kepala Bunga dan beranjak bangun. Bunga memilih untuk memejamkan matanya lagi karena semenjak mengandung dia lebih cepat lelah dan mengantuk.