Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 130


__ADS_3

Keberangkatan bulan madu pasangan pengantin baru itu berjalan sesuai rencana, Bunga memilih New Zealand sebagai tempat untuk menghabiskan moment manis bersama suaminya, di sana mereka akan menempati villa milik keluarga Prawira yang baru selesai dibangun.


Mereka tiba Auckland Internasional Airport sore hari dan langsung menuju villa, butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di tujuan.


Bunga turun dari mobil yang ditumpanginya, villa itu terletak tidak terlampau jauh dari pusat kota, berdiri kokoh disisi danau dengan pemandangan indah mahakarya sang pencipta yang memanjakan mata.


Bunga menghirup dalam-dalam udara yang masih segar di sekitar danau. Bibirnya berdecak kagum, matanya terpukau berkilauan dan senyumnya merekah dengan cantiknya. Sastra menyusul turun dan merangkul sang istri dari belakang.


"Kamu suka?" tanya Sastra sementara dagunya ditopangkan di pundak Bunga.


"Sangat." sahutnya, Bunga mengecup sekilas pipi Sastra.


Mereka berdua menikmati keindahan alam sore hari nan syahdu yang terlihat beribu-ribu kali lipat lebih indah saat melihatnya bersama dengan orang terkasih.

__ADS_1


*****


Sementara itu di Jakarta, Caroline baru saja kembali dari pekerjaannya di luar negeri setelah dua bulan. Dia langsung mampir ke kantor Prawira Grup untuk bertemu kakaknya yang sedang ada urusan di sana.


Seperti biasa dia masih dengan obsesinya pada Sastra. Saat mendengar Andrew sedang ada di kantornya Sastra Caroline langsung bersemangat untuk pergi ke sana dengan alasan menemui kakaknya padahal dia ingin mencari kesempatan untuk bisa bertemu dengan sang CEO.


Caroline langsung masuk ke dalam gedung, resepsionis di kantor itu sudah tahu bahwa Caroline adalah salah satu anggota tim kuasa hukum Prawira Grup, jadi dirinya bisa dengan bebas keluar masuk di perusahaan itu.


Caroline menuju ruangan meeting pribadi yang letaknya satu lantai dengan ruang CEO, biasanya Andrew dan tim akan berada di situ jika sedang berada di Prawira Grup. Ia masuk dan terlihatlah kakaknya yang sedang duduk bertiga dengan pengacara yang lainnya.


"Carol, kenapa kamu kesini? bukannya pesawatmu baru saja sampai?"


Caroline menarik kursi dan duduk di sebelah Andrew. "Aku kesini karena sudah tidak sabar ingin segera memberikan ini pada Kakak." Caroline menyerahkan map besar pada Andrew.

__ADS_1


"Ini adalah berkas pekerjaanku di luar negeri yang sudah selesai dengan sukses, aku hebat bukan?" ucapnya bangga.


"Seharusnya kamu langsung ke kantor firma hukum kita saja dan menyimpannya di sana. Kamu pasti masih lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup lama bukan?" Andrew terlihat cemas, walaupun Caroline sering berbuat onar tapi Andrew tetap menyayangi adiknya itu.


"Nggak kok, aku nggak lelah sama sekali. Tapi ngomong-ngomong Sastra kemana Kak? Dari tadi kok nggak kelihatan?" Caroline mengedarkan pandangannya di ruangan itu karena sejak tadi tidak ada tanda-tanda penampakan Sastra di sana.


"Oh, dia sedang pergi berbulan madu dengan istrinya." Sahut Andrew santai sementara tangannya tengah sibuk membuka lembaran demi lembaran berkas yang diserahkan adiknya.


"A-apa... berbulan madu? dengan Istrinya?" Caroline berteriak dan menggebrak meja, dia sama sekali belum tahu kalau Sastra sudah menikah.


Andrew memang sengaja tidak memberitahu adiknya karena tidak ingin Caroline membuat ulah jika mengetahui perihal pernikahan tersebut, mengingat tabiat adiknya yang buruk dan juga Caroline sangat tergila-gila pada Sastra.


"Kakak jangan bercanda ya, itu tidak lucu!" Caroline mendengus kesal.

__ADS_1


"Kakak tidak bercanda Carol, ini buktinya." Andrew memperlihatkan foto di ponselnya saat menghadiri pernikahan Sastra di Banjarmasin.


Caroline membulatkan matanya, menatap foto itu dengan raut wajah seakan tidak percaya.


__ADS_2