Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Tantangan Aiden


__ADS_3

" Bagaimana kabar anda tuan Philip" Pieter memecah keheningan yang terjadi saat dirinya dan Philip berada di satu sudut yang sama di ruangan itu.


Malam ini adalah malam pesta ulangtahun Noah, anak pertama dari Aiden dan Jenna. Mereka mengundang dirinya dan Madeline juga anaknya Jaden untuk menghadiri acara makan malam bersama setelah pesta tersebut berakhir.


"Baik, anda?" Philip hanya melirik Pieter sekilas, lalu kembali membuang pandangan nya kepada Rubby yang tengah asik berbincang dengan Madeline juga Jenna dan Bella.


"Baik... Terimakasih" Jawab Pieter yang semakin salah tingkah dengan sikap pria dingin dihadapannya.


"Ya Tuhan, apa hanya istrinya saja yang bisa mengalihkan dunia manusia es batu ini?" Batin Pieter. Pasalnya Philip begitu asik menatap sang istri dari posisi nya saat ini.


Krik....Krik...Krikk....


Tanpa mereka sadari Aiden tengah asik memerhatikan interaksi keduanya dari kejauhan.


"Apa yang bisa aku harapkan dari mereka? Kedua mahluk kutub Utara itu memang benar-benar membuat aku kesal" Keluh Aiden, lalu membuang nafasnya kasar.


Pieter mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah dikatakan Madeline kepadanya belum lama ini, hal apa saja yang bisa membuat pria dingin itu bisa berbicara lama.


Dan kebetulan saja malaikat kecil itu datang, hal yang akan membuat pria dingin itu berbincang asik adalah ketika mereka membahas anak keduanya Marvell. Itu yang diberitahukan oleh Rubby kepada Madeline waktu itu, dan itu juga yang Pieter harapkan saat ini.


"Tuan Marvell sangat mirip dengan anda tuan Philip" Ucap Pieter, sambil memandang anak lucu yang mirip dengan Daddy nya itu.


"Semua orang berkata demikian" Jawab nya sambil menggendong anak tersebut ke pangkuannya.


Krik....Krik...Krik...


Pieter perhatikan bukan hanya wajahnya saja yang mirip dengan Philip, tetapi bocah ini pun mewarisi sifat sang ayah yang pendiam.


Jika Jaden masih suka berceloteh saat berada di pangkuannya, maka Marvell sebaliknya.


"Apa mereka itu berbicara dengan bahasa telepati???" Batin Pieter.


Keduanya hanya menatap ke arah Rubby, mereka bahkan sama-sama menggaruk dagunya! Satu hal yang telah membuat Pieter patah semangat. Bagaimana caranya Pieter bisa mengajak Philip berbicara jika sang anak bahkan tidak terdengar suaranya sedikit pun!

__ADS_1


Logikanya Pieter akan membahas kelucuan Marvell saat anak itu berceloteh dipangkuan daddy-nya, tetapi semuanya sangat tidak mungkin pikir Pieter.


Aiden sempat akan menyerah melihat tingkah keduanya, dari kejauhan dia bisa melihat Pieter dan Philip yang hanya sesekali saja berbicara. Sisanya hanya saling terdiam.


"Sepertinya mobil yang aku beli ini akan sia-sia" Gumam Aiden sambil memainkan kunci mobil sport yang sudah terparkir di halaman depan mansion nya.


"Dia belum berhasil juga?" Kevin mendekati Aiden, lalu menyerahkan satu gelas minuman kepada nya.


"Kau lihat saja mereka Kev" Jawab Aiden sambil menunjuk keduanya.


"Huh... Padahal sudah aku kasih tips jitu untuk membuat kakakmu itu berbicara" Ucapnya.


"Memangnya apa yang kau sarankan kepada Pieter?" Aiden mengerutkan keningnya.


"Kau bilang bicarakan saja tentang dirimu" Kekeh Kevin


"Jangan gila Kev, yang ada kakak ku itu akan menghajarnya habis-habisan" Aiden menggelengkan kepalanya lalu memijat keningnya, dan saat Aiden kembali menatap ke arah keduanya mereka terlihat sedang tertawa bersama.


Madeline tiba-tiba menyodorkan telapak tangannya kehadapan Aiden, hal tersebut langsung mengundang gelak tawa dari Jenna, Rubby serta Bella dan Kevin.


"Aku penasaran, kira-kira mereka sedang menertawakan apa yah?" Ucap Bella sambil tersenyum dan melihat keduanya dari kejauhan.


"Apa kamu bilang? Aiden akan memberikan hadiah?" Philip terkekeh mendengar kekonyolan sang adik dari mulut Pieter.


"Ya...Dan sepertinya mereka tengah menyaksikan kita dari tadi" Jawab Pieter.


Akhirnya kedua pria dingin itu berbincang tentang Aiden setelah Pieter tanpa sengaja mendengar keluhan Philip terhadap adik nya tersebut.


"Cih, untuk apa dia memainkan kunci mobil barunya? Pamer apa" Cibir Philip, meski dengan suara yang terdengar seperti sedang bergumam.


"Anda tahu tuan Philip, Aiden membeli mobil itu untuk ku" Ucap Pieter, yang langsung mendapat perhatian dari manusia es batu itu.


Disinilah mereka sekarang berada, duduk di kursinya masing-masing dalam sebuah acara jamuan makan malam di meja panjang di ruangan itu. Setelah acara anak-anak telah selesai diselenggarakan, kini giliran para orang tua yang berkumpul bersama sambil menikmati hidangan makan malam ala Wayan.

__ADS_1


Jenna pernah mengalami pengalaman yang sangat buruk dengan Kevin dan Bella dulu, begitu pula dengan Aiden dan Madeline. Tetapi setelah mereka mau memaafkan satu sama lain, dan juga mau mengakui kesalahannya masing-masing maka saat ini mereka benar-benar telah menjalin sebuah hubungan baru yang sangat baik.


Kevin telah merasakan bagaimana sebuah karma yang buruk menimpa dirinya karena telah mengkhianati cinta tulus Jenna dulu bersama dengan sahabatnya Bella, begitu pula dengan Madeline yang telah merasakan betapa dirinya menderita karena telah meninggalkan Aiden karena perintah orang tua nya yang sempat menghina pria itu dulu.


Orang bijak mengatakan, kita boleh mempunyai masa lalu yang buruk tetapi kita berhak untuk mempunyai masa depan yang jauh lebih baik.


Jenna sangat beruntung karena telah dipertemukan dengan Aiden, meski pertemuan mereka terbilang unik di Sanremo.


Bella, meski pada awalnya cara yang dia lakukan adalah salah tetapi niat baiknya untuk memperbaiki itu semua telah membuahkan hasil yang sangat baik. Kevin akhirnya menyadari cintanya dan ketulusan hati nya.


Madeline bersyukur karena pada akhirnya dia menyadari cinta Pieter yang begitu besar untuknya, beruntung pria itu belum menyerah pada dirinya saat itu. Jika tidak mungkin keadaan tidak akan pernah sebaik ini pikir Madeline.


Disisi lain Rubby sangat beruntung karena Tuhan telah menghadirkan sosok seorang pria yang begitu sangat mencintainya, Philip bagaikan seorang kakak, teman, sahabat sekaligus kekasih baginya.


Tuhan memang mempertemukan mereka dengan cara yang sangat unik.


"Untuk masa depan kita yang lebih baik" Ucap Aiden sambil mengacungkan gelas anggur merahnya ke udara.


"Cheers!" Sambung Kevin, yang diikuti dengan suara dentingan gelas yang saling beradu.


.


.


.


TAMAT


Hai kakak-kakak Alhamdulillah akhirnya novel ini berhasil othor selesai kan.


Terimakasih atas dukungan kakak-kakak semua dalam cerita ini, semoga Tuhan membalas semua kebaikan kalian semuanya. Aamiin.


Untuk novel ini othor gak akan membuat season 2 nya yah, mohon maaf jika ada yang meminta terpaksa othor tolak dari sekarang 😁😁😁😁😁

__ADS_1


Well sesuai dengan janji othor yang akan menuntaskan novel Sang Penakluk setelah menyelesaikan novel ini, insyaallah mulai Minggu depan othor akan mulai meneruskan kembali cerita nya.


Love you all se alam semesta raya πŸ˜˜πŸ€—πŸ˜


__ADS_2