Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Kukis Coklat Rasa Cinta


__ADS_3

" Bagaimana dengan hasil wawancara tadi? Apa kandidat yang masuk sudah sesuai dengan kriteria mu Jenna?" Aiden mendekati wanita yang masih terlihat menimang calon karyawan barunya di bagian produksi dan pelayan.


" Aku masih bingung Aiden, mereka semua bagus, bahkan mereka adalah lulusan sekolah terbaik " Jenna menghela nafasnya berat, ditangannya ada beberapa lembar kertas daftar riwayat hidup yang masih belum bisa dia tentukan yang mana yang akan dia pilih.


" Apa yang membuat mu bingung sa...Jenna?"


" Aku...Berapa aku harus menggaji mereka Aiden?" Akhirnya Jenna menaruh kertas-kertas itu diatas meja lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" Bagaimana jika urusan gaji karyawan kamu serahkan saja kepada akunting yang baru saja aku wawancarai tadi? Dia yang akan bertanggungjawab atas semua kalkulasi keuangan usaha ini, tentunya langsung dibawah pengawasan penuh dariku " Aiden melepaskan tangan Jenna dari wajahnya dan melemparkan senyuman kepada wanita itu.


" Kamu bisa mempercayai aku untuk urusan keuangan, nanti aku akan selalu berbagi informasi denganmu tentang hal itu " Lanjutnya.


" Aiden...." Jenna meraih tangan Aiden


" Apa menurutmu aku sanggup?"


" Kau bahkan jauh lebih dari itu Jenna sayang, kau sangat sanggup " Aiden ingin sekali mencium bibir pink milik Jenna saat ini, tetapi dia tahu dia masih harus menahannya saat ini.


" Ayo kita temui mereka sekarang " Lanjutnya.


" Sebentar Aiden, aku sangat gugup..."


Aiden bisa merasakan kegugupan Jenna sejak tadi saat wanita itu meraih tangannya, telapak tangan wanita itu begitu dingin dan basah karena keringat.


" Maafkan aku Jenna tapi aku tahu cara paling tepat untuk menghilangkan rasa gugup mu itu " Aiden menarik wanita itu masuk kedalam pelukannya, lalu mengelus punggung nya.


" Nikmati saya sayang..." Bisiknya


Deg...


Awalnya jantung Jenna langsung berdetak kencang, tarikan nafasnya pun cenderung pendek. Tetapi lama kelamaan seiring dengan elusan tangan Aiden dipunggung nya, detak jantung nya pun perlahan kembali normal dan nafasnya pun perlahan menjadi teratur begitu juga dengan rasa gugupnya yang menguap begitu saja.


" Terimakasih Aiden " Bisiknya.


Aiden mengurai pelukannya lalu membenarkan surai rambut dikening wanita cantik itu.


" Ayo kita temui mereka sekarang "


Aiden menuntun Jenna untuk memasuki toko dimana para calon karyawan barunya sudah menunggu disana, kebetulan siang ini berada di jam sepi pengunjung jadi mereka bisa leluasa untuk berkumpul disana.


" Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Aiden dan ini Jenna pemilik Sanremo Chocolatier " Sapa Aiden.


Setelah sambutan kecil dari Aiden dan Jenna, kelima karyawan baru itupun memperkenalkan diri mereka masing-masing.

__ADS_1


Paloma adalah orang yang akan menempati posisi akunting, wanita yang terlihat lebih dewasa dari Jenna ini mempunyai mempunyai lesung pipit saat dia tersenyum.


Jill dan Wayan akan membantu Jenna dan Ruby di bagian produksi, sedangkan Megan dan Erica akan membantu mereka untuk melayani para pelanggan.


Selesai acara perkenalkan, Jenna pun menjelaskan secara detail aturan yang harus mereka ikuti selama mereka bekerja disana.


" Oke...Saya kira semua sudah saya jelaskan, sampai jumpa besok pagi " Ucap Jenna.


.


.


" Anda sungguh hebat tadi nona, aku pikir semua karyawan baru itu akan sangat senang bekerja disini " Puji Ruby


" Kamu bisa aja Ruby "


" Bagaimana kalau kita rayakan kesuksesan hari ini.." Aiden menghampiri keduanya dengan satu nampan berisi tiga gelas minuman coklat diatasnya.


" Woowww...Ini seperti sangat enak Aiden, terimakasih " Ucapnya saat pria itu memberikan satu mug coklat panas kepadanya, lalu memberikan satu gelas iced chocolate dengan krim kocok diatasnya untuk Ruby dan juga untuk dirinya.


" Sepertinya ada yang kurang, Sebentar aku akan mengambilnya "


Tak lama kemudian Jenna kembali dengan satu toples besar berisi kukis coklat didalamnya, lalu menaruhnya diatas meja.


" Ya Tuhan Jenna...Ini kukis terenak yang pernah aku makan " Ujar Aiden sesaat setelah dia memasukkan gigitan kukis tersebut kedalam mulutnya.


Teksturnya renyah tapi begitu sampai di mulut, dia akan lumer didalam. Wangi butter dan perpaduan rasa coklat dan susu akan memanjakan lidah siapapun yang menikmati nya.


" Sepertinya kau harus memasukan kukis coklat ini kedalam menu Jen "


" Tuan Aiden benar nona, aku rasa semua orang akan menyukainya " Sambung Ruby.


" Benarkah??" Tanya Jenna sumringah, dia tidak percaya jika kukis yang semalam dia buat ternyata rasanya begitu enak.


Tak terasa malam pun tiba, setelah seharian berkutat dengan aktivitas berjualan akhirnya tiba saatnya Jenna untuk menutup kembali toko kecilnya, dibantu oleh Aiden dan Ruby tentunya.


" Jenna...Besok aku harus kembali ke negara ku, tapi aku akan kembali lagi dalam dua minggu " Ucap Aiden saat dia akan meninggalkan toko itu.


" Tapi Aiden, bagaimana dengan aku? Maksudku..aku masih..." Jenna tertunduk lesu, dia tidak bisa membayangkan bagaimana caranya dia bisa memimpin sebuah perusahaan seorang diri, mungkin bisnis Jenna terlihat begitu kecil dimata Aiden tetapi dimata Jenna bisnisnya sekarang jauh lebih besar dari sebelumnya.


" Jenna...Kamu harus yakin sayang, kamu harus yakin bahwa dirimu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, bisa melakukan apapun yang kamu mau.." Aiden meraih kedua tangan Jenna dan menggenggamnya erat.


" Apapun yang terjadi kamu bisa memberitahukannya langsung kepadaku...Ingat itu "

__ADS_1


" Kamu gak akan ninggalin aku kan Aiden? Maksudku di bisnis ini, kamu gak akan biarkan aku menjalani nya sendiri kan?"


" Setelah bertemu denganmu aku bahkan tidak pernah mempunyai niat untuk meninggalkan mu sedetikpun Jenna " Jawab Aiden yang langsung membuat wanita itu tertunduk malu.


" Bahkan semua orang dikota ini telah mengenal dirimu sebagai tunangan ku Jenna " Lanjutnya.


" Aiden...Aku minta maaf untuk itu..." Ucap Jenna lirih


" Untuk apa kamu meminta maaf? Aku malah mensyukuri nya " Kekeh Aiden


" Besok aku akan kesini dulu sebelum aku berangkat ke bandara, tolong buatkan aku kukis coklat tadi dan tolong bungkus beberapa kotak besar coklat untukku oke?"


Keesokan harinya.


Berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya, pagi ini keadaan dapur dan toko sudah ramai sejak kedatangan karyawan baru di toko coklat milik Jenna. Jika dulu pada jam 6.30 pagi hanya akan ada Ruby yang datang, ditambah dengan kehadiran Aiden selama lebih dari seminggu ini sekarang ini ada 5 orang karyawan baru yang meramaikan pagi Jenna.


Jill hampir sama seperti Ruby, gadis itu hanya sedikit berbicara dan lebih banyak bekerja. Bedanya dengan Ruby yang periang, gadis itu lebih pendiam. Sementara Wayan, pemuda tampan namun sedikit gemulai itu membuat dapur Jenna menjadi lebih ramai dibandingkan dengan sebelum nya. Wayan senang sekali berbicara, dia bahkan bersenandung saat sedang mengolah produk jualan mereka.


" Owh nona Jenna sayang, tolong jangan kotori tangan cantikmu itu lagi oke...Biarkan aku sang maestro yang akan menggantikan mu " Ucapnya dengan penuh gaya dan drama.


" Kau cukup duduk manis disana dan katakan padaku apa yang harus aku lakukan, dan hukum aku jika aku melakukan kesalahan " Ujarnya sambil menunduk ala film klasik kerajaan.


" Kau jangan menggodanya Wayan, dia hanya milikku " Aiden memasuki ruangan dapur disaat Wayan sedang melakukan aksinya.


" Aahh...Tuan Aiden, selamat datang didalam kerajaan ku.." Melakukan penghormatan ala raja lalu kembali ke aktivitas nya membantu Rubby dan Jill.


" Selamat pagi Jenna...Boleh aku mencium mu pagi ini?" Aiden melemparkan senyuman manis kepada Jenna, Wanita itu hanya bisa tertunduk malu.


"Mmpppphh..."


Secepat kilat Aiden meraih dagu wanita itu dan melahap bibir manisnya untuk pertama kalinya, rasanya sudah tidak tahan lebih dari seminggu ini dia menahannya. Lagi pula Aiden membutuhkan nya karena dia akan meninggalkan Jenna untuk dua Minggu kedepan, pria itu butuh sesuatu untuk mengobati rasa rindu nya nanti.


" Owh...Mataku! " Ucap Wayan dramatis


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2