
“Sebaiknya kamu melihat suamimu kak, biar aku teruskan masaknya” Pinta Rubby
“Baiklah, tunggu tiga menit lagi untuk ayam panggang nya dan sekitar sepuluh menit lagi untuk schotel nya yah Rubby” Ucap Jenna, lalu mencuci tangannya dan melepaskan apron lalu menggantungnya kembali.
Jenna menapaki tangga sambil berpikir adakah yang menjadi penyebab dari merajuknya sang suami, dia tahu betul jika selama ini Aiden tidak akan membawa masalah pekerjaan ke rumah. Jadi adapun yang akan menyebabkan pria itu merajuk pastilah penyebabnya ada di rumah ini.
“Sayang…Apa kamu sudah mandi?” Tanya Jenna, ketika melihat sang suami masih duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di dada dan menyandarkan rubuhnya di sana dengan hanya menggunakan kimono mandi.
“Belum” Jawabnya singkat, lalu menghela nafasnya berat.
“Apa kamu menginginkan sesuatu sayang?” Jenna membereskan pakaian Aiden yang berserakan di atas ranjang, kebiasaan sang suami jika sedang dalam keadaan merajuk.
“Tidak..” Aiden kembali menghela nafasnya berat.
Jenna sedang menaruh pakaian kotor Aiden kedalam keranjang yang berada di ruangan ganti pakaian, hingga dia tidak mendengarkan jawaban dari suaminya itu.
“Hhhhmmm, sepertinya ada yang menggangu pikiranmu…” Jenna menghampiri Aiden lalu duduk di pangkuannya.
“Enggak, aku baik-baik saja..” Jawab Aiden sambil membuang mukanya dari hadapan sang istri.
“Oiya? Apa kamu yakin sayang?” Jenna meraup wajah sang suami lalu menatap manik abunya dalam.
“Kamu tahu, kamu sangat tidak pandai dalam berbohong sayang” Jenna tersenyum lalu mengecup hidung dan bibirnya sekilas.
Aiden menutup matanya, menghela nafasnya lalu membuka matanya kembali. Dia mengumpulkan dahulu keberaniannya untuk menanyakan siapa sebenarnya Billy itu dan kenapa dia akan mengunjunginya dengan membawa serta ayahnya.
“Siapa Billy?” Ucapnya sambil menatap manik mata indah milik Jenna nya, tatapan mata teduh yang selalu berhasil menyejukkan hatinya.
Jenna mengerutkan keningnya, dia tidak yakin dengan pertanyaan yang diajukan Aiden kepadanya. Bukankan Aiden mengetahui bahwa Billy hanyalah seorang anak kecil? Bahkan mereka pernah membawa anak itu berlibur selama seminggu penuh pikir Jenna.
Jenna tidak menemukan Billy yang lain, jika maksud dari sang suami adalah bukan Billy anak dari Kevin suami dari sahabatnya Bella.
“Maksudmu apa sayang? Memangnya kamu lupa siapa Billy?” Tanya Jenna, sekarang Aiden yang meraup wajahnya.
“Iya aku tidak tahu siapa Billy makanya aku tanyakan itu kepadamu” Aiden memainkan pipi istri cantiknya yang tengah menahan tawanya.
“Sayang, hanya satu Billy yang kita kenal dan itu adalah teman anak-anak kita” Kekeh Jenna.
__ADS_1
“Aku tahu…” Kilah Aiden sambil membuang wajahnya.
“Lalu untuk apa dia datang ke rumah kita?” Lanjut Aiden, kali ini bibirnya terlihat maju ke depan.
Jenna sudah mengira jika sang suami pasti belum membaca pesan singkat yang dia tulis untuknya tadi, padahal jelas-jelas dirinya memberi tahu Aiden bahwa malam ini Bella dan keluarganya akan mengunjunginya.
“Mana ponselmu?” Tanya Jenna sambil menyodorkan telapak tangannya kehadapan Aiden.
“Untuk apa kamu meminta ponselku? Aku tidak pernah menyembunyikan apapun darimu” Aiden mengerutkan keningnya
“Sudah jangan banyak bicara, mana ponselmu?” Pinta Jenna.
Aiden menunjukkan letak ponselnya dengan gerakan bibirnya, dan mau tidak mau Jenna beranjak dari pangkuannya untuk mengambil benda pipih yang dia letakkan di atas meja nakas di samping tempat tidur.
Jenna mengambil ponsel itu, lalu menghidupkan layarnya dan memperlihatkan pesan yang sudah dia tulis sebelumnya kepada Aiden.
“Memangnya kamu tidak membaca pesanku sayang?” Jenna melipat kedua tangannya setelah Aiden menerima ponsel itu dari istrinya, wanita itu terlihat begitu menyeramkan dimata Aiden.
Aiden membaca pesan singkat yang ditulis oleh Jenna kepadanya, dia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dan mulai merasa kesulitan untuk menelan saliva nya.
“Eheheh…Aku baru ingat Billy, iya sayang…Aku baru ingat anak itu” Ucap Aiden sambil melirik ke arah Jenna yang masih setia berdiri dihadapannya sambil melipat kedua tangannya di dada.
Tetapi dasar Aiden, daripada dirinya tidak mendapatkan sumber makanan favoritnya malam nanti, lebih baik dia mendahuluinya sekarang pikirnya. Dia sudah mempersiapkan jurus pamungkas penakluk macan betina yang galak, yang tentunya baru saja muncul di kepalanya.
“Lalu kalau sudah ingat kenapa?” Tanya Jenna, sebuah pertanyaan yang tidak akan ditemukan jawabannya di kamus manapun di seluruh jagat alam semesta raya ini. Karena semakin dia menjawab , maka pertanyaannya pun akan tetap sama nantinya.
“Maafkan aku sayang…Aku pikir…”
“Lalu kalau aku sudah memaafkan mu lantas apa?” Jenna menaikkan kedua alisnya, yang tentunya semakin membuat sang suami salah tingkah.
Nah kan benar?? Batin Aiden, hanya satu cara yang bisa membungkam mulut bagian atas milik macan betina yang sedang marah ini pikir Aiden. Yakni dengan membungkam mulut bawahnya!
Percuma meyakinkan mahluk paling benar di seluruh dunia ini dengan menggunakan kata-kata, karena bagaimanapun dia akan menemukan beribu cara untuk membuat dirinya benar. Benarkan???
Satu jam penuh perjuangan Aiden membungkam mulut sang macan betina yang justru malah semakin terdengar nyaring ditelinga Aiden, untungnya auman nya kali ini terdengar begitu indah dan membuat Aiden semakin gencar melancarkan aksinya hingga pada akhirnya mereka menuju puncak kenikmatannya bersama untuk kedua kalinya.
Tiba saatnya mereka menyambut kedatangan Bella beserta suami dan anak-anaknya, Jenna dan Rubby menyambut kedatangan mereka dengan hangat begitu pula dengan Aiden dan Philip. Anak-anak jangan ditanya, teriakan mereka menjadi pertanda jika mereka bahagia menyambut kedatangan teman-temannya itu.
__ADS_1
Tanpa berbicara panjang lebar lagi Kevin langsung mengutarakan maksud kedatangannya ke mansion Aiden, pria itu dengan tulus mengucapkan permohonan maafnya kepada Jenna juga Aiden serta Philip dan Rubby.
“
"Kami berharap hubungan kita akan semakin membaik setelah ini” Ucap Kevin
“Jangan salah paham Aiden, aku sudah menyadari betapa berharganya istriku Bella dan betapa besarnya cintanya untukku begitupula sebaliknya ” Lanjutnya kepada Aiden.
Kevin memang harus menjelaskan kepada pria posesif milik Jenna tersebut, kalau tidak bisa-bisa ke salahpahaman akan kembali terjadi. Dari sorotan matanya saja Kevin bisa melihat jika Aiden kurang suka dengan ucapan dirinya tadi.
“Dan sepertinya salah paham itu hampir saja terjadi” Celetuk Philip sambil mengulum senyumannya.
“Kak..! Kita harus bicara setelah ini” Ucap Aiden sambil melirik kakaknya itu, dia masih kesal dengan sang kakak karena telah menjahilinya tadi.
“Memangnya apa yang terjadi?” Tanya Bella, lalu menatap Philip dan Aiden serta Kevin secara bergantian.
“Hanya insiden kecil nona Bella, anda tidak usah khawatir” Philip menjawab dengan senyuman tipis diwajahnya.
“Mommy…Mommy!” Seru Billy sambil berlari ke arah Bella, dan memperlihatkan mainan yang diberikan oleh Noah untuknya.
“Nah ini dia tersangka utamanya” Lanjut Philip sambil terkekeh.
“Kaaakkk, apa coba” Aiden melipat kedua tangannya di dada.
“Jangan bilang kalau kamu cemburu pada anakku Billy Aiden” Kevin tergelak setelah menyadari maksud dari ucapan Philip.
“Dia bahkan cemburu pada Noah Kev” Balas Philip
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Happy reading