
Kebahagiaan Pieter akan anak pertama nya dapat dirasakan langsung oleh Madeline, sebagai seorang ayah baru dia sangat membantu dalam mengurus bayi yang mereka beri nama Jaden Gabriel Borisov.
Hal ini sama-sama dialami oleh Philip, meski ini anak kedua baginya tetapi untuk urusan ayah siaga dia lah jagonya.
Dia bersama dengan Ariel mengurus bayinya yang diberi nama Marvell Ericsson Teuscherro, bahkan malam jika sang bayi menangis jika Ariel yang duluan terbangun maka Philip lah yang terbangun untuk menenangkan sang bayi atau mengganti popoknya yang basah.
Setahun berlalu semenjak kedua bayi tersebut lahir, dan kini Madeline tengah mengandung anak keduanya. Dia dan Pieter memutuskan untuk memberikan satu adik untuk Jaden.
"Biar sekalian repot nya sayang" Ucap Pieter ketika pada akhirnya Madeline dinyatakan hamil kembali.
Hal lucu terjadi ketika Jaden dan Marvell berulang tahun, Jaden merayakan ulang tahunnya pada siang hari dan Marvell pada malam hari agar keduanya bisa menghadiri ulang tahun mereka masing-masing.
"Suatu hari nanti kita harus merayakan ulang tahun mereka bersama-sama" Ucap Madeline kepada Rubby.
"Sepertinya begitu nona Maddy" Kekeh Rubby, dirinya melihat tamu undangan yang orang-orang nya masih itu-itu juga.
Tetapi persaingan ketat sudah terlihat antara Jaden dan Marvell meski mereka masih balita, Marvell sering kali merebut apapun yang dipegang oleh Jaden.
Bocah itu bahkan menangis ketika Ariel sang kakak kedapatan mengajak Jaden bermain.
"Ah ya ampun Marvell, kita bisa bermain bersama kamu tahu?" Ucap Rubby ketika gadis itu mengendong sang adik untuk meredakan tangisannya.
"Sepertinya Marvell cemburu Ariel" Kekeh Madeline, wanita itu melihat interaksi mereka dari kejauhan dan memutuskan untuk mendekati ketiga nya.
Jaden dan Marvell mewarisi sifat ayah-ayah mereka yang pendiam dan lebih memilih untuk bermain sendiri ketimbang bermain dengan saudara-saudaranya, mereka bahkan tidak suka jika ada orang yang mengganggunya dan akan menangis sejadi-jadinya.
Bahkan di acara ulang tahun mereka, keduanya lebih banyak memerhatikan teman-temannya daripada ikut bermain bersama dengan mereka.
Marvell lebih suka berada dipangkuan Philip atau Ariel, begitu pula Jaden lebih suka berada dipangkuan sang ayah ketika acara tengah berlangsung.
"Lihat sayang, Marvell itu sudah seperti duplikat Daddy nya" Aiden tertawa.
"Bukan hanya wajahnya saja yang mirip, tetapi sifat nya pun sama" Lanjut nya.
__ADS_1
Jenna terkekeh setelah dia menyadari kemiripan ayah dan anak itu, bahkan mereka sama-sama menggaruk dagunya saat melihat keramaian di pesta ulang tahunnya.
Keesokan harinya.
Aiden masih membuka tantangannya beberapa tahun yang lalu untuk Pieter, dia berjanji akan memberikan hadiah besar kepada pria itu jika berhasil berbincang-bincang dengan kakaknya Philip.
Dia kembali menantang pria dingin itu ketika mereka tanpa sengaja bertemu di sebuah acara amal.
"Sayang sekali kakakku tidak bisa ikut denganku hari ini" Kekeh Aiden sambil menepuk pundak Pieter.
Pieter hanya tersenyum tipis melihat tingkah Aiden, di satu sisi dirinya merasa tertantang dengan tantangan yang diberikan oleh Aiden sementara disisi lain dia juga masih bingung bagaimana caranya agar bisa berbincang dengan pria yang dua kali lebih dingin darinya itu.
"Sebenarnya dia itu pria yang baik, hanya memang cetakan wajahnya saja yang seperti itu ketika Tuhan sedang menciptakan nya" Aiden tergelak.
"Aku yakin akan hal itu Aiden, hanya saja suamiku ini masih belum menemukan cara untuk berbincang dengan kakak mu itu" Balas Madeline.
"Aku bahkan salut kepada Rubby" Lanjut nya.
Madeline tidak bisa membayangkan bagaimana mereka menjalani hubungan nya selama ini, yang pria begitu pendiam dan terkesan sangat dingin sementara yang wanita begitu periang dan terkesan manja bila berada didekat prianya itu.
"Rubby punya cara untuk bisa berbincang sangat lama dengan suaminya itu, kau bisa meminta pendapat darinya... Itupun jika kakakku itu tidak menghajar mu terlebih dulu karena berani berbicara dengan istri kecilnya itu" Gelak Aiden.
Aiden masih ingat ketika mereka berbulan madu dulu, dimana Rubby tengah asik berbincang dengan salah seorang pelayan pria disana. Pria itu sangat ketakutan melihat tatapan tajam Philip terhadapnya, karena telah berani berbicara dengan istri kecilnya.
Beruntung Rubby begitu piawai merayu pria dingin itu, jika tidak entah apa yang akan terjadi kepada pemuda tersebut.
"Aku rasa aku tahu bagaimana caranya membantu suamiku ini" Ucap Madeline.
Siapa yang akan melewatkan hadiah berupa sebuah mobil sport keluaran terbaru kan? Madeline memutuskan untuk berbicara dengan Rubby, tentunya saat suaminya itu tidak sedang berada dengannya. Karena menurut Aiden, Philip akan tetap cemburu bahkan terhadap wanita sekalipun.
Kedua pria yang telah lama dikenalnya ini memang terkenal sangat posesif terhadap pasangannya, Aiden bahkan lebih parah karena dia masih bisa cemburu terhadap Noah, anaknya sendiri.
Hari itu Madeline memutuskan untuk berbincang dengan Rubby saat wanita cantik itu tengah mengantar anak-anaknya ke sekolah.
__ADS_1
"Ahh...Ini pasti tentang tantangan yang diberikan Aiden kepada suamimu nona" Rubby tersenyum manis saat menyadari kehadiran Madeline dan anaknya disana.
"Aku harap kamu bisa membantu kami Rubby" Ucap Madeline, sambil menggenggam kedua tangannya.
"Anda jangan khawatir nona, aku pasti akan membantu mu" Balas Rubby.
Keduanya pun berbincang begitu lama berkenaan kemungkinan apa saja yang akan direspon oleh suaminya itu ketika mereka akan berbincang nantinya, keduanya bahkan ikut merencanakan pertemuan mereka dihari yang sudah mereka tentukan. Yakni pada saat Noah berulang tahun!
"Terimakasih Rubby, aku akan memberi mu hadiah nanti" Ucap Madeline, sebelum mobil yang ditumpangi nya pergi meninggalkan halaman depan sekolah anak-anak Rubby dan Jenna.
"Hhmmmm... Kira-kira hadiah apa yah yang akan diberikan oleh nona Madeline untukku nanti?"
Rubby terkejut saat melirik jam tangannya, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 11.30 siang.
"Ahh sial! Ternyata kami berbicara begitu lama" Keluh Rubby, lalu meminta sang sopir untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Pasalnya Philip berjanji akan makan siang di rumah hari ini, dan hingga sekarang Rubby bahkan mesin diperjalanan. Belum lagi masakan yang di minta Philip yang belum dia siapkan.
Tiba di mansion Rubby bergegas menuju dapur, secepat mungkin dia harus menyiapkan semua makanan permintaan sang suami sebelum pria dingin itu pulang. Dia bahkan tidak menyadari jika Philip sudah berada disana, memperlihatkan nya yang sedang sibuk memasak sambil berdiri dan melipat kedua tangannya di ambang pintu.
Rubby memutar tubuhnya untuk mengambil piring yang sudah dia siapkan di atas meja dapur saat dia melihat sang suami dengan sorot mata tajam nya.
"Ya Tuhan!" Pekik Rubby, hampir saja piring yang dipegangnya jatuh saking terkejutnya.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Mohon maaf othor baru up hari ini, othor masih harus bed rest soalnya πππ
Happy reading ππ€