Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Akal Bulus Lolita, Siasat Aiden


__ADS_3

" Selamat siang tuan dan nyonya Crouch, selamat siang juga untuk anda nona Lolita " Philip menyapa mereka saat dia tiba didalam ruangan mewah yang sepertinya telah disiapkan untuk menyambut kedatangan Aiden dan dirinya saat ini, pria itu menganggukan kepalanya dengan sopan.


Aiden berjalan dibelakang Philip, seperti biasa wajah dingin dan datar pria itu sangat mendominasi. Sangat jauh berbeda dengan saat dirinya sedang berada di sebuah toko coklat kecil di kota Sanremo ketika bersama dengan Jenna, wanita yang sangat dirindukannya saat ini.


Sebagai seorang pria terhormat, Aiden harus menghadiri undangan makan siang yang mereka sampaikan secara langsung kepada dirinya melalui Philip.


" Selamat siang Philip, Aiden " Peter Crouch menjawab sapaan Philip dengan ramah, begitu pula dengan Ruth dan Lolita. Gadis itu bahkan terlihat begitu bahagia melihat kedatangan Aiden yang terlihat semakin tampan dengan balutan busana kasualnya.


Peter mempersilahkan Aiden dan Philip untuk duduk dikursi kosong yang telah mereka siapkan, setelah dia menjabat tangan dan memeluk kedua pria tampan tersebut.


"Apa kabar Aiden? Bagaimana perjalanan bisnismu ke kota kecil itu?" Peter membuka percakapan ringan antara mereka.


" Baik Peter " Jawab Aiden singkat.


" Apa kamu menemukan sesuatu disana?"


Entah mengapa tetapi Aiden merasa terusik dengan pertanyaan yang keluar dari mulut pria paruh baya yang telah lama menjalin kerjasama bisnis dengannya itu, sejak perusahaan tersebut berada dibawah kepemimpinan ayah tercintanya. Peter Crouch merupakan salah satu teman dekat dari mendiang Damian Teuscherro ayah dari Aiden.


" Aku akan mengikuti permainan mu pria tua, kita lihat saja nanti " Batin Aiden.


" Ya, itu benar " Aiden menarik salah satu sudut bibirnya.


" Seindahnya negara orang Aiden, tetap lebih indah negaramu sendiri bukan begitu?" Peter menyunggingkan senyuman kearah putrinya.


" Mungkin saja " Aiden menatap Philip. Pria itu seperti sudah paham dengan arti tatapan nya dan langsung berbicara.


" Maafkan kami tuan Peter, kami sangat menghargai undangan makan siang ini, tetapi sayangnya kami tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama disini " Philip mengatakan nya dengan begitu sopan.


" Dan mengenai pembicaraan kita Minggu lalu saya mohon maaf tuan Peter, saya atas nama keluarga Teuscherro memohon maaf karena kami harus menolak permintaan putri anda untuk menikah dengan tuan Aiden " Philip menghela nafasnya sejenak, dia bisa melihat raut kekecewaan diwajah Peter Crouch beserta istri apalagi putri kesayangannya Lolita Crouch.


" Ini tidak bisa dibiarkan Daddy! Aku tidak bisa menerima penolakan ini!" Lolita mulai histeris, sementara Ruth terlihat berusaha untuk menenangkan putri nya.


" Kamu tahu kan apa akibatnya jika hal ini terjadi Aiden?" Peter terlihat menahan marahnya.

__ADS_1


" Saya tahu " Aiden beranjak dari duduknya, lalu berjalan keluar dari ruangan itu. Hal yang paling dia benci adalah mengatasnamakan cinta dibalik keserakahan yang menurut nya merupakan sebuah kebodohan yang hakiki.


" Aiden! Aku tidak sedang main-main!" Teriak Peter.


" Aku pun sama Peter, aku tidak pernah main-main dengan hidupku apalagi kebahagiaan ku! " Aiden memutar tubuhnya.


" Aku tidak bisa memaksakan cintaku untuk putrimu Peter, dan sebagai seorang ayah apa kamu tega menikahkan putrimu dengan orang yang tidak mencintai nya?"


" Kau pikir berapa lama putrimu akan tahan hidup dengan pria yang sama sekali tidak menaruh perasaan apapun kepada nya?"


Peter terhenyak, pasalnya baru kali ini dia mendengar perkataan yang begitu panjang dari mulut seorang Aiden. Dan perkataan pria ini memang benar adanya, selama ini dia hanya mengikuti keinginan putrinya tanpa benar-benar memikirkan dampaknya.


Tapi meski demikian, Peter masih berusaha untuk mengabulkan permintaan putri tercintanya.


" Aku akan menarik saham ku di perusahaan mu Aiden, aku harap kamu memahami konsekuensi dari tindakan mu ini " Peter menghela nafasnya kasar.


" Aku sudah bisa menebaknya Peter, lalukan apapun yang kamu inginkan untuk membahagiakan putrimu itu dan aku harap ini kali terakhir kita bertemu " Aiden kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Dia tidak memperdulikan teriakan histeris Lolita saat wanita itu terus saja memanggil namanya.


" Ini pasti karena wanita itu kan Aiden! Lihat saja nanti aku akan menghancurkan wanita sialan itu!" Pekiknya.


" Baik tuan "


" Minggu depan gedung sebelah ruko nona Jenna sudah mulai direnovasi sesuai dengan permintaanmu "


" Bagus Philip, dan pastikan secepatnya selesai " Aiden memasuki mobil setelah Philip membukakan pintu itu untuknya.


Aiden sangat paham bahwa hidup dengannya tidak akan mudah bagi Jenna, wanita itu harus terlebih dahulu berdiri kuat menopang hidupnya sebelum dia menjadi nyonya Teuscherro nantinya.


Aiden tidak mau seorangpun bisa menghina Jenna, dia tidak akan mengijinkan hal itu terjadi. Untuk itu dia akan berjuang keras mendampingi wanita itu untuk meraih kesuksesannya, Jenna harus bangga dengan hasil pencapaian nya. Dengan itu tidak akan ada seorangpun yang berani memandang nya sebelah mata.


" Aku tidak mau siapapun mengira Jennaku menjadi istri ku karena harta, aku tidak akan mengijinkan hal itu terjadi..." Batin Aiden.


" Awasi terus gerak gerik Lolita Philip, aku tidak mau sampai kecolongan " Titahnya.

__ADS_1


" Baik tuan " Philip menghela nafas sejenak, pria itu terlihat seperti sedang berpikir.


"Apa sebaiknya Anda menikahi nona Jenna saja tuan?"


" Aku bisa saja melakukan hal itu sekarang juga Phil, tapi aku tidak mau menyakiti nya "


" Aku bisa dengan mudah menolongnya menghadapi masalah dari masa lalu nya, tapi apa dia bisa dengan mudah melakukan hal yang sama untuk ku Phil? Dia itu seorang wanita Philip, aku tahu dia adalah seorang wanita yang tangguh...Tapi untuk masuk kedalam kehidupan keluarga Teuscherro tidak hanya itu Philip, kau pasti paham apa maksud ku"


Philip hanya bisa terdiam, dia sangat paham apa maksud dari perkataan Aiden. Aiden begitu ingin mengangkat derajat wanita yang begitu dia cintai meski mereka belum lama bertemu.


Aiden melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, pria itu tersenyum lalu mengambil ponsel dari dalam saku jasnya.


" Hallo Jenna sayang...?" Aiden mengembangkan senyumannya


" Hai Aiden...Aku baru saja selesai makan siang bersama dengan Paloma "


" Ya? Owh...Kami terpaksa membeli makan siang ini, tamu semakin ramai Aiden " Lanjut Jenna, wanita ini harus mencari tempat untuk bisa mendengar dengan jelas suara Aiden. Jenna memutuskan untuk pergi ke lantai dua.


Sementara Jenna menerima panggilan telepon dari pria yang diam-diam dia rindukan, Kevin tengah berusaha untuk mencari keberadaan Jenna di lantai dasar dimana para pelanggan sedang memenuhi ruangan itu.


" Aku sangat yakin, aku melihat Jenna disana tadi " Gumam Kevin sambil terus mengedarkan pandangannya.


" Siang tuan, apa anda sudah siap untuk memesan?" Erica menghampiri Kevin, gadis itu sangat yakin jika kedatangan pria itu hanya untuk mencari keberadaan majikan barunya.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2