Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Seseorang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Pertama-tama othor mau minta maaf tidak menjelaskan dari awal pemeran di novel ini πŸ€—πŸ˜βœŒοΈ


Jenna dan Aiden disini bukan Jenna dan Aiden di cerita Bodyguard Cantiknya Sultan yah kakak-kakak tercinta, tersayang dan terkasih..


Maklum othor suka lupa sama nama-nama, jadi nama mereka othor pake disini πŸ˜˜πŸ€—πŸ˜βœŒοΈ


Kita lanjutkan yaaaa...


⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️


" Hallo selamat siang tuan... Mau cokelat yang mana?" Sapa Ruby ramah.


Gadis itu sempat menautkan keningnya saat netranya tidak sengaja melihat penampilan pria yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.


Rambutnya sedikit gondrong, kumis dan jenggot nya seperti sudah lama tidak dicukur, kulit wajahnya kusam dan terdapat lingkar hitam di kedua matanya meski tipis. Tetapi pakaian yang dikenakan oleh nya bukan pakaian dengan harga murah, gadis ini cukup tahu tentang pakaian mahal. Dulu ketika kehidupan mereka masih terbilang kaya, dia selalu diajak oleh ibunya untuk membeli setelan jas untuk sang ayah di butik ternama.


" Varian mana yang paling laris ditoko ini ?"


Ruby pun menunjukan beberapa variant coklat yang paling banyak dibeli dan dipesan oleh para pelanggan setianya.


" Oke, saya mau yang tadi satu kotak besar nona "


" Baik tuan, mohon ditunggu sebentar "


Sementara disudut ruangan Aiden masih mencoba untuk menggoda Jenna, wanita itu masih saja terlihat murung.


" Kamu pencuri ulung Jenna "


" Apa??! Apa maksudmu Aiden? Jangan bercanda "


" Iya benar...Kamu telah mencuri hatiku " Aiden tergelak


" Gombal...!" Jenna semakin memajukan bibirnya.


" Duh... Duh...Kamu juga pintar Jen, benar-benar pintar "


" Tidak, aku biasa-biasa saja..."


" Kamu pintar membuat jantungku berdegup kencang " Kembali Aiden tergelak.


" Iissshhh.... Hentikan Aiden, gak lucu " Pintanya


" Oke...Oke... aku berhenti, tapi kali ini tolong jawab dengan jujur yah "


" Apa sudah lama kamu menggunakan bubuk cokelat merk Teuscherro sebagai bahan baku utama pembuatan permen coklat mu itu?"


" Heemm...Aku pikir sejak nenek buyut Ruby membangun toko ini, mereka sudah menggunakan bubuk cokelat merk itu "

__ADS_1


" Soalnya dari semenjak dulu aku diterima untuk bekerja disini, yang aku tahu hanya bubuk cokelat dengan merk itu " Lanjutnya.


" Apa kamu berniat untuk menggantinya dengan merk lain? " Tanya Aiden lagi.


" Tidak, rasanya pasti akan berubah...Aku suka dengan bubuk cokelat itu, selain tekstur nya lembut wanginya juga khas "


" Oke good, terimakasih Jenna "


" Untuk? " Jenna mengerutkan keningnya


" Untuk semuanya " Aiden tersenyum


" Boleh aku melihat mu membuat coklat hari ini?" Lanjutnya.


" Aku berjanji tidak akan mencuri resepmu " Kekeh Aiden saat melihat tatapan mata Jenna.


" Hhhhmmmm... Oke, sekalian bikin coklat buatmu Aiden "


Jenna beranjak dari duduknya begitu juga dengan Aiden, tetapi baru saja dia melangkahkan kakinya tiba-tiba dia menubruk seorang pria yang berpapasan dengannya saat pria itu bergegas menuju pintu keluar.


" Owh... Maafkan saya tu...."


Kata-kata Jenna terhenti saat dia menyadari siapa sebenarnya pria yang telah dia tubruk.


" Kamu gak apa-apa kan Jen?" Aiden memeriksa kondisi tubuh wanita yang masih berdiri membelakangi nya.


" Hallo Jenna... Akhirnya aku menemukan mu " Ucapnya lirih


" Maaf saya tidak mengenal siapa anda " Jenna berusaha menahan emosi nya, wanita itu berlari menuju dapur.


Dengan langkah cepat Aiden mengikuti Jenna, meski tanda tanya besar kini hadir didalam benaknya. Siapa pria itu pikirnya.


" Jenna...Kamu baik-baik saja ?" Aiden melihat punggung Jenna yang bergetar, pertanda wanita itu sedang menangis.


" Hei...Hei...Apa yang terjadi barusan ?" Aiden membalikkan tubuh Jenna dan merangkul nya. Laki-laki itu membiarkan Jenna meluapkan emosi nya didalam pelukannya. Seketika tangisannya pecah.


" Nona...Apa anda...." Ruby mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut saat dia melihat nona nya sedang menangis didalam pelukan seorang pria, pria yang seharian ini mulai mengisi hati nona nya.


" Sebaiknya anda beristirahat nona... Kebetulan pelanggan sudah mulai sepi " Lanjutnya.


" Dimana tempat istirahat nya Ruby ? Tanya Aiden


" Naik saja keatas lewat pintu itu tuan " Jawabnya sambil mengarahkan jari telunjuknya.


" Maafkan aku Jenna, tapi aku harus membawamu keatas "


Aiden menggendong tubuh Jenna dan langsung membawanya ke lantai dua. Wanita itu mengalungkan tangannya dileher Aiden dan tetap menangis.

__ADS_1


" Siapa pria itu ?"


Ruby hampir saja menjatuhkan nampan yang dia pegang saat tiba-tiba laki-laki yang tadi membeli banyak coklat tengah berdiri dibalik tirai pintu dapur.


" Astaga tuan, anda mengejutkan saya " Ruby mengelus dada dengan sebelah tangannya.


" Tuan Aiden maksud anda? Beliau kekasih nona Jenna " Jawab Ruby tanpa ragu.


" Apa mereka...."


" Tuan maaf, jika anda masih ingin bertanya tentang hal pribadi nona saya, saya tidak akan menjawabnya karena itu rahasia " Ruby terpaksa menyela pembicaraan pria itu, dia telah mencium gelagat kurang baik dari pria yang masih saja berdiri didepannya.


" Apa tuan masih ingin membeli coklat? Jika tidak harap tuan keluar dari toko ini, saya akan menutup nya sebentar lagi karena nona kami tiba-tiba sakit " Lanjutnya.


Sementara dilantai dua.


" Menangis lah jika itu bisa membuat semua beban dalam hidupmu hilang " Bisik Aiden ditelinga Jenna.


" Karena setelah ini aku tidak akan membiarkan siapapun membuatmu menangis Jenna " Lanjutnya.


Sejam lamanya Jenna menangis hingga akhirnya wanita itupun tertidur pulas. Aiden meraih ponsel dari dalam saku mantelnya, lalu menghubungi seseorang.


" Philip, tolong atur ulang jadwal ku seminggu kedepan, seperti aku akan tinggal disini lebih lama "


" Oke good, dan tolong kirim bubuk cokelat ke alamatku "


" Nanti akan aku kirimkan alamatnya " Lanjutnya lagi, lalu mengakhiri sambungan telponnya.


Setelah menutupi tubuh Jenna dengan selimut, pria itu memutuskan untuk turun kembali ke lantai satu.


" Kemana pria tadi Ruby ?" Aiden mengedarkan pandangannya.


" Aku sudah mengusirnya secara halus sejam yang lalu tuan " Jawabnya enteng, gadis itu begitu fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya.


" Apa kamu sedang membuat coklat Ruby ?" Aiden menghampiri gadis berambut keriting merah itu.


" Iya tuan.." Jawabnya singkat.


" Pantas saja bentuk permen coklat disini sangat bagus " Batin Aiden saat melihat keseriusan Ruby membentuk cokelat-cokelat kecil yang ada diatas meja didepannya.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Love you to the moon and back πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2