Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Acara Sekolah


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya Billy membantu Noah untuk menjualkan cokelat-cokelat nya, bocah itu bahkan datang lebih pagi dan menunggu kedatangan Noah di stand jualan milik kelompoknya.


Dia juga memerintahkan anggota geng nya untuk membantu mereka menjajakan cokelat-cikelat itu hingga habis terjual bahkan hanya dalam beberapa jam saja. Awalnya Noah sempat meragukan kesungguhan kakak kelas nya ini, tetapi setelah beberapa kali mereka memproduksi bahkan berjualan, Billy dan teman-temannya itu selaku hadir dan membantu mereka.


Tiba saatnya acara puncak diselenggarakan dimana pihak sekolah akan mengumumkan semua pemenang di semua cabang lomba dalam sebuah pagelaran acara meriah, dan mereka sengaja mengundang para orang tua murid untuk turut memeriahkan acara tersebut.


Hari itu kebetulan Aiden dan Philip akan terlambat datang ke acara penting tersebut karena mereka harus menyelesaikan beberapa hal penting terlebih dulu di perusahaan, dan meminta para istri untuk datang terlebih dulu dengan anak-anak mereka.


Noah terlihat sangat senang karena sang ibu pun mengajak serta adik kecilnya Zaya dan Ariel bersamanya.


Tiba di aula sekolah rombongan keluarga Teuscherro itu menduduki bangku di depan panggung samping ujung kanan, karena kebetulan belum terlalu banyak orang tua yang hadir di sana sementara Aiden bergabung bersama teman-temannya di belakang panggung.


Di ujung barisan depan ujung sebelah kiri diam-diam Kevin memerhatikan Jenna yang menurutnya semakin cantik, dengan riasan yang sederhana dan pakaian yang sangat cocok dengan bentuk tubuhnya. Jenna mengenakan rok span selutut berwarna gelap dari bahan wool, dengan atasan kaus rajut model turtle neck yang pas di badannya dipadukan dengan outer berwarna senada dengan roknya dan sepatu boots yang menutupi betisnya.


“Dia terlihat semakin cantik…” Batin Kevin, dan tanpa dia sadari Bella melihat senyuman tipis mengembang diwajahnya saat diam-diam dia memergoki laki-laki itu tengah asik memandangi wanita yang pernah menjadi istrinya tersebut.


“Ternyata dia belum bisa melupakan perasaannya kepada Jenna” Batin Bella, dia pun membuang pandangannya ke arah panggung dan berharap agar acara ini segera selesai.


Bella ingin sekali mendatangi Jenna nanti, dia ingin mengajak wanita itu untuk berbicara tentang suaminya Kevin. Dia ingin tahu apakah wanita itu sengaja datang kesana tanpa suaminya Aiden, karena pasti wanita itu tahu jika Kevin akan datang bersama dengannya.


Tetapi Bella harus membuang jauh-jauh pikirannya itu saat melihat kedatangan Aiden dan Philip kesana, mereka menempati kursi yang ditempati oleh kedua gadis kecil yang duduk di samping Jenna dan Rubby setelah keduanya memangku kedua gadis itu di pangkuannya.


Seketika senyuman penuh kemenangan terpancar di wajah Bella saat melihat perubahan raut wajah pada suaminya Kevin.


“Apakah kami datang terlambat?” Tanya Aiden, setelah dirinya mencium kening dan bibir Jenna, lalu mengangkat tubuh Zaya dan menaruhnya di pangkuannya.


“Belum sayang, acaranya belum lama dimulai” Jawab Jenna, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah panggung dimana teman-teman Noah sedang menampilkan tarian terbaiknya.

__ADS_1


Kevin harus berkali-kali menahan emosi yang berkecamuk didalam dirinya saat melihat kehangatan yang diberikan oleh laki-laki itu terhadap Jenna, dia akui jika selama ini pun dia belum bisa menghapus rasa cintanya terhadap wanita itu.


Tiba saatnya kepala sekolah Hamilton mengumumkan pemenang pada lomba kewirausahaan, pria berkacamata tebal itu memanggil pemenang urutan ketiga terlebih dulu, lalu ke dua dan yang terakhir urutan pertama.


Saat Hamilton menyebutkan pemenang urutan pertama nama Noah lah yang dia panggil untuk naik ke atas panggung bersama dengan teman-temannya, bocah-bocah itu bersorak saat naik keatas panggung lalu menerima piala yang diserahkan langsung oleh Hamilton kepada Noah.


Noah diminta untuk memberikan kesan-kesannya selama mengikuti perlombaan, dia sangat bersyukur kepada orang tua yang selalu mendukungnya, atas kerjasama tim dari teman-temannya dan terakhir dia mengucapkan terimakasihnya kepada Billy dan teman-temannya karena telah membantu mereka memenangkan kompetisi tersebut.


“Dia adalah anak yang baik, tapi aku rasa dia akan lebih baik jika semua orang memperlakukannya dengan baik pula” Ucap Noah diakhir sambutannya.


Semua yang hadir di sana merasa terharu mendengarkan perkataan yang tulus dari bocah yang baru kelas satu di sekolah itu, terkecuali Kevin. Laki-laki itu malah tersinggung dengan kata-kata Noah, dia pun mencurigai anaknya Billy telah bercerita hal buruk tentang dirinya kepada anak itu.


Billy mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Aiden saat mereka bertemu diluar gedung ketika acara telah usai, dia berjanji akan selalu bersikap baik kepada semua orang mulai saat ini. Tak lupa diapun menagih janjinya kepada Aiden yang akan mengajaknya liburan bersama.


“Oke bocah kecil, kebetulan liburan sekolah ini kami akan pergi ke Sanremo untuk mengunjungi nenek dan kakek Ariel, aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu” Ucap Aiden, yang langsung disambut hangat oleh Billy.


“Apa yang telah kamu ceritakan kepada anak itu Billy?! Apa kamu menceritakan hal buruk tentang daddy kepadanya?!” Kevin langsung menanyakan hal yang telah mengganjal di hatinya sejak tadi kepada Billy setelah mereka tiba di rumah.


“Aku tidak pernah bercerita apapun dad” Jawab Billy, bocah itu sudah mulai terlihat sangat ketakutan.


“Apa maksudmu Kevin? Kenapa kamu menanyakan hal itu kepada Billy?” Tanya Bella, sambil melindungi anaknya itu dengan menghalangi Billy dari Kevin.


“Apa kamu tidak mendengar perkataan anak itu tadi hah?! Dia jelas-jelas sedang membicarakan tentang aku!” Kilah Kevin, lalu mengusap wajahnya kasar.


“Perkataan yang mana Kevin?Aku tidak mendengar hal yang salah dari perkataan anak itu!” Bella meraih tangan Billy dan mengajaknya untuk pergi ke kamarnya.


“Kalian ini sama saja!” Seru Kevin, lalu menjatuhkan dirinya di atas sofa.

__ADS_1


“Mom…Kenapa daddy menuduhku? Aku tidak mengerti..” Tanya Billy, anak itu menundukkan kepalanya.


“Daddy hanya sedang lelah sayang, jangan dimasukan ke hati oke…” Jawab Bella sambil mengelus kepala Billy.


“Mommy tahu, selama aku membantu Noah dia juga membantuku untuk meminta maaf kepada teman-temanku…Dia bahkan membelaku saat mereka menghinaku” Tutur Billy, dia bahkan tersenyum saat menceritakan pengalamannya itu.


“Tapi Noah tidak pernah suka jika ada anak lain yang mendekati Ariel dan Zaya, apa mommy tahu apa yang membuat dia seperti itu?” Billy menatap wajah Bella.


“Mungkin karena Noah sangat sayang kepada adik-adiknya” Jawab Bella, lalu tersenyum. Dia tahu sifat posesif Noah menurun dari sang ayah Aiden.


“Tetap kak Mulan tidak pernah melakukan hal itu kepadaku” Ucap Billy, yang langsung membuat raut wajah sang mommy terlihat sedih.


“Mommy yakin kakak mu itu sebenarnya sayang kepadamu, hanya saja saat ini dia sedang pusing menghadapi ujian sekolahnya “ Kilah Bella.


Tanpa mereka ketahui diam-diam Mulan mendengarkan pembicaraan keduanya dari balik pintu, gadis itu menghela nafasnya lalu menjauhi kamar sang adik menuju kamarnya.


"Maafkan aku Billy..."


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2