Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Peringatan Pertama


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Kevin hanya bisa menatap Jenna dari kejauhan, laki-laki yang sudah mengubah penampilannya itu hanya bisa melihat mantan istri yang masih begitu dia cintai dari cafe diseberang jalan.


" Kenapa laki-laki itu masih saja berada disana ?" Gumamnya.


Kevin bukan tidak berani menghadapi laki-laki yang mengaku sebagai tunangan Jenna, tetapi dia tidak ingin kedatangannya kembali membuat Jenna menangis seperti saat terakhir kali dia nekat menemui wanita itu.


" Sebegitu sakitnya kah hatimu Jenna, apa kamu tahu jika aku sangat menyesali perbuatan ku " Gumamnya lagi, Kevin menghela nafasnya kasar.


Penyesalan memang selalu datang diakhir, karena kalau datang diawal itu namanya pendaftaran. Seperti itulah yang dirasakan oleh Kevin selama beberapa tahun terakhir ini, saat dirinya sudah terlanjur berbuat serong dibelakang Jenna dan berakhir di pernikahan bersama dengan Bella hingga akhirnya mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik bernama Mulan.


Kevin tidak bisa membohongi dirinya sendiri, pria itu masih menaruh rasa cinta yang begitu besar untuk Jenna. Dia menyesal karena tidak bisa menepati janjinya untuk selalu mendukung Jenna dan mendampingi wanita itu disaat tersulit nya, andai dia bisa mengembalikan waktu hal pertama yang akan dia lakukan adalah menahan keinginan tertinggi nya malam itu.


" Saya perhatikan beberapa hari ini anda asik sekali memerhatikan nona kami " Suara berat dari seorang pria yang tak dikenal telah membuyarkan lamunan Kevin.


" Saya Philip " Pria itu mengulurkan tangannya, Kevin pun terpaksa meraih uluran tangan pria itu setelah dia memberikan isyarat dengan matanya seolah menyuruh dirinya untuk menyambut nya.


" Boleh saya duduk disini?" Philip bertanya tanpa menunggu persetujuan dari Kevin sambil mendudukkan dirinya dikursi seberang kursi pria itu.


" Tentu saja...Saya Kevin maaf..." Jawab Kevin sedikit ragu.


Apa maksudnya dengan nona kami pikir Kevin.


" Apa maksud anda dengan mengatakan bahwa wanita itu adalah nona kalian?" Akhirnya Kevin memberanikan diri untuk menanyakan hal itu langsung.


" Jadi benar, selama empat hari ini anda tengah memerhatikan gerak-gerik nona Jenna " Kekeh Philip.


" Dia adalah calon istri tuan Aiden " Lanjutnya.


" Jadi benar anda adalah tuan Kevin, mantan suami nona Jenna?"


" I...Iya itu benar, darimana anda mengetahui hal itu?" Kevin mengerutkan keningnya, apa jangan-jangan Jenna yang telah memberitahu pria yang duduk didepannya ini pikirnya.


" Anda tidak perlu tahu darimana saya mengetahuinya tuan Kevin, tapi anda cukup mengetahui jika nona Jenna tidak ada sangkut pautnya dengan ini " Philip menarik salah satu sudut bibirnya, seakan tahu apa isi otak Kevin saat ini.


" Jadi apa maksud anda menemui saya tuan?" Kevin sudah mulai terlihat jengah.


" Saya hanya ingin mengingatkan anda untuk menjaga pandangan mata anda tuan, ini untuk keselamatan anda sendiri " Philip terlihat begitu tenang saat melontarkan kalimat itu, tetapi terdengar seperti sebuah ancaman bagi Kevin.


" Maksud mu? Apa kamu sedang mengancam ku?!"


" Apa saya terdengar seperti sedang mengancam anda tuan? seperti yang saya katakan tadi, saya hanya mengingatkan anda saja " Philip mulai menyesap kopi pahit yang baru saja tersaji didepannya.


" Saya tidak suka jika kebahagiaan tuan Aiden terusik " Lanjutnya.

__ADS_1


Tuan Aiden? Nona Jenna? Sebenarnya siapa mereka sebenarnya untuk Jenna? Kevin bertanya-tanya didalam hatinya, tetapi tidak mungkin dia menanyakan hal itu langsung kepada pria yang tengah duduk dihadapannya saat ini. Pria itu bertekad untuk mencari tahu siapa mereka sebenarnya, dia akan menanyakan hal itu langsung kepada Jenna nanti.


" Lupakan niat anda untuk menanyakan tentang kami kepada nona Jenna tuan Kevin" Kekeh Philip, seakan tahu semua pertanyaan yang muncul dikepala Kevin.


" Baiklah, sudah saatnya saya pergi " Philip beranjak dari duduknya lalu meraih satu cup kertas kopi panas pesanannya.


" Sebaiknya anda selalu mengingat apa yang saya sudah katakan tadi tuan Kevin, selamat pagi " Ucapnya lalu pergi meninggalkan sejuta tanya dibenak Kevin saat ini.


Kevin melihat kepergian pria itu keluar dari cafe lalu berjalan menyebrangi jalan dan memasuki toko coklat milik Jenna, pria itu terlihat begitu akrab dengan mereka.


" Lama banget sih beli kopi nya ?" Keluh Aiden sesaat setelah Philip memasuki toko dan menyerahkan kopi pesanan Aiden kepadanya.


" Ngantri Aiden, sabar sedikit kenapa.." Jawab Philip.


Sejujurnya Philip masih sedikit kaku meladeni tingkah majikannya itu, gestur tubuh dan bahasa yang digunakan Aiden bahkan hingga kebiasaan baru Aiden masih berada diluar nalar dirinya. Aiden yang sekarang tengah berada dihadapannya bukanlah Aiden yang Philip kenal selama ini.


" Kalian ini udah kayak anjing dan kucing, tiap hari bertengkar terus " Kekeh Jenna.


" Aku anjingnya dan dia kucingnya " Aiden menunjuk kearah Philip.


Terserah anda tuan muda, yang penting anda senang - Philip


" Apa kalian tidak lelah? Kalian pulang malam dan kesini lagi pagi-pagi sekali untuk membantu kami " Jenna meletakkan piring-piring berisi makana untuk mereka sarapan pagi bersama. Kali ini wanita itu membuat sandwich tuna panggang dengan sayuran dan telur juga segelas juice buah dan sayur.


" Jenna, apa kamu tidak tertarik untuk menjual makanan-makanan ini? Maksudku masakan mu begitu lezat " Tanya Aiden sambil melahap makanannya.


" Iissshhh....Dasar pelit!" Lanjut Aiden


" Apa? Aku cuma gak mau kamu merebut makanan ku Aiden " Philip melindungi makanannya dengan lengannya.


Tak seberapa lama tiba-tiba ponsel Aiden berdering, Aiden menyerahkan ponsel nya kepada Philip saat dia mengetahui siapa yang tengah berusaha untuk menghubungi nya.


Philip beranjak dari duduknya dan menerima panggilan itu setelah dirinya berada didalam dapur.


" Yes!!! Aku menang!" Aiden mengambil jatah makanan milik Philip dan menghabiskan nya.


" Kasian Philip Aiden, dia pasti masih lapar " Melihat Aiden yang sedang mengabiskan isi piring temannya.


" Sebaiknya aku membuatkan makanan itu kembali untuk tuan Philip nona " Kekeh Ruby.


Tak berselang lama Philip kembali menghampiri mereka dan begitu melihat isi piringnya, pria itu mengerutkan keningnya.


" Kau menghabiskan makananku lagi Aiden!"

__ADS_1


Aiden tertawa penuh kemenangan.


" Aku akan membuatkan nya kembali untukmu tuan Philip " Kekeh Ruby.


" Tolong dibungkus yah Ruby! "


" Aku harus segera kembali Aiden, ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan disana " Philip menganggukkan kepalanya kepada Aiden, begitu pula sebaliknya.


" Baiklah Philip, aku akan menyusul mu lusa dan aku harap semua sudah beres sebelum aku tiba " Pintanya.


" Ada masalah serius Philip?" Tanya Jenna


" Ahh tidak nona, hanya masalah kecil saja " Jawab Philip sambil tersenyum.


" Baiklah, aku harap masalahnya cepat selesai "


" Tunggu sebentar, aku akan membungkus beberapa dus coklat untukmu " Lanjut Jenna, lalu beranjak dari duduknya menuju dapur.


" Apa yang dia dan orangtuanya inginkan Phil?" Kembali ke mode awal.


" Seperti biasa tuan, nona Sofia ingin segera meresmikan pernikahan kalian melalui kedua orangtuanya "


" Kau tahu apa yang harus kau lakukan Phil, dan lakukan sebaik mungkin, aku tidak ingin mereka merusak kebahagiaan Jenna ku apalagi jika mereka sampai berani datang kemari "


" Apa kau sudah bicara pada pria tadi?" Lanjutnya


" Sudah tuan, aku sudah mengingatkan nya untuk menjauhi nona Jenna "


" Pastikan tetap seperti itu Philip, jika perlu pindahkan dia ke luar negeri sekalian "


" Ini untuk anda tuan Philip " Ruby memberikan satu bungkusan berisi sarapan pagi, dan tiga kotak besar berisikan berbagai jenis dan rasa coklat kepadanya.


Secepat kilat Philip mengambil semua bungkusan itu sebelum merebutnya dan secepat kilat juga pria itu berlari dari hadapan mereka.


" Awas kau Phil! Tunggu pembalasan ku!" Pekik Aiden


.


.


.


To be continued πŸ˜‰

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading πŸ€—


__ADS_2