Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Kepanikan


__ADS_3

Hari berganti minggu dan minggu pun berganti bulan, tak terasa usia kandungan Jenna saat ini memasuki usia sembilan bulan dimana tinggal hitungan hari istri dari Aidenamian Teuscherro ini akan melahirkan buah hati nya dari pernikahannya dengan pengusaha kaya yang sangat dicintainya itu.


Dilain pihak, Rubby tengah berjuang untuk menghadapi masa-masa awal kehamilannya setelah hampir satu tahun pernikahannya dengan Philip, kakak dari Aiden.


Jika Jenna sama sekali tidak mengalami hal yang namanya mengidam, hanya mengalami perubahan pada jam makannya saja itupun hanya sampai usia kandungannya mencapai tujuh bulan, lain halnya dengan Rubby. Gadis ini bahkan mengalami morning sick yang hebat! Dan sudah pasti Philip si pria kulkas ini sangat kerepotan menghadapi istri kecilnya.


Pagi hari ketika Philip baru saja terbangun dari tidurnya, dia sudah dikejutkan dengan suara nyaring istri kecilnya di kamar mandi. Philip pun segera beranjak dari tidurnya dan bergegas menghampiri sang istri yang sedang berjuang dengan rasa mualnya.


“Baby…Kamu baik-baik saja?!” Tanya Philip, begitu sangat khawatir. Dia meraih tubuh mungil sang istri dan membawanya kembali kedalam kamar dan menaruhnya diatas ranjang dengan hati-hati.


“Kepalaku pusing dad, dan perutku mual” Jawabnya, jawaban yang masih sama jika Philip menanyakan keadaannya.


“Sabar baby…Dokter sudah bilang jika kamu akan mengalami morning sick seperti ini diawal kehamilanmu” Ucap Philip, sambil mengelus rambut Rubby.


“Apa kamu menginginkan sesuatu pagi ini?” Lanjutnya.


“Aku ingin makan bubur gandum dad, dengan banyak buah berry diatasnya” Jawab Rubby, makanan yang sejak semalam terbayang di ingatannya.


Philip pun menghubungi sang penguasa dapur dengan menggunakan pesawat telepon yang ada dikamarnya, dan memintanya untuk segera membuatkan bubur yang diinginkan oleh istri kecilnya itu dan sepiring sarapan normal untuknya.


“Kamu tunggu sebentar lagi oke, daddy mau mandi dulu “ Pinta Philip, tetapi pada saat dirinya akan beranjak dari duduknya sang istri malah menahannya.


“Mau ikut?” Tanya Philip, dia sudah mengerti apa yang diinginkan istri kecilnya itu. Hal yang sama yang dia inginkan setiap pagi saat Philip akan mandi, bermain-main dengan ular kobra kesayangannya didalam air.


Setelah hampir satu jam bermain dengan mahluk elastis itu, mereka pun menyudahi ritual mandinya dan kembali kedalam kamar setelah tubuh keduanya terbalut pakaian. Di sana sudah tersedia satu mangkuk bubur gandum dengan berbagai macam buah berry sebagai toppingnya, dan satu tangkup roti sandwich tuna panggang.


Rubby pun menyantapnya dengan lahap. Bermain dengan ular kobra itu selalu membuat tenaganya terkuras habis, hingga selalu membuat Rubby merasa sangat lapar dan haus sesudahnya. Begitu pula dengan Philip, setelah ular kobra miliknya itu lelah karena bolak balik mengunjungi sarangnya dan bermain disana tenaga nya pun sama, ikut terkuras habis.


Sementara di ruang makan.


“Philip sarapan dikamar lagi Wayan?” Tanya Aiden disela-sela santapannya


“Iya tuan, dan sepertinya kakak anda akan sedikit terlambat untuk turun dari kamarmya “ Jawab pria gemulai sang penguasa dapur, lalu meninggalkan Aiden dan Jenna menuju ke kerajaanya kembali.


“Kasihan Rubby Aiden, morning sick nya parah..” Ujar Jenna, saat menyudahi ritual sarapannya.

__ADS_1


“Iya…Aku bersyukur kamu tidak harus mengalami hal itu sayang “ Balas Aiden, lalu mencium kening sang istri dan mencium perut buncitnya.


“Hai anak daddy, apa kamu masih betah berada disana?”


“Masih dad..” Jenna menjawab dengan menirukan suara anak kecil.


Aiden terkekeh mendengar suara lucu Jenna, dia pun kembali bertanya.


“Kalau masih betah, boleh yah nanti malam daddy tengokin?”


Tak!


Jenna menyentil daun telinga suaminya itu, dan Aiden pun meneruskan dramanya sambil mengelus telinganya berpura-pura merasa sakit.


“Mommy kalian jahat, masa daddy mau nengokin malah disentil” Keluh Aiden, dengan bibir monyongnya.


Seketika Jenna tertawa mendengar ocehan suaminya, hingga dia merasa sesuatu mengalir antara kedua kakinya lalu refleks tanganya menyentuh area intinya.


“Air ketubanku pecah sayang, cepat siapkan mobil! Aku akan segera melahirkan” Pinta Jenna, dia sudah pernah menjalani kehamilan meski putus ditengah jalan akibat keguguran. Tetapi dia cukup paham dengan situasi yang sedang dihadapinya saat ini.


“Tuan muda..Apa yang….AAAhhhhhhh!!! Apa itu?!!!” Pekik Wayan, selain terkejut mendengar lengkingan suara Aiden pria gemulai ini pun terkejut melihat air membanjiri lantai.


“Hentikan dramamu Wayan! Cepat panggilkan Philip!” Teriak Aiden, sambil menuntun Jenna berpindah ke kursi roda.


Semenjak istrinya itu menginjak usia kehamilan delapan bulan, Jenna sudah sering kelelahan ketika berjalan. Makanya Aiden memutuskan untuk membeli kursi roda untuk istrinya itu, agar dia bisa dengan bebas melakukan aktivitasnya di mansion tanpa harus merasa lelah karena berjalan.


“Tuan Philip!…Tuan Philip!” Seru Wayan sambil menggedor pintu kamar pasangan beda usia itu.


“What?!” Jawab Philip kesal, setelah dirinya membuka pintu untuk Wayan.


“Nona Jenna…Tuan Aiden…Air banjir dilantai…Nona basah…AAAAhHHHH!!! Pokoknya anda dipanggil tuan Aiden sekarang!” Cicit Wayan. Saking paniknya dia sendiri tidak tahu harus bagaimana menjelaskan situasi yang terjadi kepada Philip.


“Nona akan melahirkan dad!” Seru Rubby, dari balik pintu kamar. Gadis itu pun bergegas menuju tempat dimana Jenna dan Aiden berada diikuti oleh Philip dan Wayan.


“ Pelan-pelan baby! Nanti kamu jatuh!” Pinta Philip, saat istrinya itu berjalan cepat bahkan berlari kecil saat menuruni tangga.

__ADS_1


“Cepat kak! Siapkan mobil!” Pinta Aiden, sementara Jenna sudah mulai merintih merasakan sakit disekitar perutnya.


Secepat kilat Philip berlari menuju garasi dan membawa keluar mobil berjenis family car untuk mengangkut Jenna dengan kursi rodanya, juga Aiden serta Rubby.


“Lebih cepat lagi kak!” Pinta Aiden, dia juga mulai panik melihat sang istri yang terus mengaduh.


“Atur nafas nona…” Pinta Rubby, gadis itu pun memeragakan cara bagaimana mengatur nafas yang baik untuk ibu yang akan melahirkan. Tak sia-sia dia selalu menemani Jenna saat wanita itu mengikuti senam untuk ibu hamil.


“Huuuhhhh…..Haaaaahhhh….” Aiden mengikuti arahan yang diberikan oleh Rubby dia pun ikut berteriak saat sang istri berteriak kesakitan.


“Aiden! Bisa diam gak?!” Philip mulai kesal melihat kelakuan aneh adiknya itu, dia juga kesal karena Aiden hanya menambah kepanikan yang terjadi didalam mobil.


“Diam Philip! Cepat tambah lagi kecepatannya, perutku tiba-tiba mulas!” Seru Aiden sambil memegangi perutnya.


“ Ya Tuhan! Ada-ada saja!” Keluh Philip.


Hingga mereka tiba di rumah sakit dan Jenna dibawa masuk ke ruangan bersalin, Aiden masih merasakan mulas diperutnya. Dia pun ikut berteriak ketika Jenna mengejan hingga terjadi sebuah keributan kecil di ruang bersalin.


“Ayo nyonya, sekali lagi yah…”Pinta sang dokter. Jenna pun mengikuti arahan dan mengejan untuk terakhir kalinya dan..


Oeeekkkk!…oeeekkk!


Bruk!


Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu menangis bersamaan dengan Aiden yang ambruk disamping ranjang Jenna.


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2