Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Damai


__ADS_3

Bella melihat Kevin yang tengah duduk termenung setelah kepergian Madeline ketika dia membersihkan meja bekas minuman dan makanan yang dia sajikan untuk wanita itu dan calon suaminya tadi.


“Apa kamu baik-baik saja Kev?” Tanya Bella, dia masih canggung untuk menyebutnya dengan panggilan sayang seperti halnya pasangan suami istri pada umumnya.


“Iya, sebenarnya memang sedang ada yang mengganggu pikiranku saat ini” Kevin menghela nafasnya panjang, dia menatap Bella dalam lalu tersenyum.


Melihat senyuman tulus yang diberikan oleh Kevin untuknya, hati Bella tiba-tiba berdegup kencang. Pasalnya baru kali ini pria itu melakukan hal tersebut kepada dirinya, dan Bella pun baru menyadari ketampanan suaminya itu setelah sekian lama hidup dengannya.


“Apa aku boleh tahu?” Tanya Bella sungkan, dia juga masih harus mengontrol degup jantungnya yang tiba-tiba berpacu begitu kencang dan berharap Kevin tidak menyadari perubahan pada rona wajahnya.


“Hhhmmm, tapi aku akan mengatakan padamu nanti…Saat ini aku hanya ingin menikmati kecantikan mu, wajahmu merona sayang…” Kekeh Kevin, lalu meraup wajah Bella dan mengecup bibirnya.


“Maafkan aku Bella, maafkan atas sikapmu yang sangat buruk padamu dan anak-anak kita dan terimakasih karena tetap berada di sampingku selama ini” Kevin menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.


Rasa haru, bahagia dan cinta menyeruak dari dalam diri keduanya, mungkin saat ini mereka tengah merasakan apa yang dinamakan jatuh cinta yang sesungguhnya.


Jika dulu Kevin menginginkan Bella karena ego kelaki-lakia nya, begitu pula Bella mungkin dulu menginginkan Kevin hanya karena ingin memperlihatkan betapa dirinya pantas untuk dicintai oleh pria manapun. Atau bisa jadi keduanya hanya dibutakan oleh cinta sesaat dulu.


“Aku selalu memaafkan kamu Kev, kamu suamiku…Imam ku” Balas Bella.


“Aku tahu mungkin cara kita dulu memang salah, tetapi tidak ada salahnya juga jika kita memperbaikinya dengan menata kembali hidup kita” Lanjut Bella, ketika Kevin mengurai pelukannya.


“Terimakasih Bella…Terimakasih…”


“Yeeeeee!!!!! Mommy sama daddy pacaran!” Seru Billy sambil melompat-lompat, begitu pula dengan Mulan. Mereka sangat bahagia akhirnya melihat daddynya memeluk mommy dan menciumnya.


Selama ini yang mereka lihat hanyalah sikap yak acuh daddynya kepada mommynya, belum lagi pertengkaran-pertengkaran mereka yang hampir setiap kali terjadi dihadapan keduanya.


“Aku harus memberitahu Noah tentang ini, Ah daddy Ariel juga!” Seru Billy lalu berlari ke kamarnya.


“Aku harus memberitahu mommy Ariel sama mommy Noah tentang ini” Balas Mulan, gadis ini pun bergegas menuju kamarnya.


Sementara Kevin dan Bella saling bertatapan, sejak kapan keduanya dekat dengan mereka? Pikir Keduanya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah si kecil Billy yang sepertinya begitu akrab dengan pria yang selama ini terkenal dingin dan kaku itu, kalau Aiden jangan ditanya yang berjenis kelamin pria meski itu anak kecil tidak akan dia biarkan untuk mendekati istri kesayangannya tersebut.

__ADS_1


“Apa aku tidak salah dengar? Billy menyebut nama Philip tadi kan?” Tanya Kevin, dia tidak menyadari jika dirinya belum melepaskan tangannya dari pundak Bella.


“Manusia es batu itu?” Lanjutnya, sambil mengerutkan keningnya dihadapan wajah Bella.


Bella hanya tersenyum dan mengangguk, dia berusaha untuk menahan tawanya.


“Aku dikalahkan oleh bocah kecil itu” Ucap Kevin, dan kali ini tawa Bella pecah.


Untuk menghargai perasaan Bella, Kevin meminta kepada istrinya itu untuk menghubungi Jenna dan mengatakan bahwa mereka akan berkunjung ke mansion Aiden untuk bersilaturahmi.


Hal ini disambut baik oleh Jenna dan keluarganya, Jenna bahkan meminta kepada Rubby yang masih asik dengan ponselnya untuk membantunya di dapur.


Sementara di ruangan kerja Aiden


Tiba-tiba saja ponsel Philip bergetar, dia merespon panggilan tersebut setelah mengetahui nomor yang tertera dilayar nya.


Philip langsung menjauhkan benda pipih itu dari telinganya setelah mendengar teriakan bocah kecil itu.


“Daddy Ariel! Aku melihat mommy dan daddyku berpacaran barusan! Itu pertanda bagus kan?” Tanya Billy dengan antusiasnya, tanpa tahu arti sebenarnya dari ucapannya itu.


“Siapa yang menelpon mu kak? Aku seperti mendengar suara anak kecil barusan” Ucap Aiden, setelah Philip mematikan kembali layar ponselnya.


“Billy” Jawabnya singkat.


“Billy? Billy siapa kak?” Aiden mengerutkan keningnya, dia tidak ingat jika ada anak kecil yang dia kenal bernama Billy.


“Kamu itu beneran lupa, pura-pura lupa atau menolak untuk ingat? Sepertinya dari semua mahluk berjenis kelamin pria hanya namaku saja yang kamu ingat” Philip menatap wajah sang adik yang benar-benar seperti sedang mengingat seseorang bernama Billy.


“Ahh sudahlah, nanti malam dia akan berkunjung ke rumah kita” Lanjut Philip. Membuat Aiden mengingat nama pria itu seperti halnya dengan mencoba untuk mencium hidung sendiri, adiknya ini hanya tidak mau tahu dengan yang namanya mahluk berjenis kelamin pria karena Jenna nya.


“Apa? Dia akan berkunjung ke rumah? Kenapa tidak ada yang memberitahuku sebelumnya?” Aiden kembali mengerutkan keningnya.


“Iya, dia akan ke rumah dengan ayahnya” Tanggung kesal, sekalian saja Philip menjahili adiknya itu. Sesekali boleh lah pikir Philip, pasalnya selama ini hanya dirinya saja yang selalu menjadi bulan-bulanan dari kejahilan adiknya tersebut.

__ADS_1


“WHAT?! Untuk apa mereka ke rumah kita kak? Apa Jenna tahu?” Aiden meraih ponselnya.


“Tentu saja dia tahu” Jawab Philip asal.


Aiden menghubungi Jenna tanpa memeriksa pesan singkat yang telah dikirim oleh istrinya itu sejak tadi, berkali-kali dia mencoba untuk menghubungi sang istri tetapi wanita itu tidak juga merespon panggilan darinya.


“Kenapa dia tidak mengangkat telpon dariku?” Gumam Aiden.


“Sepertinya dia sedang sibuk di dapur” Ucap Philip sambil menunjukan layar ponselnya kehadapan Aiden. Disana terlihat foto sang istri yang tengah asik berkutat di dapur, Philip meminta kepada Rubby untuk mengirimkan foto Jenna sebelumnya.


“Apa dia akan menyiapkan makan malam untuk mereka juga?” Aiden mulai terlihat cemburu.


“Sepertinya begitu…” Jawan Philip, lalu menyerahkan tas kerja Aiden karena pria itu sudah beranjak dari duduknya saat ini.


Seperti yang dia duga Aiden pasti akan langsung pulang meski belum waktunya mereka untuk pulang, untung saja semua jadwal temu mereka dengan klien sudah terlaksana sebelum dirinya menerima panggilan telepon dari bocah kecil itu tadi.


Tiba di mansion Aiden langsung ke dapur menghampiri sang istri lalu mencium keningnya tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya dan berlalu dari hadapan Jenna yang masih terkejut dengan kedatangan sang suami yang tiba-tiba itu, wanita itu juga mendengar suara bantingan pintu tak lama setelah Aiden memasuki kamar mereka.


“Apa yang terjadi kak?” Tanya Jenna kepada Philip yang masih berdiri dibelakangnya sambil memeluk Rubby.


Philip hanya mengangkat kedua bahunya, sambil menggelengkan kepalanya.


“Apa dia cemburu karena Kevin akan datang bersama dengan keluarganya yah?” Gumam Jenna, lalu meneruskan kembali aktivitas memasaknya.


“Padahal aku sudah mengirimkan pesan tadi..” Batin Jenna.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


__ADS_2