Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Bujukan Aiden


__ADS_3

Di sekolah miss Jenkins ditemani oleh ke empat teman Noah langsung memberitahu kepala sekolah tentang kejadian yang menimpa Ariel yang sebenarnya, pak Hamilton pun memanggil anak-anak yang telah berbuat onar tersebut bersama dengan para orang tua mereka dan mengumpulkan mereka bersama di ruang rapat guru.


“Mohon maaf tuan-tuan dan nyonya-nyonya, tetapi kami akan memberi hukuman skorsing kepada anak-anak anda sesuai dengan peraturan sekolah yang berlaku” Ucap Hamilton setelah ke empat anak tersebut memaparkan kejadian tersebut dihadapan mereka.


“Satu hal lagi, saya harap hari ini juga anda semua membawa serta anak-anak untuk mengunjungi nona Ariel dan meminta maaf kepada gadis itu serta kepada kedua orang tuanya dan semoga saja dengan itu mereka tidak sampai meneruskan masalah ini ke ranah hukum” Lanjut pria paruh paya berkacamata tebal itu.


“Memangnya siapa mereka pak Hamilton? Ini masalah kecil, untuk apa mereka melaporkannya ke pihak yang berwajib?” Seorang pria arogan yang duduk di samping anak bertubuh bulat berdiri sebelum dia bertanya.


Billy sang anak kini tengah merasa ketakutan setelah mendengar kata hukum dari mulut kepala sekolahnya itu, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya akan dipenjara akibat kenakalannya kali ini.


“Nona Ariel Philip Teuscherro adalah anak dari tuan Philip Damian Teuscherro tuan Kevin, mereka memang sangat bertoleransi selama ini, terbukti dengan peristiwa yang belum lama ini terjadi” Hamilton menghela nafasnya sejenak lalu memperbaiki posisi kacamatanya.


Deg!


Kevin terlihat berusaha untuk menyembunyikan keterkejutannya, dia masih ingat betul dengan nama pria yang disebutkan oleh kepala sekolah kedua anaknya itu.


“Tapi saya ragu apakah mereka mau memaafkan peristiwa ini sekarang, mengingat kondisi kaki nona Ariel saat ini” Lanjutnya.


Sejenak keheningan terjadi di ruangan tersebut, wajar saja jika mereka terkejut saat ini setelah mendengarkan penjelasan dari Hamilton tadi, apalagi setelah mereka tahu siapa keluarga Ariel.


“Aku harus memberikan mereka pelajaran Aiden! Ini sudah tidak bisa lagi dimaafkan!” Philip sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, saat ini dia dan Aiden sudah berada didalam mobil. Mereka diminta untuk membeli makanan untuk Ariel dan Noah juga si bontot Zaya oleh Jenna.


“Tenangkan dirimu kak, aku yakin pihak sekolah tidak akan tinggal diam” Aiden mengarahkan kemudinya keluar dari pelataran parkir rumah sakit.


“Kita tunggu keputusan dari Hamilton, baru kita pikirkan langkah selanjutnya” Lanjut Aiden.


Philip menghela nafasnya kasar, bagaimanapun ucapan Aiden benar adanya. Dan semoga saja ada itikad baik baik dari pihak sekolah mupun para orang tua murid untuk meminta maaf kepadanya apalagi Kevin dan Bella pikirnya.


Sementara para orang tua bergegas untuk mengunjungi keluarga Ariel di rumah sakit, Kevin memutuskan untuk kembali ke rumahnya terlebih dulu. Dia semakin geram kepada istrinya Bella karena tidak becus mengurus anaknya.

__ADS_1


“Pergi ke kamarmu Billy, dan tunggu daddy di sana!” Hardik Kevin setelah mereka tiba di rumahnya.


“Ada apa ini Kevin?!”Bella menghampiri keduanya setelah dia mendengar benturan keras pintu yang tertutup.


“Kau! Kenapa kamu membiarkan anakmu berbuat ulah lagi hah?!”Bentak Kevin sambil menunjuk wajah Bella.


“Apa maksudmu?! Aku tidak mengerti!”Kilah Bella, hari ini dirinya tengah sibuk membantu Mulan menyelesaikan tugas sekolahnya. Dia pun terkejut ketika mengetahui kepulangan Kevin dan Billy saat ini, bukannya seharusnya suaminya itu masih di kantor? Pikirnya.


“Anakmu yang nakal itu telah membuat kaki gadis itu retak Bella! Kemana saja kamu seharian ini?!”Kevin mendorong tubuh Bella dengan jari tangannya.


“Apa kamu sengaja membuatku malu Bella?!” Lanjutnya, lalu memutar tubuhnya dan menjatuhkan dirinya di atas sofa. Kevin mengusap wajahnya kasar, kini bukan hanya rasa malu yang harus dia tanggung, tetapi rasa khawatirnya pun telah menghantuinya.


Pria ini tahu betul apa yang bisa mereka lakukan kepada keluarganya jika pria dingin dan kejam itu sampai marah. Kevin masih ingat pukulan-pukulan telak Philip di sekujur tubuhnya dulu, dan bukan tidak mungkin jika saat ini pria dingin itu akan melakukan hal yang lebih dari yang dilakukannya dulu terhadapnya.


“Maafkan aku Kevin, aku pikir Billy…” Bella tidak bisa lagi meneruskan kata-katanya, dia merasa sudah gagal sebagai ibu karena terlalu cepat mempercayai anaknya itu.


“Apa kamu bilang?? Kamu pikir?? Aku ragu apakah otak mu itu masih bisa kamu pakai untuk berpikir!” Hardik Kevin.


Orang tua dari siswa terakhir telah meninggalkan ruangan rawat Ariel saat Kevin dan Bella serta anaknya Billy tiba di sana, bocah bulat itu terlihat sangat ketakutan dan terus bersembunyi dibelakang tubuh mommy nya sambil menarik baju mommy nya itu saat mereka tiba di depan pintu.


Sementara Kevin, dia berusaha untuk menyembunyikan perasaannya saat netra nya menatap sesosok wanita yang dulu pernah hidup bersama dengannya tengah berada dalam pelukan pria lain sambil bercengkrama dengan dua anak kecil di masing-masing pangkuannya.


“Selamat sore tuan dan nyonya Teuscherro” Ucap Kevin, lalu berjalan menghampiri Aiden dan Jenna serta Philip dan Rubby kemudian mengulurkan tangannya diikuti oleh Bella dan anaknya Billy.


Aiden menyambut kedatangan mereka dengan ramah, berbeda dengan Jenna, Rubby apalagi Philip, pria itu seperti sudah bersiap untuk melahap ketiganya.


“Selamat sore tuan Kevin, senang akhirnya bisa bertemu dengan anda kembali” Jawab Aiden, sambil menyambut uluran tangannya setelah dia memindahkan posisi duduk Zaya.


“Kita bertemu lagi Billy” Lanjut Aiden ramah, saat dirinya melihat bocah bulat itu bersembunyi dibalik tubuh ibunya Bella.

__ADS_1


“Maksud kedatangan kami kemari, kami ingin meminta maaf kepada keluarga anda atas kenakalan anak kami Billy” Ucap Kevin, terdengar sungkan ditelinga Philip.


Philip sudah akan menjawab ucapan Kevin saat Aiden menggelengkan kepalanya ke arahnya, dia pun dengan terpaksa memilih untuk bungkam.


“Billy, bolehkah daddy Noah berbicara denganmu sayang?” Aiden berjongkok untuk mensejajarkan posisinya dengan anak itu.


Billy pun akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya, dia tidak mendengar kemarahan dari ucapan daddy temannya ini.


“Apa kamu tahu akibat dari perbuatan mu?” Aiden tersenyum ke arahnya, sementara bocah itu hanya berani menatap Aiden sekilas lalu mengangguk dan kembali menundukkan wajahnya.


“Apa kamu menyesalinya?” Kembali Billy mengangguk, tapi kali ini Kevin menyuruhnya untuk menjawab dan kata perintahnya membuat Aiden menajamkan tatapannya ke arah pria itu.


Aiden bisa melihat ketakutan dari anak ini setelah sang ayah membentaknya, dan hal itu langsung membuatnya mengerti kenapa anak ini menjadi nakal.


“Maukah kamu meminta maaf kepada Ariel dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan mu Billy?” Aiden menuntun Billy untuk mendekati Ariel.


“Daddy Noah berjanji akan mengajakmu jalan-jalan jika kamu bersikap baik, bagaimana?” Aiden mengedipkan sebelah matanya, dan anak itupun tersenyum


“Oke daddy Noah, aku janji akan bersikap baik “


.


.


.


To be continued


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah

__ADS_1


Happy reading 🤗🤗🤗


__ADS_2