Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Sarapan Bersama


__ADS_3

Seperti biasa Jenna mengawali harinya sejak pukul 5 dini hari untuk mengolah coklat-coklat dengan berbagai macam bentuk dan rasa untuk dia jual hari ini, wanita itu sudah terbiasa melakukan rutinitas awalnya di dapur berkutat dengan bahan-bahan untuk membuat coklat yang banyak digemari para pelanggan nya.


" Sepertinya aku harus menambah stok bahan-bahan " Gumam Jenna saat dia melihat stok bahan di gudang sudah mulai menipis.


Jika dulu dengan jumlah bahan yang biasa Jenna siapkan bisa untuk satu bulan penggunaan, sekarang dengan adanya produk tambahan yang mereka jual sepertinya jumlah sebanyak itu tidak akan bisa mencukupi.


Jenna mengambil satu karton bubuk coklat dan bubuk krim dari atas rak, lalu kembali ke meja persiapan untuk menakar bahan-bahan dan menempatkan nya dalam satu wadah setelah itu memanaskannya diatas api kecil dengan menggunakan metode Au Bain Marie atau tim.


Tepat pukul 6.30 pagi Ruby akan masuk melalui pintu samping gedung yang terhubung langsung dengan dapur.


" Selama pagi nona " Sapa gadis berambut keriting berwarna merah itu dengan senyuman khasnya.


" Pagi Ruby...Apa tidur mu nyenyak?" Tanya Jenna. Semalam mereka baru bisa menutup tokonya pada pukul 9.30 malam, itupun Jenna menutup paksa tokonya karena jika tidak para pelanggan barunya yang rata-rata anak muda itu akan terus mendatangi tokonya.


" Nyenyak nona, aku bahkan sampai bangun kesiangan pagi ini " Kekeh Ruby


" Untung aku tidak telat datang kemari " Lanjutnya.


" Oiya nona, aku melihat seseorang tengah berdiri didepan pintu masuk toko...Aku belum pernah melihat orang itu selama ini "


" Apa kamu yakin Ruby ?"


" Iya nona, dan ada tumpukan dus disampingnya " Ruby mulai memakai celemek nya bersiap-siap untuk membantu Jenna.


Tak lama ponsel milik Jenna berdering, Jenna meraih benda pipih tersebut setelah mengetahui siapa yang tengah mencoba untuk menghubungi nya pagi-pagi sekali.


" Kau sudah didepan Aiden?" Jenna menatap kearah Ruby, tetapi gadis itu melambaikan tangannya seolah mengatakan bahwa pria yang dilihat nya tadi bukanlah Aiden.


" Oke aku akan membuka pintunya sekarang " Jenna meletakkan kembali ponselnya, lalu bergegas menuju ruangan depan untuk membukakan pintu untuk Aiden.


" Pagi Jenna..." Sapa Aiden dengan ramah.


" Pagi Aiden " Jenna melihat seorang pria berpakaian rapi yang tengah berdiri dibelakang tubuh kokoh Aiden.


" Owh... Kenalkan ini Philip, dia teman kerjaku " Seakan mengerti arti tatapan wanita yang menyambut kedatangannya.


" Dia membawakan bahan-bahan untuk membuat produk coklat lezat mu itu Jenna " Aiden tersenyum.


" Tapi..." Jenna melihat Philip tengah memindahkan kardus-kardus itu kedalam dapur dibantu oleh Ruby.


" Hei... Apa kamu lupa, aku telah menjadi investor di bisnismu ini ? " Aiden menyentil hidung Jenna pelan.

__ADS_1


" Ahh...Iya, baru semalam kamu memaksakan dirimu untuk menjadi investor di toko kecilku ini "


" Sebuah sindiran yang benar adanya nona manis " Kekeh Aiden.


" Dan aku yakin dalam enam bulan ke depan usahamu ini akan semakin maju " Lanjutnya.


" Apa kamu sudah memikirkan perkataan ku semalam?"


Semalam Aiden memberikan pertimbangan kepada Jenna agar wanita itu mulai mencari karyawan baru di tokonya, tidak mungkin jika hanya Jenna dan Ruby yang terus melayani para pembeli sementara produk baru yang mereka jual mengharuskan Jenna untuk menambah jumlah karyawan saking banyaknya pembeli.


" Mulai hari ini aku akan mencari karyawan baru Aiden " Jenna berjalan menuju dapur untuk kembali melanjutkan rutinitas nya.


" Oke...Gadis pintar " Puji Aiden, hampir saja dia akan mencium bibir Jenna saat mereka baru saja sampai didalam ruangan dimana Jenna menciptakan karya seninya.


" Apa yang akan kamu lakukan Aiden?" Jenna mengerutkan keningnya


" Ahh tidak...Aku pikir tadi ada nyamuk di pipi mu Jenna " Kilah Aiden.


" Sudah semua tu....Aiden " Philip mengurungkan niatnya untuk memanggil Aiden dengan sebutan tuan, beruntung pria itu langsung melihat sorot mata tajam Aiden sebelum terlanjur mengatakan nya.


" Terimakasih tuan Philip " Ucap Jenna


" Panggil saya Philip saja nona Jenna " Pria itu menganggukan kepalanya.


" Kalian tunggu lah didepan, kami akan menyiapkan sarapan pagi untuk kita " Lanjutnya.


Aiden dan Philip pun keluar dari ruangan yang memang terasa sempit saat mereka berempat berada didalam sana, menuju sofa disalah satu sudut ruangan.


" Apakah itu wanita yang anda maksudkan tuan?"


" Cantik bukan ?" Pandangan mata Aiden tetap mengarah ke pintu dapur.


" Cantik tuan, benar-benar cantik "


" Apa ada maksud lain dari pujian mu itu Philip?" Tiba-tiba intonasi suara Aiden berubah menjadi dingin, sepertinya Aiden cemburu.


" Tidak...Tidak tuan, maksud saya nona Jenna memang cantik dan kecantikannya asli tuan, meski tanpa adanya polesan makeup diwajahnya " Philip mencoba untuk menjelaskan kembali maksud perkataan nya.


" Jadi maksud mu....." Aiden terpaksa menghentikan kata-katanya, saat dia melihat Jenna tengah berjalan menghampirinya dengan membawa satu nampan berisi empat porsi pancake diikuti oleh Rubby yang membawa satu nampan berisi satu piring buah potong dan empat gelas air susu hangat.


Anda telah menyelamatkan ku nona Jenna...-Philip

__ADS_1


" Apa yang sedang kalian bicarakan ?" Jenna menyadari kehadiran dirinya dan Ruby tengah membuat pembicaraan dua pria dihadapannya itu terhenti.


" Tentang kelangsungan bisnis kita, ya kan Philip?"


" Iya nona Jenna " Philip langsung mengiyakan pernyataan Aiden sebelum pria itu melemparkan tatapan maut kepada nya.


" Ayok dimakan, aku hanya sempat membuat pancake pagi ini...Semoga kalian menyukainya " Jenna mulai menyantap makanannya.


" Ini enak sekali...Iya kan Philip ?"


Philip terlihat begitu menikmati potongan pancake yang sedang dia kunyah, sampai-sampai dia tidak mendengar pertanyaan Aiden untuknya.


" Sepertinya temanmu itu begitu menyukai pancake buatan ku... Syukurlah " Kekeh Jenna.


Seakan tidak rela melihat kenikmatan yang dirasakan oleh Philip, Aiden mengambil sisa pancake dari piring pria itu yang sontak mendapatkan perlawanan sengit dari Philip.


" Gak boleh....Ini milikku Aiden " Seakan menjadi kesempatan bagi Philip untuk membela dirinya didepan Jenna. Kapan lagi kan bisa melawan majikannya sendiri?


" Kamu udah kebanyakan makan Philip, ini buatku aja " Ujar Aiden tidak mau kalah.


" Belum...Aku belum kenyang, aku masih ingin memakannya " Philip merebut kembali piring yang sudah ada ditangan Aiden.


" Engga...Nanti kamu gendut Philip! pokoknya gak boleh! Ini milikku!" Aiden kembali berusaha mengambil piring yang sudah beralih ke tangan pemilik nya.


" Sudah..Sudah...Kalian ini udah kayak anak kecil aja..." Jenna menggelengkan kepalanya, diikuti oleh suara tawa Ruby.


" Nih makan punyaku " Jenna akan memberikan satu buah pancake milik nya yang belum dia sentuh, secepat kilat Aiden mengambil nya.


" Yes! Aku menang...! " Aiden langsung memakannya tanpa menggunakan garpu bermaksud agar Philip tidak mengambil pancake yang sudah menjadi miliknya.


Philip membulat kan bola matanya, dia tidak mengira seorang Aiden yang terkenal sangat disiplin dengan etiket makan bisa-bisanya memasukan pancake yang sudah dilumuri sirup mapel kedalam mulutnya langsung menggunakan tangannya hingga mulutnya belepotan seperti seorang bocah.


*Sepertinya nona Jenna sudah bisa membuat tuan Aiden lupa diri - Philip


.


.


.


To be continued ๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Hai kakak-kakak mohon maaf lahir othor baru bisa update cerita nya...


Sambung lagi besok yah*...


__ADS_2