
" Kamu benar-benar akan mengajak istrimu pergi kesana Kev? Bukannya istrimu itu tengah hamil muda ?"
" Iya pak, kami sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan dokter itu bilang kalau kandungan istri saya sudah kuat " Jawab Kevin sambil menyerahkan berkas-berkas penting kepada atasannya.
" Kamu itu suami yang hebat Kev, disaat para suami rata-rata tidak mau mengajak istri mereka ketika sedang mendapatkan tugas luar kota, kamu malah sebaliknya Kev " Simon menandatangani berkas-berkas itu lalu menyerahkan nya kembali kepada Kevin.
" Terimakasih pak..Saya sangat mencintai istri saya sejak pertama kali saya bertemu dengannya pak Simon "
" Baiklah Kev, ingat kata-kata ku jaga istri mu baik-baik selama disana "
Hari yang dinantikan pun tiba, Kevin dan Jenna tengah memeriksa kembali isi tas mereka dari mulai berkas-berkas penting, pakaian, alat mandi serta obat-obatan yang wajib dikonsumsi sang istri selama mereka disana nanti.
" Oke... Sepertinya sudah semua sayang " Ujar Kevin, sementara Jenna hanya diperbolehkan untuk menyaksikan aktivitas Kevin dari atas ranjang olehnya.
" Apa kamu sudah yakin sayang?" Tanya Jenna memastikan.
" Yup! Yakin sekali " Kevin menaiki ranjang setelah dia menutup kembali kopernya.
" Maafkan aku, karena belum bisa mengajakmu langsung kesana tanpa ada embel-embel dinas " Kevin membaringkan tubuhnya di samping Jenna lalu memeluk istrinya itu.
" Its okay Kev, kamu gak usah pikirkan hal itu...Aku sudah senang dengan cara seperti ini " Mencium tangan Kevin yang melingkar diatas dada nya.
" Aku berjanji akan selalu menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak-anak kita sayang " Kevin mencium telinga Jenna hingga wanita itu terkekeh geli.
" Oia sayang...Aku sudah merencanakan untuk membeli sebuah apartemen yang lebih besar lagi, karena setelah kehadiran bayi kita...Kita tidak mungkin masih tinggal disini "
" Apa kamu yakin? Maksudku harga apartemen sekarang sedang mahal loh..."
" Hhmmm... Aku masih menimbang antara beli apartemen baru atau bekas, dan aku juga sudah mengajukan pinjaman ke kantor untuk menambah kekurangan biayanya nanti dan mereka menyetujuinya "
" Lalu apartemen ini? Dijual?" Jenna membalikkan badannya.
" Menurutmu apa sebaiknya kita jual atau kita sewakan?" Mencium kening istrinya
" Mungkin sebaiknya kita jual saja Kev, agar pinjaman ke kantor nanti tidak terlalu besar jumlahnya "
__ADS_1
" Hhmmm...Ide yang bagus " Mengeratkan pelukannya dan mencium kening istri tercintanya.
Malam itu sengaja mereka tidak melewati nya dengan melakukan adegan panas seperti yang selalu mereka lakukan selama ini, itu karena Kevin tidak mau membuat Jenna kelelahan saat diperjalanan besok.
Pagi harinya setelah mereka berpamitan kepada kedua orangtua Kevin, mereka pun berangkat ke bandara. Kevin sengaja mengunjungi orang tuanya terlebih dulu sebelum pergi ke bandara, selain untuk berpamitan dia juga berniat untuk menitipkan mobilnya disana selama mereka tinggal di luar negeri selama seminggu nanti.
Tidak ada masalah selama mereka menempuh perjalanan jauh itu, dari awal keberangkatan mereka hingga keduanya tiba di lokasi bahkan setelah beberapa hari mereka tinggal disana.
Pagi hari Kevin akan mengajak Jenna untuk berjalan-jalan menikmati udara segar serta pemandangan indah disana, itu pun pria itu mengajaknya berkeliling dengan menggunakan mobil fasilitas kantor yang dia gunakan selama mereka tinggal disana. Jam 10 pagi pria itu akan meninggalkan Jenna di villa sementara dia pergi ke kantor dan mengurus beberapa hal penting disana, tepat jam 5 sore dia akan kembali ke villa untuk menemani istrinya. Biasanya Kevin akan mengajak Jenna untuk makan malam bersama diberbagai restoran yang cukup terkenal dikota itu.
" Sudah aku bilang kan? Kalian akan baik-baik saja " Saat ini Kevin dan Jenna memutuskan untuk berjalan-jalan di alun-alun kota untuk melihat air mancur yang terkenal dikota itu.
" Iya sayang... Aku tahu, kekhawatiran ku berlebihan selama ini "
Tiba harinya Jenna dan Kevin harus kembali ke negara asal mereka, setelah dua hari Kevin disibukkan dengan urusan kantor, akhirnya baru malam ini keduanya menyiapkan kepulangan mereka karena pesawat yang mereka tumpangi akan berangkat pada pukul 6 pagi harinya.
Entah kenapa malam itu tiba-tiba Kevin ingin berci***a dengan istrinya, padahal seminggu yang lalu sebelum keberangkatan mereka ke negara ini pria itu bisa menahan keinginan tertinggi nya demi menjaga janin yang ada didalam kandungan istrinya itu.
" Sayang...Kita akan berangkat besok pagi...Apa sebaiknya kita....Ahhhh "
" Melakukan nya di... dirumah nanti ?"
" Ini malam terakhir kita disini sayang...Aku tidak mau melewatkan nya begitu saja..."
Hingga akhirnya merekapun melakukan pelepasan bersama hingga berkali-kali.
Dini harinya Jenna dan Kevin terpaksa bangun, untuk bersiap-siap pergi ke bandara.
" Kami bisa meneruskan tidurmu di pesawat nanti sayang " Ucap Kevin dalam perjalanan menuju bandara.
Selama didalam pesawat, Jenna merasakan sesuatu diperutnya. Dia merasakan mulas diperutnya itu, meski tidak terlalu sakit tapi tetap membuatnya tidak nyaman.
" Sssshhhh..." Jenna mengelus perutnya
" Kenapa sayang?" Kevin menautkan keningnya saat melihat ekspresi wajah Jenna yang terlihat aneh.
__ADS_1
" Perutku mulas sayang..."
" Apa karena makanan terakhir kita tadi?"
" Mungkin saja...Tapi entahlah rasanya aneh "
" Relax sayang, kamu jangan tegang... Sebaiknya kamu tidur, kamu belum tidur lagi kan sejak dini hari tadi " Kevin mencium kening Jenna dan tersenyum, meski kekhawatiran mulai muncul dibenaknya.
Empat jam penerbangan yang harus ditempuh untuk bisa kembali ke negara asal Kevin dan Jenna, selama itu pula Jenna mulai mengeluh karena sakit diperut nya semakin terasa. Kevin pun terpaksa meminta bantuan kepada para pramugari untuk menyiapkan tim medis saat mereka mendarat nanti.
Setelah pesawat mendarat dengan sempurna, Ambulance sudah menunggu mereka di tangga keluar untuk membawa Jenna kerumah sakit terdekat agar wanita itu lebih cepat mendapatkan pertolongan.
"Aaaahh...Makin sakit sayang " Jenna memegangi perutnya, dia juga mulai merasakan sesuatu mengalir di bagian bawah tubuhnya.
" Ya Tuhan!" Pekik Kevin saat dia melihat rembesan darah keluar diantara kedua pangkal paha istrinya.
" Maaf tuan, saya harus membuka pakaian istri anda " Pinta petugas medis wanita yang ada didalam mobil ambulance yang mereka tumpangi.
" Apa yang terjadi Kev??!! Katakan padaku apa yang terjadi!!" Jenna mulai histeris.
" Sabar sayang...Kita akan segera sampai dirumah sakit " Kevin mengelus rambut Jenna dan mencium nya. Pria itu berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak mengalir dihadapan istri tercintanya.
" Suster! Katakan padaku kenapa kamu membuka bajuku?!!" Teriak Jenna histeris.
" Cepat katakan padaku!!!"
Tiba-tiba Jenna mengalami kejang tepat setelah ambulance yang membawa mereka sampai di depan pintu masuk UGD sebuah rumah sakit.
.
.
.
To be continued π
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Happy reading π€