
" Nona?? Kenapa anda bisa berada disini? Bukankah Anda sedang dirawat di rumah sakit? " Erica menyambut kedatangan mereka di pintu masuk toko dengan penuh tanda tanya, tetapi gadis itu tidak berani berkata lebih setelah dia melihat tatapan tajam Philip yang mengarah padanya.
Erica menuntun Jenna dan Philip menuju tangga yang akan mengarahkan mereka ke lantai tiga dimana kamar-kamar mereka berada saat ini. Kedatangan Jenna dan Philip yang tiba-tiba pun menimbulkan pertanyaan pada Rubby dan teman-temannya yang lain, pasalnya sang nona muda masih mengenakan pakaian rumah sakit dengan dilapisi mantel yang mereka duga adalah kepunyaan sang asisten pribadi tuan mudanya.
" Jill, aku akan menyusul nona Jenna ke kamar, tolong gantikan aku " Pintanya pada Jill.
" Oke Rubby " Jawab gadis itu sambil menganggukkan kepalanya.
Rubby pun berlari kecil menyusul mereka ke lantai tiga dimana kamar-kamar mereka berada termasuk kamar Jenna, sesampainya disana Ruby melihat Jenna masih duduk di sofa kamarnya. Pemandangan yang dilihatnya membuat kelopak mata Rubby berkaca-kaca, bagaimana tidak sang nona masih berbalut pakaian rumah sakit dan banyak plester yang menempel di permukaan kulit dan tangannya serta luka lebam pun masih terlihat sangat jelas di wajah dan tangannya. Belum lagi nona mudanya itu masih terlihat begitu pucat.
" Nona..." Gadis itu berhambur kedalam pelukan wanita yang sudah dia anggapnya sebagai kakak itu.
Melihat adegan itu Philip dan Erica memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua disana.
" Apa nona baik-baik saja? Nona masih terlihat pucat " Rubby mengurai pelukannya, lalu menuntun Jenna menuju ranjangnya.
" Aku baik-baik saja Rubby " Jawab Jenna seraya merebahkan dirinya.
" Apa anda menginginkan sesuatu? Aku akan membuatkan nya langsung untuk anda " Dengan hati-hati Rubby membantu Jenna untuk merebahkan tubuhnya lalu menyelimutinya.
" Aku merindukan sup ayam buatan mu Rubby, apa kamu bisa membuatkannya untuk ku?"
" Tentu saja nona " Rubby mengembangkan senyumannya.
" Anda beristirahatlah dulu, aku akan segera kembali dengan satu mangkuk besar sup kesukaan anda " Lanjutnya dengan penuh semangat.
Rubby bergegas meninggalkan ruangan itu menuju dapur kembali dan mulai membuatkan makanan untuk nona mudanya.
" Bagaimana keadaan nona Jenna Rubby?" Tanya Wayan, pria itu terlihat begitu khawatir.
" Nona...Belum begitu baik kak " Jawab Rubby lemas
" Tapi nona ingin memakan sup buatan ku, semoga setelah memakannya kondisi nona akan semakin baik " Seketika sebuah senyuman mengembang diwajah berbintik nya.
" Baiklah Rubby...Semangat!" Ucap Wayan sambil mengepalkan tangannya.
Sementara itu didalam ruangan yang lain, Paloma dan Philip terlihat sedang berbincang.
" Bagaimana mungkin Phil? Aku rasa tuan Aiden melakukannya karena terpaksa " Ujar Paloma setelah mendengarkan penjelasan dari pria dingin yang sedang duduk dihadapannya ini.
" Maksudku kamu lebih tahu kan bagaimana sifat licik Helena " Lanjutnya.
" Iya aku tahu " Jawabnya singkat.
__ADS_1
" Tapi aku salut padamu Phil, kau telah membawa kabur istri seorang Aiden! Aku tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya nanti " Paloma tergelak.
" Entahlah aku tidak perduli, aku hanya kasian melihat nona Jenna... Seumur hidupku baru kali ini aku melihat seseorang benar-benar menangis "
" Maksud mu kau tidak pernah melihat seorang gadis menangis begitu?" Paloma menautkan kedua alis matanya.
" Menangis tanpa sandiwara Loma, nona Jenna benar-benar memiliki perasaan yang tulus meski tangisannya seperti bocah kecil " Philip tersenyum tipis, di ingatan nya masih tergambar jelas bagaimana Jenna menangis dan terisak-isak sambil meminta kepada Philip untuk mengantarkan nya pulang ke Sanremo.
" Hei! Jangan-jangan kamu menyukai nona muda Philip" Goda Paloma
" Jangan gila Paloma, aku tidak mungkin melakukan hal itu... Tapi jika suatu saat nanti adikku itu berbuat bodoh seperti si Kevin aku pasti akan membawanya pergi dari hidupnya "
" Kau benar-benar gila Philip!" Paloma tergelak.
Hari menjelang malam ketika Aiden tiba dikota kecil itu, pria itu berlari memasuki gedung menaiki tangga dan memasuki kamar dimana Jenna berada saat ini tanpa memperdulikan tatapan mata dan sapaan yang tertuju kepada nya.
Tiba di dalam kamar, Jenna sedang duduk bersandar diatas ranjang ditemani oleh Rubby.
" Jenna..." Aiden menghampiri istri tercintanya dan langsung memeluk nya, tanpa memperdulikan keterkejutan Rubby. Gadis itu beranjak dari duduknya dan mendekat kesamping Philip yang masih duduk di sofa kamar itu.
" Sayang maafkan aku, aku mohon maafkan aku.." Ucapnya lirih.
" Kita pergi Rubby " Ajak Philip yang langsung di iyakan oleh gadis itu.
" Urusan kita belum selesai Philip " Ucap Aiden, tanpa menoleh kearah Philip dengan nada suara yang sangat berbeda.
" Kenapa kamu pergi sayang? apa kamu tahu aku hampir gila karena mencari mu" Aiden mengurai pelukannya dan menatap wajah Jenna. Wanita itu belum mau membuka suaranya apalagi melihat wajah Aiden.
" Jenna....Maafkan aku" Kembali memeluk Jenna erat.
" Aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, aku mohon bicaralah..." Aiden mengelus punggung sang istri mencoba memberikan kenyamanan untuknya.
" Kamu boleh menghukum ku dengan cara apapun, tapi aku mohon bicaralah padaku " Pintanya, Aiden kembali mengurai pelukannya lalu menciumi wajah cantik Jenna.
" Aku mau tidur, aku lelah " Ucap Jenna datar
" Baiklah...Aku akan menemanimu disini" Aiden membantu Jenna untuk merebahkan dirinya.
" Tidak usah, sebaiknya kamu kembali kesana... Bukankah Helena sedang membutuhkan mu?" Berbalik memunggungi sang suami.
" Tidak Jenna, aku sudah tidak perduli kepadanya "
" Jadi sebelumnya kamu perduli...Begitu?!"
__ADS_1
" Bukan sayang...Bukan begitu maksudku " Aiden mengacak rambutnya sendiri, dia mulai frustasi dibuatnya.
" Aku sudah....Aku hanya mencintai mu Jenna, aku bahkan sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Helena...Aku hanya kasian kepada mamanya, karena itu aku membantunya waktu itu" Aiden mencoba untuk memberikan pengertian kepada istri cemburu nya.
" Jadi kamu gak kasian sama aku dan memilih untuk kasian kepada mereka? Apa itu maksud mu?"
" Sayang...aku mohon mengertilah...Aku hanya mencintaimu...hanya kamu " Aiden semakin frustasi, sepertinya apapun perkataan yang keluar dari bibir nya terdengar salah ditelinga istrinya itu.
" Apa seperti itu yang dinamakan cinta?"
" Hwaaaa.... Aku gak tau lagi harus ngomong apa sama kamu sayang, aku ngaku salah...aku salah aku mohon maafkan aku " Tangis Aiden. Secepat kilat Aiden berlari kehadapan sang istri dan berlutut disana.
" Aku gak mau maafin kamu! Kamu jahat Aiden!" Jenna mendudukkan dirinya dan mulai memukuli pria itu.
" Kamu udah bikin aku sakit hati! apa bedanya kamu sama Kevin hah!"
" Tega-teganya kamu meninggalkan aku saat aku butuh kamu! Kamu malah asik berpelukan sama wanita itu! Kamu jahat Aiden! Kamu jahat!" Jenna mulai menangis. Aiden meraih kedua tangan Jenna dan menarik tubuh nya kedalam pelukannya.
" Maafkan aku sayang, pukul aku sesukamu, hukum aku sepuas mu...Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu sayang " Bisik Aiden ditelinga Jenna sambil terus mengelus rambut dan punggungnya, hingga kucing merajuk itu kembali tenang.
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Notes from Author pagi ini :
Dalam kehidupan berumahtangga ada kalanya kita menghadapi situasi seperti ini, mungkin banyak dari kita yang pernah mengalaminya. Kunci dalam menjalani hubungan pernikahan yang harmonis adalah komunikasi positif dua arah, dari sini akan lahir yang namanya pengertian, cinta, kasih sayang dan semua perasaan yang tulus.
Akan sangat mustahil kita bisa mengerti perasaan kita masing-masing tanpa adanya jalinan komunikasi yang baik antara suami dan istri juga anak-anak nantinya.
One more thing,
Please....Please....Please bersabar menunggu author untuk up cerita ( jangan suka maksa-maksa deh)
Gak mudah untuk mengembangkan satu cerita apalagi ada banyak karakter dan peristiwa hingga menjadi hidup, tapi bukan berarti itu hal yang mustahil untuk dilakukan π. Untuk itu othor musti kudu harus benar-benar fokus.
So... author harus kasih otak Author yang super duper ini istirahat sejenak sambil dikasih vitamin halu biar tingkat kehaluannya bisa mencapai level alam semesta ππ€πβοΈ
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya yaaaa
Loph...loph...SE alam semesta raya β€οΈβ€οΈβ€οΈ