Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Sisi Lain


__ADS_3

Aiden mencoba untuk mengontrol dirinya saat pria itu melihat kondisi Jenna didalam kamarnya, wanita cantik itu tengah menangis tersedu sambil memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya disana serta menggoyangkan tubuhnya sendiri diatas tempat tidur.


" Kenapa dia sampai menangis seperti itu?" Batin Aiden.


Perlahan Aiden berjalan mendekatinya, lalu duduk dihadapannya dan memeluk tubuhnya.


" Maafkan aku sayang..." Aiden mencium puncak kepala Jenna. Bukannya berhenti, tangis wanita itu malah pecah di pelukan Aiden.


" Hei... Hei kenapa malah semakin menjadi? Lihat aku..." Aiden mencoba untuk mengangkat wajah cantik Jenna dengan kedua tangannya.


" Sayang..Lihat aku " Aiden menegaskan kata-katanya.


" Maafkan aku Aiden..." Isak Jenna.


"Aku hanya..." Kembali menangis.


" Kamu kenapa? Katakan padaku " Aiden menatap kedua manik teduh milik Jenna nya.


" Aku cemburu Aiden, apa aku gak boleh cemburu?" Kembali menangis, kali ini tangisannya terdengar begitu manja ditelinga Aiden. Pria itu mencium kedua kelopak mata Jenna dan tersenyum.


" Aku hanya mencintaimu Jenna, bukan wanita itu " Kekeh Aiden


" Tapi dia memelukmu tadi, dia bahkan menangis karena ingin kembali kepada mu "


" Apapun yang dia lakukan aku sudah tidak perduli sayang, aku hanya mencintaimu " Aiden berusaha untuk menahan tawanya ketika melihat mulut Jenna yang mengerucut saat ia sedang berbicara dengan nya, menurutnya Jenna seperti seorang bocah kecil yang manja dan Aiden menyukai hal itu.


" Jadi...kamu akan membiarkan wanita itu memelukmu? Gitu?" Sudah akan menangis.


" Eeehh ....Bukan gitu maksudnya " Aiden mengecup kening Jenna, untuk memberikan sedikit ketenangan kepada wanita yang dicintainya itu.


" Pokoknya aku gak akan membiarkan wanita itu untuk mengganggu ku lagi ..Oke sayang?"


Jenna memeluk tubuh Aiden erat, seakan tidak rela untuk melepaskannya, sementara dibalik pintu kamar melalui celah kecil disana Philip terlihat menarik salah satu sudut bibirnya .


" Anda begitu unik nona " Batin Philip.


Pria itupun memutuskan untuk meninggalkan posisinya dengan perasaan lega setelah yakin bahwa tidak akan terjadi hal yang akan semakin merepotkan dirinya, jika melihat keunikan nona mudanya itu. Menurut Philip, Jenna memiliki sisi kekanakan dibalik ketangguhannya yang pastinya sangat disukai oleh tuan mudanya yang begitu suka memanjakan wanita yang dicintainya.


Jenna juga tidak seperti Helena atau wanita manapun yang pernah dekat dengan Aiden, yang selalu berusaha untuk terlihat sempurna dimata bos besar sekaligus saudara angkatnya itu.


" Saya akan mengantarkan anda pulang nona " Philip meraih tubuh Helena dan memapahnya, wanita itu masih saja menangis dilantai ditempat yang sama dimana Aiden terakhir kali meninggalkannya.


" Apa dia sudah melupakan aku Philip?" Isak Helena dengan wajah tertunduk.


" Ya " Jawab pria kaku itu singkat. Philip mengarahkan kemudinya keluar dari halaman mansion setelah sebelumnya dia meminta sopir pribadi Helena untuk mengikuti nya.

__ADS_1


" Kenapa kamu begitu yakin Philip? Kamu tahu kan bagaimana Aiden mencintai ku dulu?"


" Itu dulu nona, sebelum anda memutuskan untuk bercerai darinya "


" Tapi dia pernah mengatakan padaku bahwa dia akan menunggu ku kembali Philip, dia ingin mempunyai anak bersamaku "


" Kemana semua itu Philip?" Air mata Helena kembali membasahi pipinya, Philip memberikan beberapa lembar tissue kepadanya.


" Apa menurut anda tuan Aiden tidak akan mengetahui kebenarannya nona? " Kekeh Philip.


" Apa maksud perkataan mu itu Philip?!"


" Tuan Aiden tidak sebodoh yang anda kira nona Helena, meski anda berada diujung bumi sekalipun dia akan dengan mudah mengetahui perilaku anda yang sebenarnya "


" Menurut anda memangnya apa yang membuat tuan muda bisa berhenti mencintai anda?" Lanjutnya lalu menggelengkan kepalanya.


" A...Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud mu itu Philip" Ucap Helena terbata.


" Tuan Aiden tahu semua tentang anda selama ini nona , narkoba, kebebasan perilaku anda, dan para pria yang dekat dengan anda selama ini " Philip menghela nafasnya panjang.


" Dan kabar terbaru ini, tentang hutang anda kepada salah satu rumah produksi serta apa penyebabnya " Lanjutnya.


" Darimana Aiden mengetahui semua itu Philip?!"


" Tidak ada satu media pun yang berani meliput semua berita itu!" Helena meremas tissue yang diberikan oleh Philip kepadanya, sepertinya wanita itu sudah mulai memperlihatkan siapa dirinya yang sebenarnya dihadapan Philip.


" Apa Aiden melakukan semua itu untuk melindungi ku Philip?" Seketika wajahnya berubah menjadi ceria.


" Saya melakukannya untuk melindungi nama baik keluarga Teuscherro nona Helena, ini tidak ada hubungannya dengan anda sama sekali " Philip menegaskan kalimatnya ketika menjawab pertanyaan Helena, yang langsung membungkam mulut wanita itu seketika.


" Saya tidak ingin masyarakat tahu bagaimana kelakuan mantan istri seorang Aidenamian Teuscherro sebenarnya " Lanjutnya.


Tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut Helena setelah itu, sisa perjalanan menuju kediaman Helena mereka lalui dalam kesunyian. Sampai di pelataran rumah mewah Helena, Philip membukakan pintu untuk wanita itu lalu secepatnya memohon ijin untuk kembali ke mansion.


.


.


" Katakan sebenarnya kenapa kamu menangis seperti itu tadi sayang " Aiden mengelus rambut Jenna, seperti biasa wanita itu akan menyandarkan kepalanya di dada bidang Aiden.


" Aku...Aku teringat masa laluku Aiden " Jenna menghela nafasnya berat.


" Dengan Kevin?"


Jenna menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi saat itu?"


Jenna pun menceritakan tentang bagaimana akhirnya dia mengetahui perselingkuhan Kevin dan sahabat dekat nya Bella, dan bagaimana dia memergoki keduanya saat mereka sedang memadu kasih di apartemen milik Rodrigo.


" Pantas saja kamu menangis seperti tadi " Aiden mendecih, sebagai seorang pria dia juga merasa malu dan geram dengan kelakuan pria lain diluar sana yang seperti itu.


Tetapi ada rasa syukur dalam benak Aiden atas perselingkuhan yang dilakukan oleh Kevin. Andaikan Kevin tidak melakukan hubungan terlarang itu dengan Bella yang notabene adalah sahabat Jenna sendiri, mungkin saat ini dirinya tidak akan pernah bertemu dengan Jenna. Karena pastinya Jenna masih hidup bahagia bersama dengan laki-laki brengsek itu pikirnya, seketika sebuah senyuman manis terukir diwajah pria tampan itu.


" I love you sayang..." Ucap Aiden pelan.


" Love you too Aiden " Membalas ucapan Aiden dengan suara yang juga pelan.


" Sayang...." Panggil Aiden kepada Jenna, pria itu seperti sedang menahan sesuatu.


" Hmmm??" Jawab Jenna tanpa melihat kearah Aiden, saking asiknya mengerjakan hobi barunya.


" Kamu benar-benar menyukai hobi barumu itu yah?"


" Apa Aiden?" Tetap asik dengan aktivitasnya.


" Menulis acak di dada dan perut ku..."


" Entahlah... Tiba-tiba aku menyukainya " Kekeh Jenna


" Tapi sayang...kamu telah membangunkan king cobra ku...Lihat dia"


Jenna membenamkan wajahnya di dada Aiden saking malunya, apalagi ketika matanya melihat langsung sang king cobra yang tengah menggeliat dibawah sana.


" Suruh dia tidur lagi Aiden " Pintanya tanpa berani melepaskan wajahnya dari dada bidang calon suaminya itu.


" Mana bisa sayang, dia harus dimasukkan dulu ke sarangnya dan memuntahkan bisa nya didalam sana sebelum kembali tidur "


" Owh nooo...!" Jenna menggelengkan kepalanya, saat ini pinggangnya pun masih terasa pegal akibat ulah si king cobra yang telah membuatnya ketagihan semalam.


" Dia bergerak lagi sayang, sebaiknya kamu bersiap-siap " Kekeh Aiden.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Selamat berhalu ria 😁✌️


__ADS_2