Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Cemburu


__ADS_3

Jika Philip harus memiliki kesabaran extra untuk menemui keingintahuan istri kecilnya, maka di mansion Aiden harus memiliki kesabaran extra untuk menemani istri tercintanya dengan aktivitas barunya. Bangun tengah malam untuk masak dan makan.


Bukan hanya bangun tengah malamnya saja yang membuat Aiden cukup kerepotan, tetapi karena permintaan sang istri yang terkadang cukup aneh. Seperti yang sedang terjadi saat ini, Jenna memintanya untuk membuat spaghetti tuna dan telur dengan saus pedas.


" Kamu suka baby ?" Tanya Aiden saat istrinya begitu lahap menyantap makanan yang telah dia buatkan untuknya.


" Ehemmh..." Jawab Jenna sambil memasukan satu suapan penuh spaghetti kedalam mulutnya.


" Pelan-pelan sayang...Itu pedas " Pinta Aiden. Suaminya ini bahkan harus menelan saliva nya berulang-ulang menyaksikan sang istri yang terlihat begitu menikmati makanannya.


" Aku sudah kenyang Aiden " Ucapnya setelah menyantap habis makanannya dan menenggak tandas minumannya.


Aiden hanya bisa menggelengkan kepalanya menyaksikan keunikan dari kebiasaan baru Jenna nya, apalagi saat ini mulutnya belepotan dengan saus pedas. Terlihat sangat lucu pikir Aiden.


" Ayo...Kita bersihkan dulu mukamu yang belepotan itu sayang..." Ajak Aiden sambil menuntun Jenna kembali ke kamar nya.


Setelah selesai membersihkan wajah sang istri yang jadinya semakin manja, Aiden menuntunnya kembali ke atas ranjang untuk meminta imbalan atas apa yang sudah dia lakukan untuknya.


Jenna sangat memahami apa yang Aiden minta, toh sudah cukup lama suaminya itu tidak mendapatkan jatah nya dan dirinya pun sudah sangat menginginkan nya.


" Owh baby...Kamu nakal yah..." Ucap Aiden sedikit mendesis, saat Jenna tidak mengijinkan dirinya untuk memimpin permainan awal nya.


Jenna sudah seperti singa betina yang kelaparan, wanita itu benar-benar tidak melewatkan satu inci pun ketika mencabik-cabik tubuh Aiden hingga suaminya itu terus melontarkan kata-kata nakalnya.


" Baby aahh...semuanya sayang..." Pinta Aiden saat sang istri tengah bermain-main dengan king cobra nya, sementara satu tangannya mengelus rambut Jenna nya.


Puas bermain-main dengan si king cobra yang terus saja menantangnya, Jenna kembali melahap bibir suaminya yang sedari tadi melontarkan kata-kata nakal kepadanya. Sementara tangan nakal si pemilik raja ular sudah menari-nari di atas tubuh polos wanitanya.


Perlahan Aiden mengubah posisinya, dengan sangat hati-hati dia menuntun sang istri untuk menggantikan dirinya agar dia bisa memberikan serangan balik kepada nya. Aiden tahu Jenna sudah hampir mencapai puncak pelepasan pertamanya.


Dia pun mulai membuka lawang tempat sarang si king kobra berada agar dirinya bisa bermain-main di sana, hingga dia merasakan tubuh Jenna yang menggelinjang seraya memekikkan namanya.


" Mau sekarang?" Tanya Aiden, menggoda sang istri yang sudah berada di atas awan.


" Baby....!!!" Pekik Jenna, istrinya itu sudah akan menangis mendengar pertanyaan dari Aiden.


" Maafkan aku sayang..." Ucap Aiden lalu menautkan bibirnya sambil mengarahkan si king cobra yang juga sudah tidak sabar mengunjungi sarangnya dan bermain-main di sana.


Sama hal nya seperti Rubby, Jenna pun meminta Aiden untuk meneruskan permainannya hingga mereka benar-benar puas menapaki tangga puncak pelepasan nya hingga berkali-kali.

__ADS_1


" Terimakasih sayang..." Bisik Aiden ditelinga Jenna, lalu menyusulnya ke alam mimpi.


Sementara di pulau kecil dimana dua insan tengah menikmati bulan madu nya, sang pria sedang merasa cemburu kepada gadis kesayangannya. Pasalnya tanpa sengaja dirinya melihat Rubby tengah berbincang dengan salah seorang pelayan pria yang bertugas menjaga villa di sana.


" Berani-beraninya dia berbicara dengan Rubby ku " Batin Philip. Pria dingin itu menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahangnya.


Menyadari sorot mata tajam tengah mengarah kepadanya, sang pelayan pria langsung mengundurkan diri nya dari hadapan Rubby.


" Daddy sudah bangun ?" Tanya Rubby saat gadis itu mengikuti arah pandangan pelayan tadi, dia pun memeluk erat tubuh kekar suami besarnya.


" Ya..." Jawab Philip singkat.


" Daddy marah?" Tanya Rubby, karena tidak biasanya suaminya itu menjawab pertanyaan nya dengan singkat. Tidak semenjak mereka menyatakan perasaannya masing-masing.


" Tidak..." Jawabannya lagi, tanpa menatap wajah istri kecilnya yang tengah memandangi nya sambil mendongakkan wajahnya.


" Apa daddy yakin?" Tanyanya manja, kali ini sambil menggambar abstrak di dada bidang suami besarnya.


" Hhmmm..." Jawabannya, kali ini melirik sang istri dengan sudut matanya.


" Benarkah Daddy tidak marah??" Kali ini Rubby bukan hanya menggambar abstrak di sana, tetapi bermain-main dengan dua benda mungil yang ada di sana.


Cup.


Philip mengangkat tubuh mungil Rubby dan menggendong nya, lalu membawanya kedalam kamar. Dia mendudukkan istri kecilnya itu di atas bufet dan membuka paksa baju yang dikenakannya, hingga terlihatlah dua bukit kembar dihadapannya.


Philip menyerang kedua bukit kembar itu dengan perasaan cemburu yang masih menggelora didalam dadanya secara bergantian, dia pun memainkan benda kecil dibawah bagian tubuh Rubby dengan satu tangannya


" Aahh... Daddy..." Ucap Rubby manja.


Puas bermain dikedua bukit kembarnya, Philip pun melebarkan kedua kaki istri kecilnya dan membenamkan wajahnya diantara pangkal pahanya, lalu mengobrak-abrik pintu masuk sarang si king kobra dengan buasnya.


" Dad... Aku...Aaahhh..."


Tubuh Rubby pun menggelinjang sempurna merasakan kenikmatan yang tiada tara di puncak pelepasan pertamanya.


" Jangan pernah berbicara dengan pria lain sampai kapanpun " Bisik Philip sambil mengarahkan si king kobra kedalam sangkar nya, lalu mulai menghentakkan tubuhnya.


" Aaahh....Iya dad....Iya...." Ucap Rubby sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Kamu janji baby...?" Tanyanya , sambil mempercepat tempo gerakkannya.


" Iya daddy....Iya...."


Tiba-tiba Philip mencabut si king kobra, dan langsung membuat Rubby berteriak lalu menangis.


" Daddy no!!!"


" Sebentar baby " Ucap Philip, lalu mencium bibir manis istri kecilnya sekilas.


Philip menurunkan tubuh gadis itu dan memutarnya,lalu menarik pinggulnya dan membuka kakinya. Dia pun kembali mengarahkan si king kobra memasuki sarangnya dengan menggunakan gaya yang lainnya.


" Hhhmmmm..." Seketika lenguhan Philip sukses terlontar dari bibirnya, merasakan lorong sempit saat king kobra nya memasuki sarangnya.


Philip pun mulai menggerakkan tubuhnya kembali dengan kedua tangan memegangi dua bukit kembar sambil memainkan ujungnya.


" Faster Daddy....Faster..." Pinta Rubby


" Aaahhh baby..." Ucap Philip


" Daddy....aku mau...."


" Bersama-sama sayang..."


Philip pun makin mempercepat tempo gerakkannya hingga dia merasakan di king kobra pun memuntahkan bisanya, bersamaan dengan Rubby yang memekikkan namanya.


Philip menarik si ular kobra, lalu menggendong istri kecilnya menuju kamar mandi.


" Sekali lagi sayang..." Pinta Philip, lalu mengangkat salah satu kaki Rubby dan menahannya dengan sebelah tangannya lalu mengarahkan kembali si king kobra menuju sarang nya


Kali ini teriakan Rubby memanggil namanya semakin menggema di seluruh ruangan yang membuat Philip semakin gencar menggempur nya.


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Hai kakak-kakak, mohon maaf baru bisa update malam-malam


Selamat bee hareudang ria 😁😁😁


__ADS_2