Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Pria Aneh Bernama Robert


__ADS_3

Seminggu di pulau cantik ini mereka lalui dengan kegembiraan yang tiada tara, Rubby diperlakukan layaknya seperti tuan putri oleh Philip. Begitu pula dengan Philip yang sangat bahagia karena cinta Rubby yang sangat besar terhadapnya.


" Aku akan merindukan pulau itu dad " Ucap Rubby sambil melihat kebawah, saat pesawat nya sudah mengangkasa.


" Apa kami akan merindukan si pelayan itu juga " Tanya Philip ketus, rupanya suami besarnya ini masih mengingat kejadian saat dia memergoki sang istri yang tengah asik berbincang dengannya waktu itu.


" Iisssh... Daddy, masih saja cemburu " Ucap Rubby lalu mencium hidung mancung suaminya sekilas.


" Nanti Daddy cepat keriput kalau ngambek terus " Kekeh Rubby.


" Ingat....Jangan..."


" Bicara dengan pria yang tidak dikenal " Sambung Rubby.


" Aku masih ingat dad ..." Ucap Rubby, kali ini dia membenamkan wajahnya di celuk leher Philip. Di sana rasanya sangat nyaman pikirnya.


Sementara di mansion Teuscherro sepeninggal Aiden.


Jenna terlihat sedang sibuk menyiapkan beberapa masakan untuk menyambut kedatangan pengantin baru dari bulan madunya, pilihannya kali ini jatuh pada masakan yang disukai oleh gadis itu pasta ayam panggang dengan saus bechamel serta saute broccoli dan bawang putih juga sup krim jagung.


" Semoga gadis itu masih menyukainya " Gumam Jenna.


Sejam kemudian sepasang pengantin itupun tiba di sana.


" Selamat datang kembali sayang..." Sapa Jenna sambil melebarkan kedua tangan nya.


" Terimakasih nona....Aku sangat merindukan mu " Ucap Rubby, seraya menyambut bentangan tangan nona mudanya.


" Apa Paloma dan yang lainnya sudah tiba nona?" Tanya Philip, pria dingin itu menyuruh Paloma dan tim nya untuk kembali hari ini.


" Seperti nya mereka masih diperjalanan Phil " Jawabannya sambil menuntun Rubby dan Philip ke ruang makan.


" Wooww! Ini semua makanan kesukaanku nona, apa anda yang membuatnya nona?" Tanya Rubby, gadis itu mengendus semua makanan itu sambil memejamkan matanya.


" Iya Rubby...Ini semua untuk kalian " Kekeh Jenna, melihat kelakuan lucu gadis yang sekarang sudah benar-benar menjadi saudarinya itu.


Philip pun menarik dua kursi untuk dua orang wanita cantik penghuni baru mansion tersebut, sebelum dirinya menduduki kursi disebelah Rubby untuk menyantap semua makanan itu bersama.


Sementara diluar mansion.

__ADS_1


" Maaf tuan, anda tidak bisa bertemu dengan tuan pemilik mansion ini tanpa membuat janji terlebih dahulu " Ujar salah satu bodyguard yang menjaga pintu gerbang mansion.


" Katakan saja kenapa pemilik rumah besar ini kalau aku, ayah dari pemilik rumah ini datang untuk menemui nya " Ujarnya, tetap memaksa.


Tentu saja perkataan nya sangat tidak masuk akan menurut bodyguard sangar itu, pasalnya dia tahu jika orang tua pemilik mansion alias majikannya itu sudah meninggal dunia sejak lama.


Aiden yang melihat kejadian itu dari dalam mobilnya saat dia tiba di pintu gerbang mewah itu meminta Gerry untuk menghentikan mobilnya, dia memutuskan untuk menanyakan langsung hal tersebut kepada pria yang terlihat tengah berbicara dengan bodyguard nya .


" Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Aiden setelah dirinya berada dekat dengan pria paruh baya tersebut.


" Ya! Saya mau bertemu dengan pemilik rumah ini, saya sudah katakan dari tadi tapi orang ini tetap menahan saya disini! Sungguh tidak sopan!" Jawabnya ketus.


" Saya pemilik rumah ini tuan, nama saya Aiden " Ucap Aiden sambil mengulurkan tangannya.


" Kau tidak terlihat seperti pemilik rumah besar ini, kamu jangan membohongi ku yah..!" Ucapnya ketus.


Sang bodyguard tentu saja marah dengan kelakuan pria paruh baya yang sudah berkata kurang ajar kepada majikannya, tetapi Aiden menggelengkan kepalanya saat pria besar itu akan memarahinya.


" Jika saya boleh tahu, anda siapa tuan?" Tanya Aiden, tetap sopan.


" Saya adalah Richard More! Saya adalah ayah kandung dari pemilik rumah besar ini " Jawabnya, sambil menepuk dadanya sendiri.


Aiden hanya ingin tahu siapa sebenarnya pria paruh baya ini, dan kenapa dia bersikukuh mengatakan bahwa dirinya adalah ayah kandung dari pemilik mansion nya sendiri.


Setelah memasuki rumah, Aiden meminta agar Richard menunggu sang pemilik mansion diruang tamu. Sementara dia akan memanggil kan pria itu untuknya.


Pada saat Aiden akan melangkahkan kakinya menuju ruang makan, pada saat itu pula Jenna, Rubby dan Philip berjalan menuju kearah nya. Philip terlihat mengerutkan keningnya saat mengetahui ada pria asing sedang duduk di ruangan itu.


" Siapa dia Aiden ?" Tanya Philip.


" Sebaiknya kita berbicara bersama dengan orang itu Phil..." Jawab Aiden, lalu meminta sang kakak beserta istri dan adik iparnya duduk di sofa ruang tamu bersama.


" Nah tuan Robert, kenalkan kakak saya Philip... Dia adalah pemilik mansion ini " Ucap Aiden santai


" Apa maksudmu Aiden? Aku..." Philip mengehentikan perkataan nya ketika melihat Aiden menggelengkan kepalanya.


" Nah aku baru percaya kalau dia pemilik rumah mewah ini, karena aku ayahnya dan aku tidak akan melupakan wajah anakku sampai kapanpun!" Ucap Robert, tetap bersikukuh bahwa dia adalah ayah pemilik mansion tersebut.


" Maaf tuan Robert, saya sudah tidak punya orang tua...Mereka sudah meninggal sejak lama, mungkin anda salah orang " Ucap Philip kesal.

__ADS_1


" Aku tidak mungkin salah orang! Tiga puluh delapan tahun yang lalu aku meninggalkan anakku di panti asuhan San Luis, saat itu aku baru saja ditinggal mati oleh istriku" Ujarnya.


Tetapi entah kenapa Philip dan Aiden bahkan Jenna tidak merasa iba dengan pria paruh baya ini, selain sikapnya yang arogan juga kasar. Hanya Rubby yang terlihat prihatin dengan pria itu.


" Apa anda sudah menanyakan keberadaan anak anda kepada pihak panti asuhan tuan?" Tanya Rubby.


" Maksudmu aku berkata bohong?!" Bentak Robert, hingga membuat Rubby terkejut dan takut.


Philip geram dengan kelakuan pria tua ini kepada istri kecilnya, tanpa segan diapun mengusir nya.


" Tidak ada seorangpun yang boleh membentak istriku! Pergilah! Aku tidak ada waktu untuk omong kosong ini ..! Bentak Philip, lalu membawa Rubby menaiki tangga menuju ke kamarnya.


" Kamu! Akan aku buktikan bahwa aku adalah ayahmu!" Teriak Robert, sambil mengacungkan jari telunjuknya.


" Maaf tuan Robert, sebelum anda bisa membuktikan bahwa anda adalah ayah kandung kakak kami... Sebaiknya anda tidak datang kemari " Pinta Jenna.


" Anda telah membuatnya sangat marah " Sambung Aiden.


" Huh! Hanya seorang anak kecil! Dia bahkan tidak pantas untuk nya!" Ucap pria tua itu mencibir.


" Jaga bicara anda tuan, jangan sampai saya menyuruh para bodyguard untuk mengusir anda " Ucap Aiden kesal.


Aiden lalu meminta salah satu pelayan pria untuk mengantarkan Robert keluar dari mansion.


" Apa menurutmu dia benar-benar ayah kandung Philip sayang?" Tanya Jenna, setelah pelayan menuntun Robert keluar dari ruangan itu


" Entahlah sayang, aku akan memerintahkan seseorang untuk menyelidiki hal ini " Jawab Aiden, lalu memeluk dan mencium puncak kepala istri tercintanya.


.


.


.


To be continued


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...


Happy reading 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2