
Kelahiran seorang bayi laki-laki yang mewarisi ketampanan sang ayah itu telah mengegerkan seluruh anggota keluarga besar Teucherro Inc, mereka turut berbahagia atas kelahiran sang pewaris tahta kerajaan cokelat terbesar di negara itu. Mereka memberikan ucapan selamat dengan mengirimkan bunga,makanan, suvenir dan banyak hadiah lainnya hingga hampir memenuhi ruangan vip dimana Jenna dan bayinya berada saat ini. Itu semua belum termasuk semua pemberian yang masih ada didalam ruangan kantor Aiden!
“Lihat nak, mereka ikut bahagia dengan kelahiran mu” Ucap Aiden sambil mengelus pipi chubby bayi mungilnya.
“Bagaimana menyingkirkan semua barang-barang ini Aiden?” Tanya Jenna, dia pun masih melihat Philip yang meletakkan barang yang baru saja di terimanya dari seorang kurir.
“Nanti Gerry yang akan membawa semuanya ke mansion” Jawab Aiden, tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan bayi laki-laki yang dia beri nama Noah Damian Teuscherro itu.
Saat sedang asyik-asyiknya Aiden menggendong sang bayi, tiba-tiba saja dirinya mencium bau yang aneh disekitarnya.
“Uhhh! Bau apa ini?” Aiden bahkan memonyongkan bibirnya sambil terus mengendus mencari tahu sumber bau yang aneh itu. Baunya mirip susu basi pikirnya.
Jenna yang melihat tingkah sang suami langsung tertawa sambil menahan linu di bagian bawah tubuhnya.
“Mommy kamu malah ngetawain daddy boy…Daddy gak ngerti kenapa” Ujar Aiden kepada sang bayi yang masih memperlihatkan ekspresi anehnya.
“Noah pup Aiden “ Jenna pun kembali tertawa, apalagi melihat perubahan pada ekspresi wajah suaminya itu.
“Huh! Kamu sudah berani menjahili daddy yah boy” Kekeh Aiden, lalu menaruh bayinya itu di atas sebuah nursing table dan mulai mengganti popoknya.
“Ini gimana yah caranya?” Aiden kebingungan sendiri setelah dia melepaskan pampers yang dikenakan Noah dengan cara ditarik bukannya dilipat hingga sisa pup Noah mengotori kain pelapis meja tersebut.
“Sayang, ini harus diapakan?” Tanya Aiden sambil mengacungkan popok kotor itu kehadapan Jenna.
Philip yang memerhatikan kegiatan Aiden sejak tadi hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berjalan mendekatinya, tetapi sayang popok kotor itu tanpa sengaja terjatuh dari tangan Aiden dan mendarat di atas sepatu mengkilap nya.
“Ya ampun Aiden!” Secepat kilat Philip mengambil popok kotor itu dan melipatnya lalu membuangnya di tong sampah, dia juga mengambil beberapa lembar tissue basah untuk membersihkan kotoran di sepatunya.
__ADS_1
Sementara Noah kembali tertidur dengan manja meninggalkan kehebohan di ruangan itu.
“Bersihkan pantatnya pakai lap basah aiden, terus keringkan pake handuk” Titah Philip, sambil menunjuk ke arah lap handuk putih yang terlipat disisi nursing table tersebut.
“Aku gak ngerti kak, kamu aja yang bersihkan “ Ucap Aiden, lalu membiarkan Philip menggantikan posisinya berdiri didepan Noah yang tengah asik tertidur.
Philip memberikan lap tersebut kepada Aiden untuk dibasahi dengan air hangat di wastafel, lalu mulai membersihkan pantat mulus milik bayi jahil tersebut saat Aiden menyerahkan kembali lap yang kini sudah basah tersebut kepada nya. Dan pada saat Philip akan mengeringkannya dengan handuk bersih, tiba-tiba saja burung kecil Noah menyembur dan membasahi wajah Philip.
“Ya Tuhan anak ini..!” Pekik Philip, sontak suara tawa Jenna kembali menggema, dan kali ini dibarengi dengan suara tawa dari Aiden.
Philip pun mengulang kembali proses pembersihan itu dari awal, dan kali ini dia memastikan untuk melakukannya dengan cepat. Jangan sampai bayi jahil ini mengerjainya lagi pikirnya. Selesai memakaikan popok instan pada bayi mungil itu, Philip menggendongnya lalu menyerahkannya kembali kepada Jenna.
“Kamu sudah menjahili kedua daddy mu boy” Kekeh Jenna, lalu membuka pengait bra depannya untuk memberikan asi nya kepada Noah yang sudah mulai terbangun dan mencari sumber makanannya itu.
Dua hari kemudian Jenna dan Noah sudah diijinkan oleh dokter untuk pulang, dan sesampainya mereka di mansion Aiden menuntun sang istri dan membawa bayi mungilnya itu menuju kamar yang akan ditempati oleh Noah.
“Hati-hati baby, jangan sampai terkecoh dengan penampilan imutnya… Dia itu jahil” Ucap Philip yang disambut oleh gelak tawa Rubby.
“ Daddy bisa saja, bagaimana mungkin bayi lucu begini dibilang jahil” Kekeh Rubby, lalu mencium pipi chubby Noah.
“Aaaah…Aku sudah tidak sabar melahirkan bayi kita dad” Lanjutnya, lalu kembali mencium pipi bayi mungil itu.
“Oya? Bagaimana jika kita kasih vitamin agar bayi kita cepat tumbuh besar” Ucap Philip sambil tersenyum nakal kepada Rubby, lalu mengambil Noah dari gendongan istri kecilnya itu dan menaruhnya ke dalam box bayi dikamar nya lantas bergegas kembali memasuki kamarnya dan menggendong tubuh Rubby untuk memulai aksinya.
Sementara di dalam kamar Aiden, Jenna tengah meringis merasakan pegal di sekitar p4yud4r4nya. Air susunya sudah kembali penuh tetapi Noah belum juga bangun dari tidurnya, dia berusaha memompanya keluar dan memasukannya kedalam wadah steril dibantu oleh Aiden. Tetapi rasa pegalnya itu belum juga hilang karena air susu yang di pompanya belum sepenuhnya berhasil dia keluarkan.
“Apa yang harus kita lakukan sayang?” Tanya Aiden, dia merasa kasihan dengan istrinya itu karena selain meringis menahan sakit, keringat dingin juga sudah membasahi keningnya.
__ADS_1
“Aku gak tahu Aiden, rasanya sangat tidak nyaman…Apa Noah sudah bangun?” Jenna bertanya kepada Aiden saat suaminya itu beranjak dari posisinya untuk melihat keadaan bayi mungilnya itu.
“Belum sayang, dia masih tidur” Jawab Aiden setelah kembali ke posisinya semula, duduk dihadapan Jenna yang masih berusaha untuk memompa asi nya.
“Aku rasa aku tahu apa yang harus aku lakukan” Aiden tersenyum, lalu melepaskan alat pemompa asi tersebut dari kedua sumber makanan Noah dan mulai menyesapnya perlahan secara bergantian sambil memijatnya pelan.
“Bagaimana?” Tanya Aiden setelah dia bisa merasakan kedua benda kenyal milik istrinya itu tidak sekeras sebelum dia menyesapnya.
“Rasanya jauh lebih baik Aiden” Jawab Jenna lalu menghela nafasnya panjang lantas meminta sebuah handuk hangat untuk membersihkan bekas hisapan sang suami dari ujung bulatan kenyalnya.
“Sering-sering tidur yah boy, biar daddy bisa sering-sering mimik susu” Batin Aiden, seketika senyuman manis mengembang di wajah tampannya diikuti oleh suara tangisan Noah yang menggelegar keseluruh ruangan. Bayi mungilnya itu seakan tidak rela dengan suara batin saingan terbesarnya.
“Ya Tuhan anak itu…” Ucap Aiden, sambil menggelengkan kepalanya dan mendorong tubuhnya sendiri agar bergegas memasuki kamar Noah lantas meraih tubuhnya dan membawanya kepada Jenna.
Noah langsung menyesap sumber makanannya dengan rakus hingga membuat Jenna terkejut dan kembali meringis karena menahan rasa perih pada ujung bulatannya, akibat menyusui dua bayi rakusnya.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading
__ADS_1
Happy weekend