
Satu bulan kemudian.
" Apa anda sudah siap nona? Mereka sudah menunggu " Rubby memasuki ruangan dimana Jenna berada saat ini, wanita itu terlihat sangat gugup.
" Aku gugup sekali Rubby " Ujar wanita itu sambil mengipas wajahnya.
" Anda terlihat sangat cantik nona Jenna, semua orang pasti terpana melihat kecantikan anda " Kekeh Rubby.
" Aahh...Kamu malah bikin aku tambah gugup Rubby " Jenna beranjak dari duduknya, meraih tangan gadis berambut keriting itu lalu berjalan menuju tempat dimana semua orang sudah menunggunya.
Kecantikan Jenna semakin terpancar melalui riasan wajah yang natural berwarna peach, tubuh indahnya semakin terlihat nyata dengan balutan gaun pengantin berwarna putih mutiara dan rambut yang dibiarkan terurai dengan mahkota kecil diatasnya.
Sama halnya dengan Aiden yang saat ini tengah menunggu Jenna di Aula bersama dengan Philip, pria itu tidak bisa lagi menyembunyikan kegugupan nya.
" Apa aku terlihat tampan Philip?" Tanyanya kepada sang asisten yang setia berdiri disampingnya, dan ini entah pertanyaan yang ke berapa kalinya.
" Anda terlihat sangat tampan tuan" Jawabnya, dan ini pun jawaban yang sudah kesekian kalinya dia ucapkan.
" Bagaimana dengan pakaian ku?"
" Terlihat sangat cocok untuk anda gunakan dihari besar ini tuan "
" Apa kamu ya...kin...." Ucapnya terpotong-potong saat dirinya melihat wanita yang telah dinantikannya itu tengah berjalan kearahnya.
Sekilas Aiden merasa cemburu karena tatapan mata seluruh ruangan itu tertuju kepadanya, tetapi kebahagiaan dihatinya lebih besar dari itu. Pria itu melihat betapa anggun dan cantik nya istri tercintanya itu saat dia berjalan melintasi aula menuju kearah dimana dirinya berdiri saat ini.
Aiden mengulurkan tangannya untuk menyambut kekasih hatinya dengan penuh kasih sayang, Jenna pun menyambutnya. Senyuman manis tak lepas dari wajah keduanya.
" Kamu sangat cantik sayang, aku cemburu " Bisiknya ditelinga Jenna.
" Kamu juga sangat tampan sayang " Balas Jenna.
Merekapun mengulang janji suci mereka dihadapan semua orang yang hadir disana.
" Mereka sangat serasi bukan?" Tanya Paloma kepada Philip, wanita itu turut merasakan kebahagiaan saat menyaksikan dua insan saling mencintai itu mengucapkan kembali janji suci mereka.
" Hhmmm..." Jawabnya singkat. Sorot mata tajamnya tidak bergerak dari sosok gadis berambut keriting berwarna merah itu.
" Dekati dia Philip sebelum terlambat " Bisik Paloma sambil terkekeh sementara pria kaku dan dingin itu hanya menghela nafasnya.
Bagaimana mungkin? Dia hanya gadis ingusan sementara dia adalah seorang pria dewasa pikirnya.
Dari rencana semula yang Aiden buat untuk membuat sebuah pesta pernikahan yang besar dan meriah, pada akhirnya pria itu harus mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengikuti keinginan sang istri untuk menyelenggarakan sebuah pesta sederhana yang hanya dihadiri oleh kerabat dan sahabat terdekat serta rekan-rekan sejawat Aiden. Itupun sang istri masih menganggap bahwa pesta pernikahannya tidak sesederhana yang dia pikirkan.
__ADS_1
Dua minggu sebelumnya
" Apa? pesta pernikahan kita akan menghabiskan uang sebanyak itu?" Jenna cukup tercengang melihat nominal yang tertera di rincian biaya pesta pernikahan nya.
" Iya sayang...Aku ingin membuat pesta pernikahan yang besar dan meriah untuk kita " Jawab Aiden santai, pria itu masih juga menambahkan beberapa hal yang menurutnya sangat penting kedalam rincian itu.
Jenna tahu uang sebanyak itu tidak seberapa dimata Aiden, akan tetapi dimatanya uang sebanyak itu bahkan bisa untuk membuat dua toko baru lengkap dengan semua peralatan dan stok gudang untuk sebulan penuh! dan itupun sisanya masih bisa dia gunakan untuk membeli sebuah mobil.
" No Aiden...Aku tidak mau membuang uang sebanyak itu hanya untuk sebuah pesta meski itu pesta pernikahan kita "
" Tapi sayang, tamu undangan sebanyak ini memang membutuhkan uang sebanyak itu " Aiden menunjuk total pengeluaran yang telah bertambah lagi itu dengan jari telunjuknya.
" Sayang...Kita bisa membuat pesta sederhana untuk pernikahan kita, aku tidak mau membuat pesta sebesar itu Aiden " Jenna meraih tangan Aiden dan menggenggamnya.
" Please " Lanjutnya sambil memohon.
Tidak tega dengan permohonan sang istri, akhirnya Aiden mengalah dan menghilangkan banyak sekali keperluannya didalam daftar yang telah dia buat untuk dia serahkan kembali kepada Philip.
Kembali ke saat sekarang.
" Aku bilang pesta sederhana Aiden, ini pesta besar " Keluh Jenna, saat wanita itu menyadari kerumunan orang yang ada disekitarnya.
" Aku mengundang beberapa orang lagi kolegaku sayang, mereka akan marah besar jika aku tidak mengundangnya " Kekeh Aiden.
" Iissshhh...Kamu ini yah..."
" Sssttt...Udah sayang, ini semua aku lakukan buat kamu... Kamu ratuku, jadi aku harus memperlakukan kamu seperti layaknya seorang ratu kan?" Aiden mengeratkan pelukannya saat musik dansa yang mengalun memainkan musik favorit nya.
Aiden memang sengaja tidak terlalu banyak berinteraksi dengan tamu-tamunya padahal banyak dari mereka yang ingin berbicara kepadanya, itu dia lakukan untuk menjaga perasaan Jenna nya. Dia tahu sang istri belum bisa sepenuhnya mengerti dengan kehidupan mewahnya, terlebih dengan pergaulannya.
Dalam hal ini Philip dan Paloma lah yang diberikan tugas untuk meladeni obrolan mereka.
" Philip, kapan aku bisa berbicara dengan tuan Aiden?" Sepasang suami istri dari rekanan perusahaan bertanya kepadanya saat mereka tengah menikmati segelas anggur merah bersama.
" Mungkin setelah mereka pulang berbulan madu tuan " Jawab Philip sopan.
" Jangan bercanda Philip, aku benar-benar ingin bicara dengannya saat ini " Ujarnya sedikit memaksa.
" Sebentar saja..." Lanjutnya.
" Anda bisa melihatnya sendiri tuan " Philip menganggukkan kepalanya kearah Aiden dan Jenna.
" Apa mereka tidak bosan berduaan terus seperti itu?" Ujar sang istri.
__ADS_1
" Tidak " Jawab Philip singkat, dia tidak suka dengan pertanyaan wanita yang tengah berdiri disamping pria paruh baya itu.
" Maafkan istriku ini Philip, dia tidak bermaksud..."
" Tidak apa-apa tuan " Potong Philip.
" Saya permisi, sepertinya mereka memanggil saya " Kilahnya, meninggalkan dua orang suami istri itu saling berdebat kecil.
" Dimana gadis itu?" Batin Philip.
.
.
" Akhirnya..." Jenna menjatuhkan dirinya diatas ranjang, tubuhnya sudah sangat lelah setelah seharian ini menjadi ratu didalam pestanya.
" Mandi dulu sayang" Aiden mendudukkan dirinya disamping Jenna, pria itu mulai melepaskan sepatu juga jas yang dikenakannya lalu menaruhnya di kursi.
" Aaaahhhh....Aku lelah sekali Aiden " Jenna menutup wajahnya lalu menggelengkan kepalanya, rasanya dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri.
" Setidaknya ganti dulu bajumu " Kekeh Aiden. Pria itu malahan tertawa jadinya saat melihat tingkah lucu istrinya itu, Jenna membalikkan tubuhnya dan meminta Aiden untuk melepaskan resleting gaun nya.
" Hei cantik, apa kamu sedang menggoda ku?"
" Aaahh...Tolong bukakan saja resleting nya Aiden " Pintanya manja.
" Okeey...Kamu yang minta sayang " Kekeh Aiden nakal.
Perlahan Aiden membuka resleting gaun pengantin Jenna bersamaan dengan itu terlihatlah punggung mulus milik sang istri, yang langsung membuat si king cobra menggeliat.
( Dan terjadi lagi....Aahh Boril suaramu terngiang-ngiang di telinga ku...)
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Happy reading π€
__ADS_1