
Keesokan paginya Kevin mendatangi gedung mewah milik Teuscherro corp sesuai dengan jadwal temu yang diberikan oleh sekertaris Aiden, dia juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak seminggu terakhir ini.
Bukan hanya penguasaan materi dari proposal yang akan mereka ajukan melalui dirinya ke perusahaan milik Aiden saja, tetapi dirinya juga telah mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi mantan bos besar sekaligus suami dari mantan istrinya itu.
Setibanya Kevin di sana sang sekertaris menuntun dan meminta dirinya untuk menunggu di ruangan meeting, sementara sang pemilik perusahaan tengah bersiap untuk menemuinya.
Lima menit kemudian Kevin dikejutkan dengan kehadiran Philip di sana tanpa Aiden, pria yang masih terlihat dingin dan datar itu menyapanya lalu mempersilahkannya kembali untuk duduk.
“Mohon maaf pagi ini adik ku Aiden tidak bisa menghadiri pertemuan ini dengan anda” Ucapnya sambil mendudukkan dirinya di kursi yang biasa diduduki oleh Aiden.
“Saya harap anda tidak keberatan dengan kehadiran saya disini tuan Kevin” Lanjutnya. Lalu meminta Kevin untuk memulai presentasinya.
“Tidak sama sekali tuan Philip” Jawab Kevin.
Kevin pun mulai memaparkan bentuk penawaran kerjasama yang diajukan oleh perusahaan tempat dirinya bekerja selama lebih dari tujuh tahun terakhir ini kehadapan Philip. Meski tujuannya hari ini adalah untuk menemui Aiden, tetapi seperti yang sudah dia duga sebelumnya, pria itu tidak mungkin berkenan untuk menemuinya apalagi Aiden pasti mengetahui siapa pemilik perusahaan tempat dirinya bekerja saat ini.
Madeline telah memperingatkan tentang hal ini sebelumnya kepada Kevin, bahwa kemungkinan Aiden untuk menemui klien dari perusahaan miliknya sangatlah kecil.
Hanya dibutuhkan waktu selama 20 menit saja bagi Kevin untuk menyelesaikan pemaparannya, dan selama itu pula Philip terlihat begitu fokus dan hanya mengajukan sedikit pertanyaan.
“Baiklah tuan Kevin, setidaknya presentasi anda hari ini lebih baik dari teman-teman anda sebelumnya” Philip menghela nafasnya sejenak sambil membuka kembali helai demi helai kertas proposal yang ada ditangannya.
“Saya pribadi yang akan mempertimbangkan pengajuan perusahaan anda, dan saya pribadi yang akan memberikan jawaban kepada anda melalui email saya dalam waktu 2x 24 jam” Lanjutnya, lalu memberikan berkas tersebut kepada sang sekertaris yang setia duduk disampingnya.
“Baik tuan Philip terimakasih, tetapi bolehkah saya bertanya mengenai absen nya tuan Aiden pagi ini? Saya harus memberikan laporan lengkap kepada nona Madeline setelah ini” Pinta Kevin.
Philip sudah bisa menduga jika pria yang masih duduk didepannya ini pasti akan menanyakan hal ini kepadanya, dan seperti biasa diapun sudah mempersiapkan jawaban untuk disampaikan oleh Kevin kepada Madeline.
“Tuan Aiden telah menyerahkan urusan dengan perusahaan milik nona Madeline kepada saya tuan Kevin, dan tolong sampaikan salam saya kepada beliau” Jawab Philip dengan senyuman tipisnya.
__ADS_1
Seperti hal yang dialami oleh teman-teman sebelum dirinya yang berusaha untuk menemui Aiden secara langsung, Kevin pun harus menelan pil pahit karena ketidakberhasilan usahanya ini pasti akan mengundang amarah dari nona Madeline. Bos besar nya ini terkenal dengan mood swing nya, terkadang dia terlihat manis dan baik tetapi sedetik kemudian sikapnya ini bisa berubah total.
Dan sudah seperti yang bisa dia duga, nona Madeline sang pemilik perusahaan itu langsung terlihat kecewa setelah Kevin memberikan kabar bahwa Aiden telah menyerahkan urusannya langsung kepada Philip. Pria yang sangat dibenci oleh Madeline karena telah berani menghajar kakak laki-lakinya dan menantang mendiang ayahnya.
“Aku punya cara yang bagus agar kamu bisa bertemu langsung dengan Aiden” Ucap Madeline, yang saat ini tiba-tiba saja moodnya berubah menjadi baik.
“Apa itu nona? Saya mendengarkan” Jawab Kevin
“Aku dengar istrimu itu adalah sahabat dari istrinya Aiden, aku juga sudah mengetahui hubungan rumit kalian” Kekeh Madeline
“Maksud anda? Dan darimana anda...”
“Kau tidak perlu tahu darimana aku mendapatkan kabar ini, sekarang ikuti saja perintahku” Madeline memotong ucapan Kevin.
Kevin bahkan terkejut ketika bos besar nya ini tiba-tiba saja duduk di pangkuannya, lalu membelai pipinya.
Untuk beberapa saat Kevin terdiam, dia masih berusaha untuk mencerna ucapan Madeline kepadanya. Di satu sisi dia mempunyai kesempatan untuk kembali dekat dengan Jenna, tentu saja ini merupakan hal yang sangat dia inginkan selama ini. Tetapi disisi lain dia juga harus bersiap untuk kehilangan Bella dan anak-anaknya jika hal itu sampai terjadi, padahal baru hari minggu kemarin mereka menghabiskan waktu bersama.
“Bolehkah saya meminta waktu nona Madeline? Saya harus membicarakan hal ini dengan istri saya terlebih dulu” Pinta Kevin segan, jujur saja saat ini posisinya sangat tidak nyaman.
Bukan karena permintaan Madeline saja yang membuat dirinya tidak nyaman, tetapi karena pergerakan wanita itu pun telah mengusik sesuatu dibawah sana dan membuatnya semakin tidak nyaman.
“Aku akan memberimu waktu hingga lusa Kev, dan aku berharap lusa nanti kau telah membawa berita bagus untukku” Jawabnya, dan sepertinya dengan sengaja Madeline menggerakkan tubuhnya kembali hingga membuat Kevin memejamkan matanya lalu menahan nafasnya.
“Maaf nona, bisakah anda kembali ke tempat duduk anda? Saya harus kembali ke ruangan saya” Kilah Kevin.
Pria itu benar-benar harus pergi dari ruangan itu sebelum dia melakukan sesuatu diluar nalarnya, dia lebih baik pulang ke rumah untuk menuntaskannya dengan Bella atau melakukannya sendiri di ruangan pribadinya. Tetapi diluar dugaan tingkah Madeline malah semakin menjadi, wanita itu bahkan memerintahkan Kevin untuk melayaninya.
Kembali ke Teuscherro Corp.
__ADS_1
Philip menyerahkan berkas proposal yang diajukan perusahaan milik Madeline kepada Aiden, selain itu dia juga menceritakan kronologis pertemuannya dengan Kevin.
“Dia terlihat kecewa ketika aku mengatakan kepadanya bahwa kau telah menyerahkan urusan ini kepadaku” Kekeh Philip.
“Aku tidak bisa membayangkan wajah konyolnya kak” Balas Aiden.
“Apa kamu sudah memutuskan sesuatu mengenai proposal ini?” Lanjut Aiden, dia harus memastikan bahwa kakaknya ini tidak menerima bentuk kerjasama apapun dengan perusahaan milik Madeline tersebut.
“Aku akan mempertimbangkannya dalam waktu 2x24 jam, sesuai janjiku kepada Kevin” Jawab Philip.
“Aku ingin tahu apa sebenarnya maksud wanita ini Aiden, dia tidak juga mau menyerah semenjak ditinggal mendiang ayahnya”Philip menghela nafasnya, lalu mengusap rambut tipis di dagunya. Tempat favorit baru istri kecilnya, Akhir-akhir ini Rubby suka sekali memainkan jemari mungilnya di sana.
“Aku tidak mau tahu kak, aku serahkan urusan ini kepadamu sepenuhnya” Aiden beranjak dari duduknya lalu mendekati Philip dan duduk dimeja kerjanya.
“Aku tidak mau hal sekecil apapun mengusik Jenna ku, kau tahu itu kan?”
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini..🤗🤗
Satu episode disela-sela persiapan ngajar 😎
Happy reading😘😘
__ADS_1