Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Selamat Tinggal 2


__ADS_3

" Mama...Papa...." Hati Bella serasa teriris setelah melihat keadaan mertuanya yang terbaring lemah dengan alat-alat penyangga kehidupan ditubuh mereka masing-masing.


Wanita itu berjalan perlahan menghampiri keduanya, disana sudah ada Kevin dan Brian yang sama-sama sedang menangisi dan saling menguatkan.


" Maafkan aku.." Ucapnya lirih, Bella memeluk erat tubuh Amanda. Rasa bersalahnya kini memeluk benak dan pikirannya.


Andaikata dia tidak terlalu egois saat itu, memilih untuk meninggalkan Kevin tanpa berpikir sedikit pun dampak yang akan terjadi kepada mama dan papa mertuanya mungkin semua ini tidak akan terjadi.


" Ma... Bangun ma... Bella membawa Mulan, tapi dokter tidak mengijinkan cucu mama untuk masuk...Dia ada diluar sana menunggu mama...Bangun ma..." Bella membenamkan wajahnya didada mama mertua yang selama ini mau menerima kehadirannya didalam keluarga mereka, disaat keluarganya sendiri membuangnya karena telah berani merebut suami sahabatnya sendiri.


Tapi sayang semua sudah terlambat, mesin penyangga kehidupan mereka telah mengeluarkan suara yang memekakkan telinga. Para dokter berhambur memasuki ruangan itu mencoba melakukan yang terbaik untuk keduanya, hingga salah satu dokter mengatakan bahwa keduanya telah meninggal dunia secara hampir bersamaan.


Tangisan semakin pecah didalam ruangan itu Kevin berlari keluar ruangan, dia mencari sosok yang dulu membuatnya sangat nyaman ketika dia membenamkan dirinya didalam pelukan wanita itu. Tapi lagi-lagi pria itu disuguhkan pemandangan yang semakin menyayat hatinya, sosok wanita yang dia cari tengah berada didalam pelukan pria lain. Tubuh pria itu membeku diambang pintu masuk ruang tunggu pasien, tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk menghampiri nya.


" Kak! Bella ka...!" Teriak Brian, pria itu berlari menghampiri Kevin.


" Bella pingsan ka, dia sangat membutuhkan mu " Lanjutnya.


Tanpa pikir panjang lagi Kevin berlari menghampiri Bella, istri yang selama ini telah dia buat menderita sepanjang kehidupan rumah tangga mereka.


.


.


" Relakan mereka sayang..." Aiden memeluk dan mencium kening wanita yang semakin dicintainya itu, saat ini mereka tengah menghadiri pemakaman Amanda dan James.


" Terimakasih Aiden, karena telah menemani ku hingga saat ini " Isak Jenna. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya.


" Sebaiknya kita kembali ke hotel sayang, kamu harus beristirahat " Aiden mengkhawatirkan kondisi Jenna, semenjak dari rumah sakit hingga rumah duka dan hingga di pemakaman pun wanita itu masih saja menangis.


Tetapi baru saja mereka akan meninggalkan tempat itu, Bella menghampiri Jenna dengan Kevin berdiri di belakangnya.


" Jenna..." Bella menjatuhkan dirinya dan berlutut dihadapan Jenna, sementara Kevin dia menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Jenna. Karena dihadapannya Aiden tengah menatapnya tajam.


" Maafkan aku, aku mohon maafkan aku dan Kevin karena telah menyakiti mu " Bella menangis tersedu. Jenna meraih tubuh Bella dan memeluk nya.


" Aku sudah memaafkan kalian sejak dulu, Lanjutkan hidup kalian... Perbaiki semuanya dan berbahagialah " Ujarnya sambil mengelus punggung Bella, lalu mengurai pelukannya.


" Terimakasih Jenna " Kembali memeluk Jenna.


" Hatimu seperti malaikat sayang, aku semakin mencintai mu " Batin Aiden.


" Badanmu hangat sayang, sepertinya kamu demam " Aiden kembali memeluk Jenna saat merekap sudah berada didalam mobil.

__ADS_1


" Aku gak apa-apa Aiden, aku hanya butuh istirahat " Jenna membenamkan wajahnya didada bidang Aiden, rasanya sungguh sangat nyaman pikirnya. Tak lama wanita cantik itu pun tertidur pulas.


" Siapkan pesawat Ger, kita akan terbang ke kepulauan H malam ini "


" Tidak langsung pulang tuan?" Gerry mengarahkan kemudinya ke hotel tempat mereka menginap.


" Aku rasa kita butuh liburan sejenak " Mencium kening Jenna, sementara senyuman manis sang sopir mengembang seketika diwajahnya.


Tiba di areal drop off hotel, Aiden memerintahkan Gerry untuk mengurus kepulangan mereka sementara dirinya menunggu didalam mobil memeluk tubuh mungil Jenna yang masih setia memejamkan matanya.


Kurang dari satu jam Gerry sudah kembali kedalam mobil setelah sebelumnya dia menaruh koper-koper milik Aiden dan Jenna juga dirinya kedalam bagasi mobil.


" Lama sekali kamu " Keluh Aiden.


" Maaf tuan, tadi saya minta bantuan pegawai hotel untuk mengemas barang-barang terlebih dahulu "


" Pantas saja "


Tanpa pikir panjang lagi Gerry pun membawa mobil yang dikendarai nya keluar dari pelataran parkir hotel mewah itu menuju bandara, dimana pesawat jet pribadi Aiden sudah menunggu disana.


.


.


Rupanya setelah Aiden menaruh tubuh Jenna diatas ranjang kabin pesawat, pria itu pun ikut tertidur.


" Kau sudah bangun sayang?" Tanya Aiden dengan suara bantalnya.


" Heemmmhhh..." Membenamkan wajahnya didada bidang Aiden dan menghirup aroma tubuh pria itu.


" Kita langsung pulang? Kenapa kamu gak bangunin aku tadi?"


" Abis kamu tidurnya nyenyak sekali, aku gak tega banguninnya"


" Iissshhh....Lalu, yang kemasin barang-barang siapa?" Tanpa sadar menggambar acak didada bidang pria itu dengan jari tangannya.


" Gerry minta tolong pegawai hotel tadi " Mulai mengatur nafasnya, dan membenarkan posisi tubuhnya.


" Hhmmm... Makasih sayang " Ucap Jenna, lalu mengecup dada Aiden


" Sayang..."


" Hhmmmm?"

__ADS_1


" Dia bangun..."


" O.oww..."


Dan terjadi lagi...Kisah yang lama terulang kembali ( Ariel mana Ariel....!)


Langit malam menjadi saksi bisu pergumulan panas antara dua insan manusia yang sedang dimabuk asmara itu, hingga keduanya mencapai puncak pelepasan bersama dan tertidur pulas.


Tengah malam mereka tiba dinegara tujuan, Gerry memutuskan untuk tidak membangunkan kedua majikannya. sang asisten pengganti itu membiarkan mereka tertidur dan baru akan membangunkan mereka pagi nanti.


Pergumulan panas antara keduanya membuat seisi kabin ikut merasakan gerah tanpa sebab, padahal AC didalam kabin pesawat itu tetap menyala.


" Pengen cepet-cepet pulang buat ketemu yayang bebeb " Batin Gerry


" Hei bodoh! Kenapa kamu tidak membangunkan kami?" Keluh Aiden saat dirinya telah terbangun dari tidurnya, Aiden berpikir kenapa perjalanan kali ini lama sekali sampai nya. Dirinya bahkan terkejut saat melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya menunjukkan waktu pukul 6 pagi waktu setempat.


" Maaf tuan, saya tidak berani membangunkan Anda " Jawabnya terbata, Gerry pun tak kalah terkejutnya. Pria kekar itu tengah bermimpi indah bersama dengan kekasihnya ketika tiba-tiba dia merasa ada guncangan hebat.


" Cepat siapkan mobil! " Titahnya. Gerry pun merogoh benda pipih dari dalam saku celananya dan menghubungi pihak hotel kembali, memberitahu pihak hotel bahwa mereka sudah siap untuk dijemput.


" Kita ada dimana Aiden?"


" Kita ada di kepulauan H sayang "


" Waaaahhh....Sudah lama aku ingin mengunjungi kepulauan ini Aiden! " Berhambur kedalam pelukan Aiden saking senangnya


" Well...here we are baby "


Setengah jam kemudian mereka telah sampai disebuah resort mewah disana dan menikmati keindahan pantai kepulauan itu.


" Apa?! Kenapa kamu baru kasih tau sekarang Ger?!" Philip geram, pasalnya besok siang Aiden harus memenuhi undangan sidang. Bonny mengajukan banding!


Pria itu juga sangat kesal karena Aiden tidak juga merespon panggilan nya sejak malam tadi.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2