
Setengah jam Aiden harus menunggu diruang khusus sementara Jenna mendapatkan penanganan medis dari tim dokter untuk menutup luka di pelipisnya, hingga akhirnya mereka selesai dan Jenna diperbolehkan untuk pulang. Untungnya Jenna tidak mengalami cedera serius di kepalanya akibat benturan itu, dokter hanya menyarankan Jenna untuk beristirahat selama beberapa hari untuk memulihkan luka jahitan di pelipisnya.
" Kamu akan pulang ke villa bersamaku " Aiden mengendarai mobilnya keluar dari pelataran parkir rumah sakit kecil itu.
" Tapi Aiden, bagaimana dengan....."
" Maaf sayang, keputusan ku sudah bulat " Aiden menghela nafasnya sejenak dan melirik kearah Jenna.
" Aku sudah meminta Paloma untuk menangani toko untuk tiga hari kedepan " Lanjutnya.
" Kita akan pindah ke gedung sebelah kan Aiden..."
" Kamu jangan khawatir tentang hal itu Jenna, percayalah semuanya akan baik-baik saja " Aiden mengelus rambut Jenna dengan sebelah tangannya, sementara tangan kanannya tetap pada kemudinya.
Sementara itu ditempat lain.
" Aku sudah mengatakan kepada anda sebelumnya bukan tuan Kevin?"
" Kau tidak berhak mengatur ku! Lepaskan aku!" Pekik Kevin.
Philip membawa pria itu ke tempat dimana Kevin menginap dan menyekapnya dikamar mandi, agar tidak ada seorangpun yang bisa mendengar suara gaduh didalam ruangan itu. Philip mendudukkan dan mengikat kedua tangan Kevin kebelakang tubuhnya, sementara dia sendiri duduk tepat dikursi didepan Kevin.
" Kevin Cedric Martin, anak pertama dari pasangan James Cedric Martin dan Amanda Lewis mempunyai seorang adik laki-laki bernama Brian Cedric Martin yang bekerja sebagai seorang tenaga administrasi di anak perusahaan Teuscherro, dan kau adalah seorang senior manager juga di salah satu anak perusahaan Teuscherro, Mortina inc " Ujar Philip dengan gaya santainya, pria itu bahkan memainkan kuku tangannya.
" Da... Dari mana kamu tau hal itu?!"
" Aidenamian Teuscherro adalah pewaris tunggal dari kerajaan bisnis Teuscherro selama lebih dari satu dekade terakhir ini, tuan muda bahkan harus mengorbankan masa mudanya untuk memimpin perusahaan tersebut sejak usianya 18 tahun "
" Aidenamian?? " Ucap Kevin terbata.
" Ya... Aidenamian adalah tuan muda Aiden yang sekarang ini telah resmi bertunangan dengan mantan istri anda Jenna Millers " Philip menghela nafas panjangnya.
" So....Ya, kami tahu benar sepak terjang pegawai terbaik di perusahaan milik kami dimana pun tempatnya "Lanjutnya.
" Mereka telah bertunangan?" Kevin menggelengkan kepalanya, kali ini bahkan air matanya sudah mulai menetes.
__ADS_1
" Tapi bagaimana bisa? Jenna...Aku akan menikahi Jenna kembali, itu janjiku " Lanjutnya.
" Janji anda terhadap siapa tuan Kevin? Terhadap diri anda atau terhadap nona Jenna?" Kekeh Philip.
" Sebaiknya anda benar-benar melupakan rencana anda untuk mendekati nona Jenna kembali, karena saya bisa pastikan setelah ini bahkan anda tidak akan bisa melihatnya lagi " Philip beranjak dari duduknya.
" Kinerja anda begitu baik di perusahaan, kami mempertimbangkan hal itu....Dan untuk itu perusahaan tidak akan memecat mu tuan Kevin "
" Kami hanya akan memindahkan anda ke suatu tempat dimana anda bisa menata kembali kehidupan anda, itupun jika anda masih ingin bekerja di perusahaan kami " Philip melepaskan tali pengikat tangan Kevin, pria itu menarik bajunya agar Kevin berdiri lalu mendorong tubuhnya keluar dari kamar mandi.
" Kemasi pakaian anda tuan Kevin, saya akan mengantarkan anda ke bandara pagi ini dan sebaiknya anda tidur " Philip melangkahkan kakinya keluar dari kamar Kevin, lalu menguncinya dari luar.
" Huh... Merepotkan saja " Gumamnya.
" Jenna...Maafkan aku, aku telah menyakitimu...Bukan hanya hatimu saja Jenna, tetapi kali ini tubuhmu pun telah aku sakiti " Kevin menangis sambil melihat foto Jenna yang masih dia simpan di folder gambar didalam ponselnya.
" Aku benar-benar tidak layak untuk mendapatkan cintamu kembali sayang...Maafkan aku " Isak Kevin. Pria itu tidak memperdulikan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya akibat pukulan-pukulan telak Philip, rasa sakit dihatinya melebihi rasa sakit disekujur tubuhnya itu.
Tiba-tiba Kevin teringat pada sosok Bella, wanita yang menjadi penyebab dari hancurnya rumah tangga dirinya bersama dengan Jenna, wanita itu pulalah yang telah mendampingi nya selama ini. Dia akui bahwa Bella tidak sepenuhnya salah dalam hal ini, dirinya lah satu-satunya orang yang patut untuk disalahkan.
" Semoga dia tidak demam " Gumam Aiden, dia pun merebahkan tubuhnya disamping Jenna dan memeluk nya lalu menyusul wanita itu ke alam mimpi.
Sesuai janjinya Philip menjemput Kevin di penginapannya untuk mengantarkan pria itu ke bandara.
" Sepertinya pria ini tidak tidur semalaman " Batin Philip. Pria itu bisa melihat dengan jelas penampilan kusut Kevin setibanya dia dikamarnya.
Tidak terjadi percakapan antara mereka selama perjalanan, Philip pun enggan untuk membuka mulutnya sekedar untuk berbasa-basi. Philip hanya ingin cepat sampai di bandara dan meninggalkan Kevin disana setelah dia memastikan bahwa pria itu benar-benar menaiki pesawat untuk kembali ke negara nya.
Sementara Kevin, selama perjalanan pria itu hanya mengarahkan pandangannya keluar jendela kaca mobil. Pikirannya melayang, semua yang telah dia rencanakan selama ini hancur seketika. Rasa bersalahnya kini semakin besar setelah dia menyadari bahwa dirinya telah menyianyiakan Bella dan anak gadisnya Mulan, dan berharap semoga mereka akan menyambut kedatangannya nanti.
Semalam Kevin mencoba untuk menghubungi Bella, tetapi wanita itu tidak juga merespon panggilan darinya. Kevin pun memberitahu wanita itu melalui pesan singkat kabar kepulangannya ke negara asal nya.
Tiba di bandara.
" Ini tiket anda tuan Kevin " Philip menyerahkan sebuah amplop putih kepada Kevin.
__ADS_1
" Terimakasih tuan " Ujarnya lirih, Kevin bahkan tidak berani menatap wajah pria yang ada dihadapannya saat ini.
" Saya sudah meminta atasan anda untuk mengurus berkas-berkas kepindahan anda, setibanya disana anda bisa menghubungi Danny langsung " Philip mengantarkan Kevin ke pintu masuk boarding, setelah dia yakin pria itu telah memasuki ruangan Philip baru meninggalkan Kevin disana.
Empat jam kemudian Kevin tiba di bandara negara asalnya, dia melihat ponselnya dan berharap akan ada balasan dari pesannya kepada Bella. Pria itu menghela nafasnya berat saat dia melihat layar ponselnya, Bella tidak juga membalas pesan singkatnya.
" Apakah nyonya sudah pulang ?" Tanya Kevin kepada sopir pribadinya.
" Maaf tuan, dari semenjak tuan pergi nyonya tidak pernah pulang " Jawabnya ragu.
" Apa dia memberitahu seseorang kemana dia pergi?"
" Tidak tuan "
Kevin mengusap wajahnya kasar, kemana wanita itu membawa anaknya pikirnya.
" Tidak biasanya dia pergi selama itu, apa dia benar-benar akan melayangkan gugatan cerai itu?" Batin Kevin.
Kevin pun mencoba untuk menghubungi Bella kembali, tapi tetap wanita itu tidak juga mau merespon panggilan darinya.
" Oia tuan, maaf saya lupa. Ada surat dari pengadilan kemarin pagi untuk tuan Kevin "
Deg!
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Happy reading π€
__ADS_1