
Dua hari berlalu semenjak kejadian dengan si king cobra yang terus saja menggeliat ketika Jenna menggambar acak ditubuh Aiden, kali ini bahkan wanita itu tidak harus melakukan apapun ditubuh pria itu tapi si king cobra tetap saja menggeliat seakan sarangnya itu mengandung magnet yang super kuat.
Hari ini Aiden harus kembali melakukan kewajibannya sebagai seorang pemimpin perusahaan, pagi ini dia sudah bangun dan mempersiapkan dirinya.
" Aku sudah menyiapkan baju kerjamu Aiden, aku harap aku tidak salah memilih nya " Ujar Jenna sesaat setelah Aiden keluar dari kamar mandi. Kebiasaan dari dulu ketika dirinya masih menjadi istri dari Kevin, wanita ini selalu menyiapkan segala kebutuhan suaminya.
" Terimakasih sayang, apapun yang kamu pilih aku akan dengan senang hati memakainya " Aiden mencium kening Jenna, lalu mulai memakai pakaian dibantu oleh Jenna.
" Aku terlihat semakin tampan dengan baju ini " Ujarnya berbangga diri.
" Kamu pintar dalam memadu padankan baju sayang, aku bersyukur karena telah mendapatkan mu " Kembali Aiden mencium kening tunangannya itu, terlebih sekarang posisi Jenna tengah membantu Aiden untuk memasang dasi dilehernya.
" Oke... Selesai " Jenna memastikan dasi yang dikenakan oleh Aiden sudah terpasang rapi.
" Aiden, kapan kamu akan mengantarkan aku ke Sanremo? Aku sudah merindukan tokoku itu " Lanjutnya seraya menggelayut mesra di lengan Aiden, mereka melangkahkan kakinya keluar pintu kamar.
" Lusa sayang, jika tidak ada halangan kita bisa terbang kembali ke Sanremo "
" Oke...Semoga saja " Ujarnya senang.
" Selamat pagi tuan muda, nona Jenna " Sapa Philip saat Aiden dan Jenna tengah menuruni tangga.
" Pagi Philip " Sapa keduanya hampir bersamaan.
" Pemandangan indah pagi hari ini, semoga seterusnya seperti ini " Batin Philip.
" Sarapan sudah siap tuan, nona Jenna membuatkan makanan kesukaan kita "
" Kapan kamu turun ke dapur sayang?" Aiden menautkan kedua alisnya.
" Tadi, ketika kamu sedang mandi " Kekeh Jenna.
" Apa kamu lupa? Di Sanremo aku memulai hariku dari pukul 5 dini hari?" Lanjutnya.
" Aaahhh...Iya, pantas saja wangi tubuhmu pagi ini sangat menggugah selera " Bisik Aiden ditelinga Jenna, yang membuat wajah Jenna merona seketika.
" Apa kamu belajar sesuatu pagi ini Simon?" Aiden bertanya kepada sang kepala koki saat pria itu sedang membawakan hidangan untuk sarapan pagi mereka.
" Tentu saja tuan, nona Jenna sangat piawai dalam mengolah bahan-bahan makanan "
" Masakannya sangat lezat " Lanjutnya sambil menggerakkan tangannya.
" Kau dengar itu sayang? Bahkan koki sekelas Simon saja bilang kalau masakan mu itu enak " Ujar Aiden dengan bangganya.
__ADS_1
Jenna hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, wanita ini membantu Simon untuk menaruh makanan-makanan itu ke atas piring untuk dihidangkan kepada Aiden dan Philip serta dirinya sendiri.
" Waah....Enak sekali ini sayang " Aiden mengunyah suapan pertamanya.
Seperti biasa setiap kali pria ini melihat sang asisten tengah menikmati makanannya, apalagi hingga memejamkan matanya keusilannya langsung saja timbul. Aiden seperti tidak rela jika asisten pribadi nya itu ikut menikmati masakan lezat Jenna nya. Diam-diam dia mengambil potongan pancake dari atas piring Philip.
" Hei...! Itu makananku Aiden..!" Philip mencoba merebut kembali makanan yang sudah diambil oleh Aiden dari dalam piringnya.
" Kamu udah kebanyakan makan Phil! Nanti perutmu itu gendut " Memasukan makanan Philip ke mulutnya.
" Gak adil banget sih, aku masih lapar Aiden....Nona tolong aku..." Pintanya seperti bocah kecil.
Simon yang seumur hidupnya baru pertama kali melihat tingkah laku mereka terlihat syok, bagaimana mungkin seorang Philip dan tuan muda yang terkenal sangat menjunjung tinggi etiket makan bisa bertingkah layaknya bocah kecil yang memperebutkan makanan seperti itu pikirnya.
" Kalian berdua hentikan! "
" Aiden, kalo kamu masih merebut makanan Philip nanti aku gak kasih makan piaraan mu itu...Mengerti ?"
" Yaaahhh...Jangan dong sayang, kasian kan dia nanti gak gemesin lagi " Aiden mengerucutkan bibirnya, langsung membayangkan king cobra nya yang menggelayut lesu.
" Piaraan? Sejak kapan kamu punya piaraan Aiden?" Tanya Philip sambil menikmati kembali makanannya, kali ini dia melindungi piringnya dengan kedua tangannya.
" Tutup mulutmu! Aku gak mau ngomong sama kamu!"
Philip tergelak melihat tingkah Aiden, apalagi saat tadi dia melihat pria itu menatap kebagian bawah tubuhnya.
Drama sarapan pagi pun akhirnya selesai, Philip beranjak dari duduknya dengan perasaan bangga karena telah mendapatkan pembelaan dari nona mudanya. Sementara Aiden, pria itu terlihat masih mengerucutkan bibirnya.
" Kenapa sayang ?" Jenna mengantarkan Aiden ke halaman depan mansion.
" Kamu lebih membela Philip daripada aku " Menundukkan kepalanya.
" Gemesin banget sih " Jenna menghentikan langkahnya dan mengalungkan tangannya dileher Aiden lalu melingkarkan kedua kakinya di pinggang pria itu. Seketika senyuman manis mengembang sempurna diwajah tampan Aiden.
" Hhhmmm....kalau seperti ini bisa-bisa aku gak jadi pergi kerja pagi ini " Aiden menggoyangkan tubuh Jenna ke kanan dan ke kiri.
" Maunya.." Kekeh Jenna.
Sampai dihalaman depan mansion, Philip sudah menunggu didekat pintu mobil yang sudah dia buka untuk tuan mudanya. Pria itu tersenyum bahagia melihat pemandangan yang indah didepannya.
Jenna turun dari pangkuan Aiden setelah dirinya melepaskan tautan bibirnya di bibir Aiden.
" Good luck sayang " Ucapnya.
__ADS_1
" Love you Jennaku " Aiden mencium kening wanita itu lalu memasuki mobil.
.
.
" Apa anda yakin tidak akan mempercepat pernikahan anda dengan nona Jenna tuan?" Philip dapat melihat senyuman Aiden melalui rare mirror didepannya.
" Aku akan mempercepatnya Philip, setelah urusanku dengan Helena benar-benar selesai " Aiden menghela nafasnya sejenak.
" Aku tidak mau wanita itu kembali mengganggu ketenangan kami, terlebih Jenna Philip " Lanjutnya.
" Sepertinya nona Lolita pun sedang merencanakan sesuatu tuan "
" Bereskan dia Phil, aku benar-benar tidak menyukai cara licik wanita itu " Aiden membuang pandangannya keluar jendela.
Philip tahu rencana licik apa yang sedang disusun oleh wanita itu, semalam dirinya tiba-tiba mendapat telepon dari adik mendiang ayah Aiden yang mengabarkan perihal kunjungan nya dalam waktu dekat ini.
" Tuan Bonny ingin bertemu dengan anda besok tuan " Philip memutar kemudi mobilnya memasuki jalan tol dalam kota untuk menghindari kemacetan pagi ini.
" Ada urusan apa paman tiba-tiba ingin menemui ku ?" Aiden menatap Philip melalui rare mirror didepan pria itu.
Rasanya sudah terlalu lama sang paman tidak pernah menemui nya lagi, semenjak kematian mendiang ayah dan ibunya sang paman tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi setelah sebelumnya dia meminta banyak sekali uang kepada Aiden dengan dalih bagi waris.
" Sepertinya ini bagian dari rencana nona Lolita tuan "
" Cih...Dia pikir dengan cara itu rencananya akan berhasil "
" Bereskan pria itu Philip, ingatkan kembali tentang isi perjanjian yang telah dia tandatangani sebelum dia pergi dari kehidupan ku dulu " Lanjutnya.
" Baik tuan "
" Jangan khawatir tuan muda, tanpa anda minta pun sudah pasti saya akan membereskan mereka semua " Batin Philip.
Philip mengingat janji yang telah dia ucapkan kepada mendiang ayah angkatnya dihari kematiannya, sang ayah meminta agar dirinya selalu berada didekat Aiden dan menjaganya.
.
.
.
To be continued π
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Happy reading π€